SOLUSI IBU BEKERJA

Beberapa hari yang lalu saya ikut seminar yang membahas tentang pendidikan anak. Pembicara mengatakan bahwa seorang ibu bekerja itu dipastikan akan menelantarkan anak-anak mereka maka mereka menganjurkan para ibu untuk tinggal dirumah mendidik anak-anak dengan lebih baik. Pembicara mengatakan tidak mungkin seorang ibu bekerja sukses di keduanya yakni mendidik anak dan karier. Pasti salah satunya gagal. Jika karirnya sukses pasti keluarganya yang gagal. Jika fokus ke keluarga pasti karirnya yang gagal. Selain itu, pertimbangan anak menjadi salah satu alasan kenapa mereka memutuskan untuk berhenti bekerja. Namun menganjurkan para ibu bekerja untuk berhenti bekerja tanpa konsep pengembangan ibu yang jelas dan matang saat mereka menjadi ibu rumah tangga bukanlah saran yang bijak.
Coba lihat di lingkungan sekitarmu. Banyak para ibu rumah tangga yang malah tidak mendidik anak-anak mereka dengan baik. Anak-anak itu dibiarkan bermain dan dan terlantar. Mereka hanya sekedar mengingatkan untuk makan ataupun tidur siang. Ada juga yang keluarganya berantakan, waktu mereka tidak digunakan untuk hal yang produktif mendidik anak, mengembangkan diri tapi terbuang percuma. Mereka menghilangkan kejenuhan sebagai ibu rumah tangga dengan bermain game, nonton TV tanpa kenal waktu, asyiik dengan hp, terbuai dengan chat di sosmed, ataupun menambah tumpukan dosa dengan ngrumpi dengan tetangga membicarakan gosip artis atau keburukan tetangga yang lain, fitnah dan lainnya. Yang menjadi penekanan disini adalah saat menjadi ibu rumah tangga harus disiapkan dengan sebaik-baiknya. Jangan sampai keputusan menjadi ibu rumah tangga menjadi penyesalan, karena tidak mampu merubah kondisi, tidak optimal dalam mendidik anak karena urusan rumah tangga sebagaimana yang diharapkan sebelumnya. Untuk lebih jelas mengenai persiapan saat memilih menjadi ibu rumah tangga bisa membaca tulisan saya sebelumnya yang berjudul saat engkau memilih menjadi ibu rumah tangga.
Ada banyak contoh keberhasilan seorang ibu bekerja yang , mendidik anak-anaknya dengan baik misalnya seorang ibu anggota DPR yang mampu mendidik 13 anaknya menjadi anak yang hebat. Ada juga ibu yang sangat aktif berdakwah tapi mampu menjadikan 10 anaknya menjadi penghafal Al Quran. SIlahkan baca di media banyak ibu pekerja yang mampu menyeimbangkan antara pekerjaanya dengan keluarga. Baiklah, sekarang saya akan fokus untuk menguraikan bagaimana menyeimbangkan antara profesi dan keluarga bagi ibu bekerja.
Pertama dan paling utama adalah niatkan bahwa engkau bekerja hanya semata-mata untuk meraih ridhoNya, cinta kasih dan rasa sayangNya. Niatkan engkau bekerja dengan penuh keikhlasan, tidak melakukan penyimpangan dan menyebarkan kebaikan. Karena jika bukan dirimu yang ada diposisi itu boleh jadi akan diisi oleh orang lain yang bahkan akan membawa keburukan. Niatkan bahwa engkau bekerja untuk membantu ekonomi keluarga, menyebarkan kebaikan di lingkungan kerja, membantu memberikan pendidikan yang terbaik dan dengan ilmu dan kelebihan rezeki yang engkau dapatkan, engkau dapat membantu lebih banyak lagi orang yang membutuhkan. Hati-hati jangan sampai karirmu dan pekerjaanmu membuatmu sombong, angkuh, merendahkan, meremehkan, menghina, berkata kasar dan dengan nada tinggi, tidak mau melayani, tidak mematuhi suamimu bahkan sampai mengkhianatinya. Karirmu jangan membuatmu durhaka kepada suamimu. Ingatlah seorang istri yang masuk neraka karena membuat suaminya tidak ridho. Mintalah keridhoan suamimu saat engkau bekerja. Insha Allah dengan keridhoan suami, menjadi kendaraanmu menuju surga yang engkau bisa masuk melalui pintu manapun.
Kedua, share mimpi. Berdiskusilah dengan suami apa kira-kira yang menjadi mimpi keluarga. Berkomitmenlah walaupun engkau seorang ibu bekerja tapi engkau juga bisa sukses dalam membina rumah tangga, mendidik anak dan mampu bermanfaat bagi masyarakat. Apa mimpimu diskusikan dengan suami. Apa mimpi untuk anakmu, apakah engkau ingin ia menjadi penghafal Quran, menjadi pemimpin masa depan, menjadi pengusaha sukses, penulis inspiratif atau profesi tertentu. Apa mimpi untuk dirimu, apa mimpi untuk keluargamu. Diskusikan mimpimu dan jadikanlah itu sebagai mimpi keluarga. Tunjukan bahwa walaupun engkau seorang wanita bekerja engkau mampu menjadikan keluargamu hebat, anak-anak sukses, bermanfaat bagi masyarakat. Mimpi itulah yang akan mengubah orientasimu. Sebagian besar waktu, energi dan tenagamu akan engkau upayakan untuk meraih mimpimu. Engkau belajar bagaimana mengelola waktu dengan baik. Engkau akan berusaha mengisi setiap detik waktu menjadi produktif. Engkau akan terhindar oleh aktivitas yang melalaikan, yang membuang-buang waktu, engkau akan selamat dari para pencuri waktu. Semua berawal dari mimpi dan komitmen dalam meraih mimpi.
Setelah menetapkan mimpi, yang ketiga berilmulah. Belajarlah bagaimana membangun keluarga yang bertakwa dan harmonis, cara mendidik anak agar kelak menjadi anak yang pintar, sholeh, baik dan bermanfaat, kembangkan kompetensimu agar engkau bermanfaat baik di lingkungan kerja atau lingkungan masyarakat. Belajarlah apapun yang mampu memberi manfaat untukmu dan masyarakat. Insha Allah dengan ilmu yang engkau kuasai, niatkan untuk kebaikan baik di lingkungan kerja maupun masyarakat maka itu akan menjadi sumber-sumber pahala yang mengalir.
Keempat, jadikanlah waktumu berkualitas. Jadikanlah waktumu berkualitas baik saat bekerja atau saat bersama keluarga. Isi waktu-waktumu bersama keluarga dengan kualitas yang terbaik. Bekerja samalah dengan suami. Saat pulang kerja, berupayalah ditengah-tengah rasa capek dan lelah untuk bermain yang membuat mereka tertawa bahagia, menemaninya belajar, mengajak mengaji, mendongeng sebagai pengantar tidur mereka. Ingatkan suami untuk senantiasa sholat di masjid dengan mengajak serta anak-anak terutama anak-anak laki-laki. Menjelang tidur ingatkan seluruh anggota keluarga untuk berdoa, mendoakan orang tua. Keesokan hari, ajaklah anak-anak mengaji, lalu buatkan mereka menu yang sehat dan variatif dan doakan saat mereka berangkat ke sekolah. Hari libur, harus diisi dengan aktivitas yang lebih berkualitas. Engkau bisa berolah raga bersama, membangun silaturahmi, mengajak ikut pengajian, mengajari membuat cerita, mengajak ke anak yatim untuk bersedekah. Sering-sering gunakan waktu untuk berdialog. Nasehati dengan baik. Tak lupa sering-seringlah mendoakan agar anak yang engkau tinggalkan selamat dalam lindungan Allah, dan kelak menjadi anak-anak yang sholeh, cerdas dan bermanfaat.

