Yuk Buat Resolusi Keluarga Yang Membawa Ke Surga

Memasuki tahun baru, biasanya kita ribut dan ribet membuat resolusi keluarga. Family Year Plan, bahasa kerennya. Itu wajar dan normal. Namun, jika kita cermati, coba kita kulik semua evaluasi di keluarga kita. Kebanyakan tolak ukurnya pencapaian ilmu, materi, kepemilikan akan sesuatu, dan lain-lain..Sangat jarang dari kita yang ketika mengevaluasi dan menentukan rencana ke depan, bersandarkan pada masa menghadapi ujian. Ujian sesungguhnya dari Allah.

 

Bagi yang memiliki anak, kebanyakan kita begitu ribut dan ribet mempersiapkan anak ujian (dari UTS, UAS, UN, de el el) serta memikirkan biaya masuk sekolah.

Bagi yang bekerja, banyak yang memikirkan rencana kenaikan pangkat, memperbesar penghasilan, memperluas jaringan, de el el.

Bagi yang sekolah, sibuk agar bisa lulus sekolah.

Bagi yang belum menikah, sibuk berusaha untuk bisa menikah.

Bagi yang belum bekerja, sibuk meningkatkan kapasitas diri agar layak berpenghasilan tinggi.

Sibuk..sungguh sibuk.

Lelah, sungguh lelah.

 

Padahal, Alquran sudah memberi petunjuk:

Untuk dunia, berjalanlah

Untuk meraih ampunan Allah, bersegeralah

Untuk menuju Allah, berlarilah

Untuk meraih pahala surga, berlomba-lombalah

Untuk berbuat baik menuju akhirat, berlomba-lombalah.

 

 

Lalu, apakah, untuk semua yang kita resolusikan itu, membawa kepastian kita akan mendapatkan surga Allah? Bukankah sebagai seorang beriman kita semua ingin kembali ke asal kita? Ke surga? Kembali dengan selamat tanpa perlu mampir ke neraka?

 

Seringkali kita terlupa…bahwa sebagai Muslim, nilai keberhasilan kita dilihat dari perjalanan tahun per tahun. Dan itu dinilai dari perhitungan tahun hijriah. Bukan Masehi.

Maka seharusnya, sebaik dan sehebat apa pun target resolusi kita di tahun Masehi ( untuk tahun ini 2019), kita harus mengaitkannya dengan kepentingan lebih besar bagi kehidupan kita — : bagaimana nilai rapor amalan kita kelak diterima oleh Allah?

 

Allah melalui Rasululllah saw telah membuat beberapa petunjuk tentang beberapa ketentuan Allah di tiap bulan Hijriah.

 

Di antaranya:

 

✍Malaikat *pencatat amal harian* berganti tugas di sore jelang Maghrib. Di masa penting itu sebaiknya kita *menjaga image* kita agar dicatat kebaikan oleh malaikat.

 

✍ Hari Jumat adalah *hari raya pekanan umat Muslim*. Banyak keutamaan yang Allah berikan di hari ini. Ada masa mustajab doa khusus di antara ashar jelang maghrib di hari Jumat. Dan Rasul Saw bersabda , kekuatan seorang Muslim adalah berdoa. Jangan abaikan waktu mustajab doa yang Allah berikan di waktu-waktu utama.

 

✍ *Tiap Kamis sore* malaikat pekanan naik ke langit menyerahkan *buku laporan amal pekanan* hamba. Ini alasan mengapa Rasul Saw menyunnahkan shaum di hari Kamis, agar ketika malaikat pencatat amal ditanya oleh Allah ia sedang apa, malaikat akan menjawab kalau ia sedang shaum.

 

✍ Buku *catatan amal tahunan* hamba akan diangkat ke langit pada malam 15 Sya’ban (nishfu Sya’ban). Ini seperti laporan tahunan untuk menentukan kita naik kelas atau tidak di tahun selanjutnya. Keputusannya diberikan ketika malam Lailatul Qadar.

 

✍Ada bulan istimewa bagi umat Islam, bulan Ramadhan. Nama bulan yang khusus disebut dalam Alquran beserta keistimewaannya.

 

Selama bulan Ramadhan kita diberi kesempatan untuk *remedial dan mengambil nilai tambahan*. Allah beri diskon besar-besaran khusus selama bulan mulia itu. Dan semuanya dimulai dengan Alquran. Karena Ramadhan adalah bulan turunnya Alquran

 

✍Khusus di 10 malam terakhir di bulan Ramadhan, Allah buka kesempatan untuk meraih nilai yang berlipat ganda. Ada Lailatul Qadar yang dianjurkan untuk dikejar semampu kita. Bahkan dianjurkan tidak tidur semalaman. Nilainya setara dengan 1000 bulan.

Di malam inilah sebenarnya Allah menentukan apakah kita naik kelas atau tidak.

Penjelasan naik kelas atau tidaknya terekam nyata di amalan yang tertakdir kita jalani pada 11 bulan selanjutnya. Maka kita butuh catatan yang bisa menjadi tolak ukur kita mengevaluasi kelulusan kita di bulan Ramadhan kemarin.

 

✍ Allah beri 4 bulan khusus sebagai kesempatan melipatgandakan amalan. *Bulan di mana amalan sunnah diganjar pahala amalan wajib.* Apalagi amalan wajib? Bulan itu adalah bulan *Rajab, Dzulqa’dah, Dzulhijjah, Muharram* . Bulan Rajab berdiri sendiri diapit bulan Sya’ban. Lalu hadir bulan yang ditunggu2, bulan Ramadhan. Kemudian diselingi bulan Syawal, Allah beri lagi masa 3 bulan suci secara berturut-turut.

 

Bayangkan. Begitu sibuk seharusnya kita sebagai Muslim untuk memanfaatkan waktu yang padat ini.

 

Sekarang, pertanyaannya ….

❓Berapa dari kita yang membuat resolusi keluarga berdasarkan perhitungan tahun hijriah?

 

Sebagai wanita, sebaiknya kita berpegang kepada ajaran Nabi Muhammad Saw yang menegaskan adanya 3 amalan utama wanita.

 

❓❤Apa Ganjarannya? *Diperbolehkan masuk surga _dari pintu manapun_ yang ia sukai!* ❤

 

Kita pegang dulu rewardnya ya. Itu goal setting kita.

 

❓Lalu, apa amalan utama itu?

 

*3 Amalan Utama Wanita*

1. Shalat tepat waktu ( bahkan tak perlu shalat Sunnah!)

2. Shaum di bulan Ramadhan (bahkan tak perlu shaum Sunnah!)

3. Menjaga kemaluan ( ga boleh genit kepada selain suami, menjauh dari jalan zina. Menjaga syahwat raga agar tak kebablasan dalam bergaul, termasuk ga boleh genit jempol yaaa…😎 )

4. Taat kepada suami (harus sesuai syariat agama. Menjaga syahwat akal agar tetap bisa memuliakan suami sebagai qowwam)

( HR Ahmad).

 

Para wanita juga perlu mengetahui *8 pintu surga*, agar kita bisa PAHAM betapa beruntungnya kita bisa memilih masuk surga dari pintu manapun, tanpa perlu ke luar rumah, tanpa perlu lelah beramal yang levelnya sunnah apalagi mubah. Cukup konsisten menjaga iman dengan keempat amalan wajib di atas hingga maut menjemput, insyaAllah surga itu pasti diberikan. Itu janji Allah. Janji yang pasti kebenarannya.

 

❗Perhatikan! Kita kaum wanita tak dibebani amal harus keluar rumah untuk bisa mendapatkan ganjaran surga!

Dua amalan pertama berhubungan dengan interaksi pribadi kita dengan Allah. Dua amalan terakhir berhubungan dengan kaum lelaki, baik yang mahram atau bukan mahram. Khususnya kepada suami.

 

Jadi, bagi wanita, memang amalan utamanya berhubungan dengan ibadah kepada Allah, lalu menjaga akhlak kita kepada suami.

