Cara Cari Jodoh dari Pondok Pesantren

By | April 22, 2019

Santriwati memang memiliki banyak daya tarik bagi yang ingin menjadikannya sebagai istri. Muslimah dari pesantren selalu identik dengan wanita solecha yang mengetahui dan paham agama, sehingga perilakunya baik sesuai dengan tuntunan agama. Sedangkan laki-laki banyak yang menginginkan gadis solecha, otomatis mereka ingin tahu cara cari jodoh di pondok pesantren.Hal yang perlu disadari dari awal adalah gadis pondok pesantren memiliki tiga tipe dalam persoalan cinta. Tipe pertama adalah mereka yang memasrahkan persoalan cinta sepenuhnya dengan perantara. Mereka tidak perlu bertemu, patuh seratus persen dengan guru atau kyainya. Tipe seperti ini berarti juga mengamanatkan persoalan cintanya kepada orang yang baik-baik.

Masalah utamanya adalah guru dan kyai memiliki kriteria tertentu terhadap siapa saja yang ingin meminang santrinya. Syarat utama agamanya baik. Biasanya laki-laki yang datang adalah yang sudah dikenal karena muridnya, atau murid dari temannya. Sehingga jika hanya laki-laki biasa saja, tidak dikenal, dan tidak mengenal agama lebih baik mundur teratur. Kyai akan menjaga santrinya dengan baik-baik.

Namun jika Anda memang merasa memiliki agama yang baik atau memiliki akhlaq baik, paling tidak memiliki niat yang baik maka menghadaplah kepada kyai atau ustadznya, sampaikan niat baik Anda ingin meminang si A atau si B meskipun Anda belum pernah berjumpa dengannya. Jangan berpikir Anda dicintai oleh santriwati itu atau tidak. Santriwati akan patuh dengan kyainya. Masalahnya, Anda diterima oleh kyai atau tidak.

Ini persoalan mencari istri dari pondok pesantren. Dan kyai memiliki feeling cukup baik dalam memilih jodoh. Sekali Anda dipandang kurang baik, bisa langsung ditolak sebelum melihat wanita yang Anda idamkan. Tipe ini kesalehannya tinggi, dijaga kyai karena akan dijadikan sebagai calon istri pimpinan pondok atau semacamnya.

Atau jika Anda memang sudah memiliki hubungan baik dengan kyai atau ustadz, mintalah untuk dicarikan. Tapi Anda jangan banyak meminta kriteria ini dan itu. Anda justru akan dicampakkan. Biarlah kyai yang benar-benar mencarikan untuk Anda istri dari pondok pesantren. Kyai pasti memilihkan yang terbaik dari wajah, kepribadian, keturunan, bahkan kekayaan.

Tipe kedua adalah wanita yang mengamanatkan cintanya kepada orangtuanya. Karena kesalihan pribadinya, maka ia taat kepada orangtua, sehingga jika ada yang datang untuk meminang dipasrahkan kepada orangtua. Maka kriteria Anda sangat bergantung dengan pihak orangtuanya. Tapi jangan lupa, orangtua juga selalu bertanya kepada anaknya.

Anak pondok pesantren yang seperti ini saling melengkapi dengan orangtua. Sayangnya tipe orangtua berbeda-beda meskipun sudah memasukkan anaknya ke pondok pesantren. Ada yang melihat karena pekerjaannya, ada yang mementingkan agamanya, ada juga yang mementingkan syarat tertentu. Anda harus melihat bagaimana karakter orangtuanya. Yang harus diperhatikan adalah, tipe seperti ini jangan langsung Anda datangi.

Anda seperti bunuh diri. Mereka akan meminta Anda untuk menghadap kepada orangtuanya. Ketika Anda memaksa, sama saja Anda meminta dia menolak Anda sebagai calon suaminya. Dekatilah dengan etika yang santun dan jangan tergesa-gesa. Yang Anda dekati adalah gadis pesantren soliha yang baik. Ketika sudah menghadap orangtuanya, dia akan respek kepada Anda.

Sekiranya orangtuanya menerima, Anda tidak perlu khawatir bahwa dirinya tidak menerima Anda. Dia akan mengikuti orangtuanya. Tipe ini tidak ada hubungannya dengan kyai. Hanya saja akan lebih rumit jika ternyata masih di pondok pesantren. Anda harus melewati pertahanan berlapis. Setelah orangtua sudah setuju, Anda harus minta ijin kepada kyai agar menyetujui Anda. Baru kemudian Anda diijinkan untuk menikah.

Tipe ketiga adalah gadis pondok pesantren yang masih terbawa emosi cintanya. Dia masih menganggap cinta adalah segalanya. Biasanya tipe ini sangat pede dengan diri sendiri, sehingga masalah cintanya ditangani diri sendiri. Sayangnya santriwati yang demikian lupa bahwa perasaan wanita akan lebih kuat ketika sudah menghadapi laki-laki. Maka seringkali terbawa emosi dan melupakan bahwa dirinya adalah seorang santri. Hal agama dikesampingkan. Asal sama-sama saling menyukai, tidak ada penghalangnya.

Yang harus menjadi catatan adalah biasanya gadis dari pesantren mencari jodoh juga dari pesantren, bukan dari kalangan lain. Bahkan ekstremnya adalah dari satu almamater, sehingga menjadi satu paham, satu visi dalam membangun keluarga. Paling tidak adalah laki-laki yang mengetahui tentang agama dan mampu mengamalkan agama dengan baik. Maka jika Anda belum shalat lima waktu, mungkin lebih baik membiasakan diri terlebih dahulu untuk bisa shalat.

Bahkan ada syarat lain yang diamanatkan kyai pondok pesantren. Laki-laki yang akan meminang harus bisa membaca al Quran. Syarat ini tidaklah sulit ketika tekad Anda kuat. Cukup belajar di ustadz-ustadz selama beberapa bulan. Anda harus bersusah-susah dulu untuk mendapatkan gadis saleha untuk masa depan anak-anak Anda.

3 thoughts on “Cara Cari Jodoh dari Pondok Pesantren

  1. fachrur

    Wah terimakasih atas tipsnya untuk mendapatkan calon istri di pesantren, Alhamdulillah saya sudah dapat berkat tips ini.

    Reply
  2. ahmad mursyid

    hmmmmmbt,,,11 tahun tinggal di pesantren pengennya nikahin santriwati semuanya, kenapa gitu, karna cantik2 dan bersih2 dari bekas air wudlunya hehee…

    Reply

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *