DAMPAK DONGENG TERHADAP ANAK

Dongeng adalah salah satu cara untuk meningkatkan kecerdasan anak. Dongeng mendorong anak untuk berimajinasi. Imajinasi dalam pikiran anak dengan imajinasi saat kita mendongeng pasti berbeda. Tatkala kita bicara tentang hutan belantara yang gelap gulita, hening dan sunyi, imajinasi atau gambaran hutan belantara yang dipikirkan anak berbeda dengan imajinasi hutan belantara yang kita pikirkan sebagai pendongeng. Hal sama saat kita bicara taman indah, raksasa yang memyeramkan, istana mewah, sosok tuan putri, sosok harimau jahat yang ada dalam pikiran anak berbeda dengan apa yang kita pikirkan sebagai pendongeng. Pikirannya aktif untuk memvisualisasikan apa yang kita ceritakan. Hasil visualiasasi pikiran mereka tentu saja berbeda dengan apa yang kita pikirkan. Iya tho, iyalah.
Jika pikiran mereka terus diasah untuk berimajinasi melalui dongeng atau cerita maka otak mereka akan terangsang untuk berkembang sehingga mereka akan menjadi sosok anak yang lebih cerdas, lebih kreatif dan lebih banyak ide. Bandingkan saat mereka menonton TV. Menonton TV kurang mendorong anak berimajinasi. Karena cerita kartun yang ada di acara TV sudah digambarkan secara jelas tanpa perlu mendorong otak untuk berimajinasi bagaimana bentuk Mickey Mouse, Doraemon, Shiva, Thomas, dan cerita anak lainnya. Semua pohon, kereta, kota, hutan, sungai, karakter masing-masing tokoh telah tergambar dengan sangat jelas dalam tayangan televisi itu sehingga tidak membutuhkan pikiran untuk menggambarkan semua itu. Anak-anak tak perlu berimajinasi untuk mengenal berbagai karakter orang, bentuk benda dan situasi. Sebab semua itu telah divisualisasikan dengan jelas. Itulah bedanya. Cerita atau dongeng mendorong anak untuk berimajinasi. Semakin anak dilatih berimajinasi maka akar-akar syaraf otaknya semakin berkembang. Itu berarti anak tersebut semakin pintar, semakin kreatif, kaya akan kota kata dan memiliki banyak ide. Dongeng sangat penting dilakukan saat anak pada usia emas. Karena pada usia itu pertumbuhan otaknya berada pada titik maksimal. Usia emas pertumbuhan otak anak atau sering disebut Fase Golden Age adalah fase saat otak anak mengalami perkembangan yang paling cepat dalam masa pertumbuhannya. Kurang lebih 80% otak anak mengalami perkembangan pada usia 0-6 tahun. Maka untuk mendorong perkembangan maksimal otak anak agar semakin cerdas, imajinatif, kreatif maka seringlah mendongeng pada usia itu. Pikiran imajinatif akan mendorong seseorang untuk mampu berfikir analitik dan memiliki banyak ide. Usia itu juga usia paling baik untuk menanamkan karakter baik pada anak. Bentuk karakter anak melalui cerita-cerita yang kita sampaikan. Dalam cerita engkau bisa sampaikan seorang berkarakter baik seperti sifat jujur, berani, adil, baik hati. Engkau bisa menggambarkan karakter buruk misalnya sombong, pelit, nakal, ceroboh. Jangan lupa menceritakan dampak terhadap seseorang yang memiliki masing-masing karakter baik dan buruk. Cerita dan dongeng itu akan terus terpatri dalam hati anak, senantiasa diingat sampai mereka dewasa. Dongeng bisa menjadi bagian dalam membangun kepribadian anak.
Untuk meningkatkan pemahaman agama juga bisa melalui dongeng. Engkau bisa ceritakan sejarah nabi, sahabat, kisah orang sholeh, kisah orang hebat. Kisah-kisah itu menjadi teladan yang baik bagi pembentukan karakter mereka. Jadi, asahlah kecerdasan anak, bentuklah karakter anak, doronglah kreativitas anak dengan mendongeng.
Mendongeng juga mampu mendorong anak menguasai lebih banyak kosa kata. Iya betul sekali. Perbanyak perbendaraan kata anak melalui mendongeng. Sesekali ajak anak terlibat dengan dongeng yang kita ceritakan. Engkau bisa mendongeng sesuai imajinasimu tanpa harus membaca buku. Dongeng bebas tanpa harus merujuk pada dongeng-dongeng yang sudah terkenal seperi bawang merah bawang putih, timun mas dan lainnya. Ajaklah mereka untuk terlibat dalam dongeng yang engkau ceritakan. Misalnya tanyakan kepada mereka apa ide mereka agar pahlawan yang kita ceritakan itu bisa mengalahkan sang raksasa jahat. Hargai setiap ide dan solusi yang mereka kemukakan. Terkadang memang ide dan solusi yang mereka sampaikan tidak logis dan tidak rasional. Tapi tidak apa-apa namanya juga anak pasti akan bebas berpikir. Sering-seringlah melibatkan anak terhadap dongeng yang kita ceritakan, apapun idenya hargai sebab kita sedang mengasah daya imajinasi anak yang kelak akan membuat mereka lebih cerdas dan kreatif.

Leave a Comment