Kelima, jika mimpimu sukses karir dan sukses keluarga maka engkau butuh fisik yang prima. Karena engkau super woman. Hari sabtu dan minggu gunakan sebagian waktumu untuk berolah raga minimal berlari, jalan cepat atau bersepeda. Engkau juga butuh makanan yang menjaga badanmu agar fit. Tapi bukan obat kimia atau pun minuman berenergi yang dijual di pasaran. Jagalah vitalitas tubuhmu dengan makanan dan minuman yang alami. Lalu jagalah tubuhmu dengan mengikuti sunah-sunah rasul seperti puasa, mandi sebelum subuh, minum madu dan lainnya. Istirahatlah yang cukup dan banyak makan sayur dan buah. Tidur di awal agar bisa bangun menunaikan sholat malam. Di kantor, berolah ragalah dengan cara lebih sering menggunakan tangga, berjalan sholat di masjid, serta berjalan dengan lebih cepat.
Keenam, pilihlah sekolah full day yang terbaik untuk anak-anakmu. Sekolah terbaik tidak harus mahal. Sekolah yang terbaik adalah sekolah yang mengintegrasikan antara kebutuhan dunia dan akherat. Bukan sekolah yang mementingkan dunia, mengajar prestasi, tanpa memperdulikan akhlak dan memperhatikan ilmu agama. Kenapa full day, karena tidak ada interaksi anak dengan orang tua di siang hari, sehingga orang tua tidak bisa mengontrol apa yang anak lakukan. Lebih baik, mencari sekolah full day yang terbaik agar waktunya banyak di sekolah dan berinteraksi dengan hal-hal yang baik di sekolah. Insha Allah kalau lingkungan sekolah itu baik maka anak itu akan baik.

Leave a Comment