Catatan Kaki

Bahwa menikah akan melahirkan tangga-tangga menuju sakinnah, mawaddah, dan warrahmah. Belumlah lengkap kiranya jika menikah hanya dilakoni oleh suami dan juga istri. Tanpa adanya buah hati, terasa hampa perjalanan berumah tangga ini. Bahwa dengan menikah, pelengkap dari sebuah keluarga adalah lahirnya jundi jundi penerus jalan juang mu di dunia ini. Dia berwujud dan dia ada saat engkau memilih… Read More »

Perjuangan

Konsekuensi setelah akad dan kata Sah bergema adalah engkau harus selalu siap dengan setiap kejadian yang terjadi di depan mata. Jalan ini masih panjang, tak cukup dengan tawa engkau melaluinya, akan ada tanjakan maupun penurunan yang curam barang tentunya. Siapa bilang menikah hanyalah sekedar mencari “kesenangan”. Bukan, ini bukanlah wahana yang menyenangkan, namun adalah ujung tombak perjuangan. Di… Read More »

Pengalaman Pertama menjadi calon orang tua.

Suatu hari suami bertanya, sudah menuliskah hari ini? (Karena kita memang mempunyai komitmen, sehari satu lembar). Belum kak, kondisi masih lemah ujur ku. Menulislah tentang kondisi mu pun boleh juga, setidaknya nanti untuk pengalaman ke dua, ke tiga, dan seterusnya kamu sudah ada referensinya (sambil tertawa) Aku yang manyun, dengan guyonan ke tiga dan seterusnya, menuju satu saja… Read More »

Pahlawan yang sejati

Momentum penanggalan membuat sejarahnya tersendiri. Terkhusus hari ini temanya adalah pahlawan yang sejati. Sebut saja ia Ibu, dimuliakan tiga tingkat dari seorang ayah. Sebelumnya hanya perkara membaca memaknai maknanya, belumlah paham akan arti yang sesungguhnya, kenapa begitu mulia barang posisinya. Namun semenjak #Decil ini menemani, barulah terasa bagaimana proses yang telah beliau lewati sampai detik ini. “Apo nan… Read More »

Menduakan Hati

Nikmat pertama yang Tuhan beri adalah Islam dengan segala keindahannya. Nikmat kedua yang Tuhan titipkan adalah keluarga yang tiada tandingannya. Nikmat ketiga yang Tuhan segerakan adalah suami yang sholeh lagi amanah. Nikmat keempat yang Tuhan percayakan adalah kamu yang akan menyempurnakan. Kami menunggu kehadiran mu, wahai hati yang didamba #Bucil

Definisi Dunia

Manusia terlalu sibuk mencari arti dari sebuah definisi. Mencari apa yang tak pernah dimiliki, sampai habis kesempatannya di dunia ini. Katanya demi sesuap nasi, tapi keserakahan hakiki membuat banyak yang lupa diri. Katanya demi status di mata kolega, sampai lupa muara dari dunia. Katanya demi orang tua, tetapi lupa menghadirkan raga di hadapannya. Katanya demi karier, sampai menggadaikan… Read More »

Saat Ia tak Searah

Tuhan punya rencana. Pun manusia bisa berencana. Permasalahannya adalah saat perencanaan manusia tidak bertemu dengan rencananya Sang Kuasa. Disana lah posisi pembeda dari seoarang hamba dalam menghadap padaNya pencipta. Di sanalah status sosial sebenarnya harus dipertegaskan. Dalam bentuk penghambaan dan kepasrahan bukan dalam bentuk pangkat serta jabatan.

Alur Balik Rencana Tuhan

Apa yang engkau dapat dari sebuah kehadiran? Jawabannya adalah pengalaman yang tak akan terlupakan. Mana tahu ia adalah pembuka darinya jalan. Karena kita tidak pernah tahu alur balik rencana Tuhan. Bukan begitu? 

Tak Hanya Sekedar Guyonan

“Bersabar ini ujian” Segelintir terkadang ada benarnya. Celotehan yang berakhir padanya candaan membuat dakwah itu mengalir apa adanya. Tak perlu bergelar ustadz atau ustadzah yang menyampaikan. Pelakon lawakan pun bisa menyampaikan dari sudut guyonan. Namun lagi lagi semua tidaklah serenyah pelafalannya. Karena sabar dalam ujian adalah rututan dari tak kekalnya kehidupan. Datang pergi datang pergi, dan begitulah seterusnya,… Read More »

Mendatangkan Kesempatan

“Menjadi biasa atau memilih berbeda”. Sedikit banyak tulisan itu mulai menarik pada pembaca. Terlahir sebagai pemenang di antara banyaknya saingan seharusnya membuat jiwa terpanggil untuk menjadi karakter pemenang dan bukan menjadi pecundang. Kebingungan pada tahap pertama saat usia berangsur tak lagi muda, menjadi alasan untuk mulai mencari tau “mau menjadi apa?”. Apakah cukup dengan gelar yang biasa, sampai… Read More »

Katakan Saja

Terlalu malu dalam memulai kata, membuat manusia menjadi orang dengan hobi bungkam seribu bahasa. Bertemankan hape ah sudahlah, yang penting ada kegiatan atau sejenisnya. Padahal pengen sekali menyapa teman sebelah, mengobrol dengan banyak tentunya, tak lain tujuannya adalah agar suasana kembali mencair. Ada yang berani memulai, namun banyak yang terlahir dengan diam. Padahal kalau dipikir pikir awal permulaan… Read More »

Rumus Rumah Tangga

Cukup ditambah dan jangan dikurang apalagi dibagi. Mempertahankan akan jauh lebih menguatkan dibandingkan melepaskan dan berganti arus serta tujuan. Untuk yang akan menjalaninya, sedari dini pahami lah. Bahwa biduk yang akan ditumpangi bukanlah kapal pesiar mewah yang membuat engkau terpesona dibuatnya. Biduk itu bisa rapuh, biduk itu bisa patah, retak dan tak membuat karam si empunya. Jika tak… Read More »