 

Jadi, kalau untuk diri sendiri, kita kaum wanita itu dimudahkan meraih surga.

 

Sedangkan kalau buat kaum lelakinya ada banyak pilihan amalan utama, tapi dari kondisi zaman sekarang, hadits ini sangat relevan untuk diamalkan di keluarga:

 

*3 Amalan Utama Lelaki*

1. Shalat Tepat Waktu (Berjamaah Di Masjid)

2. Bakti kepada orangtuanya ( menafkahi ortu, tiap tahun berkali lipat jumlah dan kualitasnya)

3. Berjihad di jalan Allah ( kuantitas dan kualitas harta, fisik, keterampilan bela diri, keilmuan, dll harus mumpuni).

(HR Muttafaq’alaihi)

 

Nah, jika kita satukan kedua amalan utama bagi beda gender di atasi kita akan ketemu poin utama resolusi keluarga yang bisa membawa kita ke surga.

 

Coba kita simak dari Alquran, ciri2 orangtua yang sedang mempersiapkan keluarganya menjadi orang sukses. Buka surah *Al Furqan QS 25: 63-74.*

 

Di situ dijelaskan secara detil syarat2 agar bisa menjadi ortu Solih dan siap mencetak keturunan yang mampu menjadi pemimpin orang-orang bertakwa.

 

Bukankah itu target dari semua kelelahan kita di dunia? Agar bersebab upaya kesolihan kita, keturunan kita dipercaya oleh Allah untuk menjadi *Pemimpin Orang2 yang Bertakwa* ?

 

Dan untuk mencapai derajat kesuksesan itu (mendidik anak hingga layak menjadi pemimpin orang yang bertakwa) ternyata Allah mensyaratkan berbagai akhlak mulia dan amalan sunnah:

 

1. Rendah hati. Menyapa orang bodoh dengan ‘salam’

2. Tahajud

3. Berdoa mohon perlindungan dari neraka jahannam.

4. Berinfak sewajarnya.

5.Tidak syirik, membunuh, berzina, memberi kesaksian palsu (menghindari dosa besar)

6. Bila melakukan dosa, bertobat dan berbuat kebajikan

7. Menghindari orang/lingkungan yang tak berfaedah

8. Mudah menerima nasihat agama

9. Berdoa untuk kebaikan pasangan dan keturunan. Memohon diberi kepercayaan menjadi pemimpin orang-orang yang bertakwa

 

Jika kita fokus membuat resolusi keluarga yang berhubungan langsung dengan Allah, maka dengan sendirinya rencana-rencana kecil duniawi akan mudah dijalani.

 

❗Jadi, apa *Resolusi Spiritual Keluarga* yang harus dibuat?

 

1⃣ Pastikan seluruh anggota keluarga siap shalat Subuh berjamaah setiap hari. Bagi lelaki wajib di masjid

2⃣Pastikan anggota keluarga berlatih MENJAGA WUDHU setiap hari, sebagai benteng diri dari berbagai godaan syahwat ( pandangan, pendengaran, pikiran, makanan, dll) dari dalam diri atau luar diri

Bagi yang punya bayi/batita, ibu biasakan basuh anak untuk berwudhu setelah memandikan anak. Ini upaya melindungi anak dari berbagai gangguan termasuk sihir juga

3⃣Pastikan keluarga meluangkan waktu minimal 5 menit sehari untuk membacakan Al-Qur’an dan artinya kepada anggota keluarga (terutama kaum ayah yang berkewajiban membacakan Al-Qur’an kepada keluarga. Dalilnya ada di QS 2:151).

Pilih waktu utama: setelah subuh/jelang Antara maghrib-isya/sebelum tidur

4⃣Ayah (atau ibu) biasakan shalat tahajud dan tilawah Al-Qur’an di sisi anak yang sedang tidur. Cukup 2 rakaat sehari, namun rutin dilakukan

5⃣ Biasakan mengucap salam penuh senyum kepada anggota keluarga, setiap hari.

