Garis Waktu

Guratan jarumnya rebah tertindih cahaya. Pada angka ia masih titip pesan suara. Tak..tik..tuk.. kini pun mengudara. Bukan tanpa makna ia menggema, pasti dan bersahaja untuk jiwa yang meyakininya. Bahwa ia waktu adalah guratan darinya zaman. Berdetak dan bergerak didalam keheningan. Maju tinggalkan peraduan, karena ia tahu bumi seisinya bukanlah pemberhentian …

Baca Versi Lengkap

Sama Rasa Sama Rata

Bagian dari kesempurnaan adalah kekurangan. Tak ada kekurangan tentulah ia akan sempurna. Tak lengkap rasanya jika ia tak berjalan seirama. Banyak kau berjalan tentunya banyak yang kau lihat. Banyak kau belajar bukan berarti engkau mutlak untuk pintar. Banyak kau mencoba tentu banyak ilmu yang kau cerna. Ada kalanya sempurna kau …

Baca Versi Lengkap

Rindu

Labuhan rasa itu bernama *rindu. Tilas balik apa yang mengingatkan akan sebuah masa. Disaat tawa masih menggema di dalam sebuah rumah. Saat marahan menjadi topik hangat setiap bulannya. Saat candaan tak bisa lepas dari 24 jam waktu yang tersedia. Rumah kita yang beragam akan berbagai kisah. Disetiap sudut tersimpan akan …

Baca Versi Lengkap

Semua Ada Masanya

Yang datang bukanlah kebetulan. Pun yang hilang bukan pula tanpa catatan. Datang dan pergi adalah dua hal yang pasti akan terjadi. Sama halnya dengan temu dan juga kembali. Sama sama mengisi dan sama sama tertancap jauh dilubuk sanubari. Semua ada masa dan semua pun ada waktunya. Tiba masa untuk pergi, …

Baca Versi Lengkap

Pasangan Hidup

Sebanyak orang yang suka, sebanyak itu pula tidak sukanya. Ada mereka yang gembira melihat kau bahagia. Namun tak jarang susah melihat orang lain menebar tawanya. Begitu lah hidup, berpasang pasangan. Antara kebaikan dan juga keburukan seiya sekata dalam berjalan. Antara penerimaan dan kedengkian beda tipis dalam bergandengan. Antara senang dengan …

Baca Versi Lengkap

Balada Pelupa

Menikah bukanlah ajang berpura-pura. Menggelapkan kebiasaan baik dan buruk dirasa akan percuma. Karena dengan menikah lengkap dengan bumbu penyedapnya, ada serba serbi kurang serta lebihnya. Pelupa yang tak kunjung reda, adalah pembuka dikala fajar mulai menyapa. Pagi ini R1: kak sarapan di luar ya hari ini? Soalnya kalau makan rendang …

Baca Versi Lengkap

Ta’aruf Lagi

“Dengan bersama kita akan terbiasa” Mengenal mu selang waktu yang tak lama, hanya hitungan purnama kau bersemayam di balik untaian doa. Menjelma jadi nyata lewat sakralnya akad nikah. Tak banyak yang ku tau tentang diri mu, sebaliknya pun begitu. Hanya nama beradu temu diakhiran abjad terakhir dikala itu. Yah, nama …

Baca Versi Lengkap