TIPS MENGAJARI ANAK MENULIS CERITA

Salah satu yang mendorong anak agar gemar menulis cerita adalah mengasah daya Imajinasi anak. Anak yang imajinasinya berkembang, kelak akan menjadi anak yang cerdas, kaya akan ide, gagasan serta mengasah mereka untuk berfikir kreatif. Berikut ini beberapa tips yang saya bagikan agar anak gemar menulis cerita.
Pertama, kepung mereka dengan buku cerita. Belilah buku cerita terutama cerita bergambar. Buku-buku cerita itu akan mendorong anak-anak untuk membaca. Rasa ingin tahu mereka akan muncul tatkala ada banyak buku ceirta yang ada disekitar mereka. Rangsanglah mereka untuk membaca terutama buku-buku tentang dongeng atau cerita anak. Buku cerita itu akan memperkaya kota kata, alur cerita dan Imajinasi. Carilah buku yang menarik minat baca mereka. Sering-sering mengajak mereka ke toko buku. Biarkanlah mereka memilih buku cerita yang mereka sukai. Saat anak gemar membaca, itu artinya input telah ia peroleh. Nah, sekarang tinggal bagaimana kita merangsang outputnya berupa tulisan cerita karya mereka sendiri.
Kedua, seringlah mendongeng. Menceritakan atau mendongeng sesuatu itu artinya memberikan banyak informasi tentang banyak hal. Ini termasuk proses input. Mendongeng mendorong daya imajinasi anak tumbuh pesat, memperbanyak kosa kata dan memberikan jalan bagaimana proses bercerita itu. Semakin banyak kita mendongeng semakin siap mereka membuat cerita.
Ketiga, ajak ia untuk bercerita. Pancinglah ia untuk menceritakan sesuatu misalnya pengalaman di tempat rekreasi, cerita di sekolah, film yang baru saja mereka tonton, ketika mereka bermimpi atau cerita-cerita hasil imajinasi orisinil yang mereka lakukan. Biarkanlah mereka berimajinasi sesuka hati karena itu berarti ia telah siap untuk membuat cerita. Karena cerita atau dongeng itu berbasis pada imajinasi. Terkadang kesalahan orang tua adalah tidak mendengarkan saat anak bercerita. Ia menangkap cerita anak itu angin lalu, maka tak perlu di dengar, ditanggapi, apalagi direspon. Jika kita tidak merespon positif cerita mereka maka mereka akan malas bercerita dan tujuan awal membuat mereka mampu menulis cerita pupus sudah. Itu karena motivasinya hancur, Imajinasi tidak berkembang disebabkan keenganan kita sebagai orang tua untuk mendengarkan cerita mereka.
Keempat, rangsang dengan hadiah. Nah, sekarang mulailah untuk mengajak anak menulis cerita. Sebagai awalan rangsanglah mereka dengan hadiah. Misalnya saat mereka mampu menulis cerita apa saja entah cerita pengalaman di sekolah, pengalaman wisata, mimpi, atau cerita imajinasi mereka sendiri. Saat mereka mampu menulis misalnya 10 cerita berikan hadiah. Semakin sering mereka menulis cerita maka semakin mereka mahir dalam membuat cerita. Ingat practice make perfect.
Kelima, apresiasi karya mereka. Engkau bisa menempel di dinding cerita-cerita yang telah mereka buat. Engkau bisa kumpulan cerita itu lalu engkau jadikan buku. Datanglah ke percetakan, jilid karya mereka dan jadikan kumpulan cerita itu menjadi buku.
Terakhir, pada saat nya nanti. Saat cerita yang mereka buat berkembang sangat pesat maka saat itulah engkau bisa mengirim cerita itu ke penerbit. Saat buku itu diterbitkan saat itulah engkau berhasil mendidik anak untuk menghasilkan karya sebuah buku. Apakah berhenti sampai disini, tentu saja tidak. Engkau harus termotivasi untuk mendorong mereka membuat buku-buku yang lain. Insha Allah, saat itu lahirlah seorang penulis hebat yaitu anak kita.

Leave a Comment