6⃣Biasakan memanggil anak dan pasangan dengan panggilan khusus kesayangan

7⃣Biasakan mendoakan pasangan dan anak SETIAP HARI sebelum berangkat beraktivitas.

8⃣ Buat skala prioritas waktu bersama keluarga. Bikin highlight.

Pastikan, waktu bersama keluarga itu lebih banyak berhubungan dengan Alquran dan Assunnah ( shalat bersama, saling membacakan Al-Qur’an, belajar Alquran, berkisah Alquran/siroh nabi/sahabat/ulama, belajar bahasa Arab/hadits/menulis atau menyalin Alquran/belajar fiqih, dll)

 

Contoh :

Pembagian waktu 24 Jam

◾Quality Time with Allah :…. jam

(shalat wajib dan sunnah, tilawah, hafalan, dzikir, baca buku agama)

◾Quality Time with Family : …. jam

( Shalat bersama, tilawah bersama, baca buku bersama, ngobrol santai, tahajud bareng, kemping keluarga, dll)

◾Kerja/Sekolah : …. jam

(buat ibu2 : waktu urus rumah, online, urus anak, belajar, dll)

◾Human need : ….. jam

( makan, mandi, tidur, beberes rumah dll)

◾Wasting time :…..jam

(main games, bengong, nonton, gosip, baca medsos tanpa tujuan, dll)

 

9⃣ Perlakukan hari Jumat sebagai hari istimewa untuk keluarga. Pastikan hanya amal baik, perkataan baik dan segala yang baik yang diupayakan hadir di hari itu.

 

🔟 Semua target duniawi yang dibuat, pastikan dibarengi dengan prasyarat amal wajib dan sunnah terlebih dahulu. Pastikan target2 itu termasuk dari bagian menjalani amal wajib dan sunnah yang diperintahkan Allah dan Rasulullah Saw.

 

Contoh :

2019 Punya toko online sendiri

Tujuan :

bisa menafkahi bulanan ortu 5X h besar dari tahun lalu

bisa berzakat 2x lebih banyak dari tahun kemarin

bisa menyantuni 2 anak yatim dari pihak keluarga

Syarat :

Shalat 5 waktu tepat waktu

Shalat tahajud minimal 2 rakaat 3 x sepekan

Tilawah Al-Qur’an dan baca artinya 1 juz/hari

Memahami fiqih muamalah dengan baik

Dzikir pagi dan petang

shalat Dhuha minimal 6 rakaat tiap hari

Sungkem/salam/beri nafkah/hadiah ke ortu tiap pagi, mohon doa tiap hari

Melibatkan pasangan dan anak dalam berusaha

 

Jika kita fokus membuat resolusi keluarga yang isinya *_memperbaiki hubungan anggota keluarga dengan Allah_ * , insyaAllah akan terasa banyak kebaikan yang ternyata jauh lebih baik dari yang kita rencanakan. Akan terasa betapa semua rencana duniawi yang sudah dicanangkan ternyata direvisi langsung oleh Allah, diperbaiki dan disempurnakan.

 

❓Apa ciri-ciri jika resolusi tahunan kita membawa ke surga?

 

🌷Sejak awal, hati kita diberi ketenangan

🌷Kita diberi optimisme dalam menjalani hari-hari

🌷Kita diberi kesehatan lahir dan batin

Kita diberi kekuatan untuk berbuat baik

🌷Kita diberi pertolongan berupa keluarga/sahabat yang membantu kita mencapai mimpi

🌷Kita diberi nikmat untuk mampu mensyukuri setiap kebaikan yang diterima

 

 

Mari kita cek kondisi hati kita…di tanggal 22 Januari 2019 ini, sudahkah kita mencatat *berapa banyak rasa syukur* yang telah kita lantunkan kepada Allah, karena Allah telah membuka begitu banyak jalan bagi kita untuk mencapai mimpi tahun ini?

 

_Bersyukurlah, maka akan Aku tambahkan nikmat bagimu. (QS 14:7)_

 

Allahu a’lam

2 pemikiran pada “Yuk Buat Resolusi Keluarga Yang Membawa Ke Surga”

Tinggalkan komentar