16 Agu

Rindu

Labuhan rasa itu bernama *rindu.
Tilas balik apa yang mengingatkan akan sebuah masa. Disaat tawa masih menggema di dalam sebuah rumah. Saat marahan menjadi topik hangat setiap bulannya. Saat candaan tak bisa lepas dari 24 jam waktu yang tersedia.
Rumah kita yang beragam akan berbagai kisah. Disetiap sudut tersimpan akan kenangan yang berharga. Disetiap jengkal ada sejarah yang kita cipta. Lengkap dengan tawa penghangatnya. Banyak bahagia yang kita damba dan tak jarang air mata di kesudahannya.
Antara dapur dan ruang tengah.

Masih ku kenang akan ragam nya.

Jejak jejak langkah, masih terlihat jelas dipelupuk mata.
Antara kamar dengan ruang keluarga.

Masih ku ingat hangat nya sofa dikala kita berkumpul bersama.

Berantem kecil ala kadarnya, saat tontonan tak sesuai dengan selera.

Ada kepakan ala sayapnya dari papa sang penguasa.

Ada cubitan dari anaknya saat kesakitan mulai dirasa.
Antara teras dengan halaman.

Masih tercium wangi bunga kamboja. Meski kemarin sore dipangkas sudah, tak bisa ku lupa akan aromanya.
Sulit ku lupa setiap jengkalnya.

Slalu ku ingat akan pijakannya.

Terkenang akan hakikatnya rindu,

pada mu ayah dan ibu ia berlabuh:'(
#catatanharianistri

Related Posts

Leave A Comment