10.000 JAM

Mengutip buku Ustadz Felix Y. Siauw yang berjudul How To Master Your Habits, seseorang expert memerlukan belasan tahun. Dalam sebuah penelitian seseorang baru akan menjadi ahli dalam bidang yang dia pilih apablia telah berlatih selama 10.000 jam di bidang itu. Jika engkau berlatih selama 3 jam sehari maka engkau butuh waktu selama 10 tahun. Namun jika engkau ingin mempercepat keahlianmu menjadi 5 tahun maka engkau perlu meningkatkan latihanmu selama 6 jam sehari.
Lihatlah orang-orang hebat disekitarmu. Perlu berapa tahun seorang Lionel Messi dan Christiano Ronaldo menjadi seorang pemain hebat sejagat raya. Perlu berapa tahun seorang Tiger Wood menjadi seorang pegolf hebat. Perlu berapa tahun seorang Donnie Yen memerankan tokoh IP man yang melegenda. Perlu berapa tahun Novelis Tere Liye dan Habiburahman membuat Novel yang apik dan the best seller. Mereka berada pada level itu dengan usaha yang tidak mudah. Mereka belajar puluhan tahun untuk berada pada level itu. Lalu engkau bertanya, saya sudah bekerja selama puluhan tahun tetapi kenapa saya belum bisa menjadi expert.
Untuk menjawab pertanyaanmu coba jawab dulu 4 pertanyaan saya. Pertama, apakah engkau bekerja cerdas atau bekerja keras. Bekerja cerdas itu tatkala pekerjaanmu memiliki prospek yang menjanjikan dimasa depan. Misalnya engkau seorang developer aplikasi, penulis, wirausaha, trainer, pemain sepakbola, animator dan lainnya. Profesi-profesi itu memiliki peluang menjanjikan dalam hal pendapatan di masa depan. Sedangkan bekerja keras itu tatkala engkau bekerja berpuluh-puluh tahun namun hasilnya bisa engkau tebak. Penghasilan selama puluhan tahun itu menghasilkan pendapatan yang relatif sama. Misalnya bekerja sebagai penjaga mini market, buruh di pabrik, pekerja kantoran. Nah, sekarang jika engkau terlanjur di ranah kerja keras, apa yang seharusnya engkau lakukan. Jika engkau ingin ke ranah kerja cerdas maka engkau perlu merintisnya. Engkau tidak perlu keluar kerja sebagai pegawai kantor atau penjaga minimarket. Yang perlu engkau lakukan adalah menambah sebagian waktumu untuk menuju kerja cerdas. Kedua, coba perhatikan apakah puluhan tahun engkau bekerja, jangan-jangan hanya satu tahun engkau belajar selebihnya adalah hanya pengulangan. Kalau demikian wajar engkau tidak pernah menjadi expert karena yang engkau lakukan adalah sekedar pengulangan. Ketiga, coba rasakan apakah tiap tahun terjadi peningkatan atas karirmu. Jika sama saja maka engkau tidak sedang menjadi expert tetapi jika engkau merasa tiap tahun engkau merasa ada peningkatan maka engkau menuju kepakaranmu. Terakhir, coba ukur sampai dimana ketenaranmu, kepopuleranmu di bidang yang engkau kuasai. Jika engkau tidak popular maka engkau tidaklah expert. Namun jika engkau popular dan banyak orang memakai jasamu maka engkau melangkah menuju expert.

Leave a Comment