HIDUP BUKAN LAGI TENTANG DIRIMU SENDIRI

Masihkah engkau berpikir, hidup ini hanya untuk kepentingan dirimu sendiri. Engkau hanya memikirkan dirimu saja. Tengoklah usiamu saat ini, sudah kepala tiga, empat atau bahkan lima. Ckckck… usia segitu masih saja memikirkan diri sendiri. Engkau masih saja seperti yang dulu. Hanya mementingkan dirimu sendiri. Engkau hanya berpikir bagaimana membeli mobil yang lebih mahal. Engkau terus berpikir bagaimana menambah jumlah rumah yang mewah. Engkau berpikir bagaimana membeli baju, tas, sepatu, jam tangan yang branded dengan harga puluhan juta. Engkau berpikir bagaimana liburanmu di luar negeri, negara mana yang belum pernah engkau kunjungi, tempat mana yang belum engkau singgahi. Engkau masih berpikir, hidup ini hanya untuk kepentingan dirimu sendiri. Begitu seriuskah kamu untuk menggapai semua keinginan itu. Luar biasa, iya saya hanya mengucapkan luar biasa sekali dirimu itu.
Hidup bukan lagi tentang dirimu sendiri. Apakah engkau tahu, siapa sebaik-baik manusia itu. Coba sekarang dengarkan pesan nabi ini baik-baik. “Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia” (HR. Ahmad, ath-Thabrani, ad-Daruqutni. Hadits ini dihasankan oleh al-Albani di dalam Shahihul Jami’ no:3289). Ketahuilah sebaik-baik manusia itu adalah yang paling bermanfaat bagi manusia. Sekarang tengoklah dirimu, lihat dirimu. Lihat sekali lagi dirimu. Seberapa besar kebermanfaatanmu kepada orang lain. Berapa persen penghasilanmu yang engkau infaqkan kepada orang lain. Sepuluh persenkah, lima persenkan, dua setengah persenkan atau jangan-jangan tidak sepeserpun penghasilan yang engkau peroleh, engkau infaqkan. Pelit dan kikir sekali engkau. Engkau sadar atau tidak sih, siapa yang memberi banyak rezeki kepadamu. Hemmm… bener itu hasil jerih payahmu sendiri, yakin itu hasil kerja kerasmu, hasil usahamu. Lho kok kamu seperti Qorun sih. Nggak takut kena azab. Coba ingat yang Allah firmankan “Qorun berkata: “”Sesungguhnya aku hanya diberi harta itu, karena ilmu yang ada padaku.” Dan apakah ia tidak mengetahui, bahwasanya Allah sungguh telah membinasakan umat-umat sebelumnya yang lebih kuat daripadanya, dan lebih banyak mengumpulkan harta? Dan tidaklah perlu ditanya kepada orang-orang yang berdosa itu, tentang dosa-dosa mereka.” (QS Al-Qashash : 78). “Maka Kami benamkanlah Qorun beserta rumahnya ke dalam bumi. Maka tidak ada baginya suatu golonganpun yang menolongnya terhadap adzab Allah. Dan tiadalah ia termasuk .orang-orang (yang dapat) membela (dirinya)” (QS. Al Qashash : 81). Maka berhati-hatilah, jangan sampai engkau dijuluki orang yang kufur nikmat. Semua yang engkau dapatkan itu atas kuasa Allah. Ingatlah Firman Allah ini “… dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya adzab-Ku sangat pedih” (QS. Ibrahim: 7).
Lalu bagaimana perasaanmu saat melihat dan mendengar, bencana ditempat yang lain. Di belahan bumi yang lain, terjadi bencana alam gunung meletus, kelaparan, kehancuran akibat perang dengan tubuh korban yang membuat miris dan menyayat hati. Perhatikan dirimu, perhatikan perasaanmu. Apakah engkau masih saja cuek dengan mereka. Apakah hatimu masih belum tersentuh dengan gambar anak-anak kecil korban perang di belahan bumi yang lain. Terbuat dari apa hatimu itu. Mungkin karena mereka bukan anak-anakmu, iya kan.
Baiklah sekarang lihat sekelilingmu, tetanggamu, orang-orang di sekitarmu. Bagaimana kondisi mereka. Berjalanlah keluar tengoklah rumah-rumah kumuh yang sebenarnya membutuhkan pertolonganmu. Tapi engkau biasa saja tuh. Tidak ada rasa kasihan, tidak ada rasa prihatin melihat itu semua. Kenapa hatimu bebal sekali untuk bergerak membantu mereka. Jangan berapologi, engkau sendirian tidak mungkin membantu mereka. Lihat ya, lihat baik-baik, banyak sekali lembaga bantuan sosial yang berserakan dimana-mana. Engkau bisa infaqkan sebagian rezekimu, atau engkau sedekahkan barang bagus yang tidak engkau pakai melalui lembaga-lembaga itu. Lakukanlah, saya hanya ingin engkau berubah menjadi sosok yang lebih mulia, sosok manusia terbaik sebagaimana pesan nabi dengan menjadikanmu orang yang bermanfaat kepada orang lain.
Sekarang lihatlah kondisi bangsamu. Narkoba berserakan dimana-mana mengancam anak-anakmu. Pergaulan bebas, seks bebas, kehidupan hedonis mengancam jiwa anak-anakmu. Belum lagi penyakit LGBT. Sekarang coba jawab maukah kau melihat anakmu menjadi seorang gay. Tegakah engkau melihat anakmu terkapar bersimbah darah akibat tawuran. Coba perhatikan perasaanmu saat engkau tahu anak perempuan terkena penyakit terkutuk AIDS. Bergeraklah. Bergeraklah demi anak-anakmu kelak. Jangan diam saja. Jangan merasa anak-anakmu aman dari semuanya. Tidak, semakin merajalela penyakit-penyakit masyarakat itu semakin besar anakmu terancam. Jangan berpikir itu tugas pihak keamanan, tugas pemerintah. Tidak, itu tanggung jawabmu juga. Ayo bergeraklah jangan diam saja.
Pesanku hibahkan dirimu menjadi orang yang bermanfaat bagi orang lain. Hibahkan sebagian rezekimu, tenaga, waktu, energi, barang yang engkau miliki, ilmu yang engkau kuasai untuk kebermanfaatan bagi negeri tercinta ini. Jadikanlah dirimu sosok yang mulia dihadapanNya. Mulai saat ini, mantapkan dalam hatimu. Hidup bukan lagi tentang dirimu sendiri. Bantulah mereka maka Allah akan membantu segala keperluanmu sebagaimana pesan Nabi “Barangsiapa membantu keperluan saudaranya, maka Allah akan membantu keperluannya” (Muttafaq ‘alaih). “Barang siapa yang memudahkan kesulitan seorang mu’min dari berbagai kesulitan-kesulitan dunia, Allah akan memudahkan kesulitan-kesulitannya pada hari kiamat. Dan siapa yang memudahkan orang yang sedang dalam kesulitan niscaya akan Allah memudahkan baginya di dunia dan akhirat” (HR. Muslim). Sekali lagi, Hidup bukan lagi tentang dirimu sendiri.

Leave a Comment