Kau Bisa dan Ku Terpana

Tentang menikah adalah menyempurna. Mengisi kekosongan dan menempati ruang ruang kesunyian. Pun saat ada yang tak kau bisa, pasangan mu adalah jawaban untuk pelengkapnya.
R1: kak, depok mulai panas ya?

Apa kita beli kipas aja?

Kipas yang lama udah rusak, udah gak bisa dipakai lagi.

R2: Iya

R1: mau beli dimana?

R2: terserah

R1: *masih aja dengan jawaban pamungkas ?
Singkat cerita nyari kipas dari siang sampai malam. Dari Depok timur sampai Depok Barat (emang ada)

Padahal deket kontrakan juga ada yang jual, cuman soal harga yang “beti” alias “beda tipis” gag rela aja gitu ? (prinsip emak-emak), jadi yang ada kita muter-muter dan pada akhirnya harga didapat juga sama plus jauh lagi.

Udah tau kan ekspresi misua saat peristiwa ini terjadi ?. Bawaannya keseeel pake bangeet.?

R1: kak, bisa masang nya kan?
R2: dicoba dulu.

5 menit kemudian

R1: kak ini bukannya kesini ya?

R2: bukan

R1: iya loh kak, ini gambarnya

R2: ntar dulu

R1: coba diliat kak petunjuknya, disini kayak gini, bukan kayak gitu. *trus ada alatnya yang jatoh akibat ulah ngotak ngatik*

R2: diam

R1: ?? (kelakuan yang gag ilang ilang, bawel banget sih ka)
Alhasil 10 menit kemudian kipas berputar dengan sehat wal’afiat, tanpa keluhan atau pun dengan beban.

Ikhlas karenaNya adalah kunci sebuah pernikahan. Karena banyak hal yang tak diduga akan bersemayam dibalik tabir pernikahan. Jalani dengan sepenuh hati dan ikhlas membersamai.

Terimakasih pak misua:)

#catatanharianistri

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *