LifeSaver Community

By | Juni 5, 2016

Latar Belakang LifeSaver Community

Berdasarkan Instruksi Presiden RI Nomor 4 tahun 2013 tentang Program Dekade Aksi Keselamatan Jalan untuk pilar ke V dimana Menteri Kesehatan yang bertanggung jawab meningkatkan penanganan pra kecelakaan meliputi promosi dan peningkatan kesehatan pengemudi pada keadaan/situasi khusus dan penanganan pasca kecelakaan dengan Sistem Penanggulangan Gawat Darurat Terpadu (SPGDT).

Gawat Darurat Medik merupakan peristiwa yang dapat menimpa setiap orang. Dapat terjadi secara tiba-tiba dan membahayakan jiwa sehingga membutuhkan penanganan yang cepat dan tepat. Dalam kondisi gawat darurat, diperlukan sebuah sistem informasi yang terpadu dan handal untuk bisa digunakan sebagai rujukan bagi penanganan gawat darurat, maka dikembangkan Sistem Penanggulangan Gawat Darurat Terpadu (SPGDT). Saat memberikan sambutan dalam acara Seminar Nasional tentang Kebijakan, Implementasi dan Kendala dalam Pelaksanaan SPGDT Pra RS tanggal 3 Februari 2016 di Jakarta, Menteri Kesehatan RI Prof Dr.dr. Nila F. Moeloek Sp.M (K) menyatakan bahwa mayoritas daerah tidak peduli dengan penanganan kegawat daruratan bagi masyarakatnya ini terbukti baru sekitar 49 dari total 5338 Kabupaten/Kota yang telah membentuk Public Safety Center (PSC) artinya hanya 7,4 % Kabupaten/Kota di Indonesia yang memiliki fasilitas layanan kegawatdaruratan.

Dalam upaya meningkatkan upaya integrasi program SPGDT pra rumah sakit maka salah satu aspek penting adalah kecepatan pemberian pertolongan kepada korban oleh masyarakat terdekat yang mempunyai kemampuan atau sudah terlatih dalam memberikan pertolongan Bantuan Hidup Dasar (BHD). Saat ini sudah banyak dilakukan pelatihan BHD kepada masyarakat oleh berbagai perkumpulan dan profesi kesehatan. Namun masyarakat yang sudah terlatih tersebut tidak teridentifikasi keberadaannya serta tidak terpelihara keterampilannya.

Guna meningkatkan pemberdayaan masyarakat yang sudah terlatih BHD tersebut serta mempercepat pemberian pertolongan kepada korban maka LifeSavers.id bekerjasama dengan berbagai perkumpulan dan profesi yang bergerak di bidang emergensi atau bencana, bermaksud membentuk komunitas LifeSaver atau LifeSaver Community (LSC).

Komunitas tersebut akan dilengkapi dengan aplikasi (Mobile Apps) untuk memudahkan komunikasi atau akses antara relawan dengan korban.

 

Visi dan Misi

Visi LifeSaver Community

Menjadi wadah Komunitas Relawan Tanggap Darurat Kesehatan yang mampu memberikan pertolongan secara cepat dan tepat kepada korban yang membutuhkan.

Misi LifeSaver Community

1. Membangun komunitas, bekerjasama dengan stakeholder di bidang tanggap darurat kesehatan

2. Melakukan pendataan masyarakat tersertifikasi BHD

3. Mendukung proses penyusunan standard pelatihan BHD

4. Menyelenggarakan pelatihan BHD, bekerja sama dengan pihak terkait

5. Membangun kemitraan dengan para pengembang aplikasi guna mendukung pelaksanaan kegiatan komunitas

 

Tujuan LifeSaver Community

1.Mempercepat pertolongan terhadap korban sebagai lini terdepan untuk mengurangi angka kematian / kecacatan.

2. Mendukung peran dan tugas “PSC 119” sebagai bagian integral program SPGDT.

 

Program LifeSaver Community

  1. Masjid LifeSaver
  2. School LifeSaver
  3. University LifeSaver
  4. Community LifeSaver 

Tinggalkan Balasan