KERJA UNTUK MENCARI RIDHO ALLAH

Semua berawal dari niat. Ketika niatnya sudah benar maka pekerjaan yang engkau lakukan itu akan bernilai dihadapan Tuhan dan akan mendapatkan pahala ibadah. Jadi dalam menghadirkan spiritualitas kerja di dalam pekerjaan yang pertama adalah niat yang benar. Jika niat belum benar maka perbaiki niat supaya benar. Terkadang niat itu juga bisa berubah ditengah-tengah jalan. Maka harus sering-sering memperbaiki dan meluruskan niat supaya selalu benar. Terkadang niat yang menyimpang itu muncul ditengah-tengah maka ketika engkau ingat, segera saat itu pula engkau harus perbaruhi niat itu. Setelah niat, maka perlu engkau sempurnakan dengan aktivitas-aktivitas rutin. Engkau bisa meluangkan waktu untuk aktivitas yang meningkatkan hubungan vertikal dengan Tuhan Yang Maha Pencipta. Engkau hadirkan Tuhan dalam setiap aktivitas yang engkau ilakukan. Seseorang yang berintegritas itu adalah seseorang yang menghadirikan Tuhan dalam setiap aktivitas yang dia lakukan. Dengan menghadirkan spiritualitas di tempat kerja, hidup akan lebih mudah, lebih lapang dan lebih berkah. Ujung semuanya adalah keridhoan Tuhan dan surga sebagai balasannya. Agar kerja bernilai ibadah maka niat bekerja untuk mencari ridho Tuhan, menghadirkan Tuhan dalam setiap aktivitas, mencari pekerjaan yang halal dan baik, profesional dan bertanggung jawab serta tidak melalaikan kewajiban kepada Tuhan. Jangan sampai kesibukkan bekerja sehingga menunda beribadah, bagi umat muslim khususnya sholat 5 waktu. Jangan sampai kesibukan bekerja menunda sholat maka bisa jadi tidak berkah. Berapa gajimu hingga engkau rela meninggalkan sholat berjamaahmu di masjid. Padahal nikmat oksigen tidak mungkin engkau bayar dengan seluruh penghasilanmu.
Kenapa engkau butuh melibatkan Tuhan dalam setiap perencanaan dan dalam segala aktivitas sebab engkau tidak tahu apa yang akan terjadi esok hari. Hanya Tuhanlah yang tahu hari esok sedangkan dirimu tidak maka melibatkan Tuhan dalam setiap perencanaan menjadi penting supaya hari esokmu menjadi lebih baik. Lalu waktu tidak bisa diulang. Maka libatkan Tuhan agar waktu-waktumu menjadi waktu yang banyak memberimu manfaat dan berpahala bukan waktu yang sia-sia bahkan waktu yang menambah pundi dosa. Kenapa engkau melibatkan Tuhan, jawaban yang lainnya adalah karena manusia itu makhluk yang lemah dan gampang sekali terjerumus dalam tindakan yang nista maka engkau perlu Tuhan untuk memberimu kekuatan saat musibah datang, memberi bimbingan dan senantisa menuntunmu ke jalan yang lurus. Jadi, libatkan Tuhan dalam setiap urusanmu, kembalikan kepadanya masalah yang engkau hadapi. Keberhasilanmu sangat tergantung dengan bagaimana caramu menyerahkan diri padanya dan senantiasa mendekatkan diri padaNya. Karena engkau tidak tahu masa depan maka libatkanlah Tuhan dalam setiap perencanaan yang engkau lakukan, Insha Allah apapun hasilnya itu yang terbaik.

Leave a Comment