19 Tips Memilih Sekolah Anak (PG, TK, SD)

Dalam memilih sekolah untuk anak, kita perlu menentukan beberapa pertimbangan. Mulai dari apa saja?

1. Surveilah ke beberapa sekolah yang menjadi tujuan untuk membandingkan satu dengan yang lainnya. Amatilah ketika suasana belajar sedang berlangsung di dalam kelas dan suasana kantin ketika jam istirahat. Akhlak yang ditampilkan oleh pegawai, guru, dan murid-murid di sana bisa mempengaruhi akhlak anakmu melalui keteladanan.

2. Ajaklah anakmu untuk survei sekolah dan dengarkanlah pendapatnya. Libatkan anakmu dalam mengambil keputusan. Ajaklah anakmu berbicara dengan hatimu seperti apa keinginanmu dan perhatikanlah keinginannya dengan seksama. Jangan kedepankan gengsi kepada teman atau tetanggamu tapi jadilah pendengar yang baik untuk anakmu. Bicaralah kemudian dengarlah dengan tuntas.

3. Galilah informasi sebanyak-banyaknya tentang kelebihan dan kelemahan sekolah dari Kepala Sekolah, Guru, Wali murid (yang telah menyekolahkan anak di sekolah tersebut), dan masyarakat atau dengan berusaha sendiri seperti browsing dari internet. Amati sikap dari informan/pegawai sekolah bagaimana memperlakukanmu. Apakah mereka ramah dan helpful? Ataukah mereka cuek, tidak sabar, berlebihan atau merokok? Observasimu secara langsung akan menjadi informasi paling obyektif.

4. Perhatikanlah sistem belajar. Lebih baik memilih sekolah yang tidak membebani anak dengan tugas rumah atau ulangan yang terlalu banyak. Masa TK adalah masa bermain dan SD kelas 1 masih transisi dari masa TK. Beberapa sekolah bahkan menerapkan jam tidur siang untuk anak SD kelas 1 dan sengaja mendekatkan lokasi kelas 1 dengan kelas TK.

5. Pilihlah lokasi yang tidak terlalu jauh dari rumah. Jika harus mengalokasikan waktu di jalan, lebih baik memilih kendaraan yang paling nyaman untuk anak agar anakmu tidak kelelahan sehingga bisa lebih konsentrasi di sekolah. Misalnya sekitar 20 menit dengan naik becak. Jika engkau bisa mengantar jemput anakmu itu jauh lebih baik dan gunakanlah untuk ngobrol dalam perjalanan.

6. Pilihlah yang sesuai dengan visi dan misi keluarga. Misalnya mengutamakan pembentukan karakter islami/menanamkan nilai-nilai ketauhidan maka pilihannya adalah sekolah berbasis agama. Tapi semua tergantung visi dan misi keluargamu. Engkau bisa sekolahkan di sekolah internasional, sekolah nasional plus, homeschooling, sekolah negeri, sekolah swasta, dst.

7. Pelajarilah persyaratan dan kebijakan/aturan sekolah. Diskusikanlah dengan suami dan pihak sekolah. Tanyakan dan sampaikan jika ada hal-hal yang kurang jelas atau hal-hal yang kurang berkenan agar Bunda paham maksud dari kebijakan/aturan tersebut.

8. Pertimbangkan biaya sekolah. Biaya masuk yang besar tanpa biaya pendaftaran ulang ketika naik kelas ternyata ketika dikalkulasi jauh lebih hemat. Hitunglah dengan cermat dan perkirakan kesanggupan finansial kita.

9. Perhatikan sistem pendidikan dan cara pendekatan guru kepada (calon) murid. Kita bisa langsung melihat dari ekspresinya, nada bicara, pilihan kata dan bahasa tubuhnya. Gunakanlah fikiran dan hati untuk meyakinkanmu bahwa guru-guru tersebut tepat atau tidak untuk memaksimalkan potensi buah hatimu.

10. Amati secara langsung lingkungan belajar di sekolah. Jangan memilih sekolah yang dekat dengan jalan raya tanpa sistem keamanan pintu gerbang yang baik.

11. Jangan sia-siakan kesempatan free trial dari sekolah jika ada. Bunda perlu mengikuti kegiatan trialnya seharian hingga selesai untuk meyakinkan kenyamanan dan keamanan ananda.

12. Cari tahulah trackrecord sekolah. Galilah informasi dari berbagai sumber agar informasi yang Bunda dapatkan netral, jelas, dan akurat.

13. Tanyakanlah terkait perbandingan guru dan murid di kelas. Ini penting untuk mengukur bagaimana tingkat perhatian terhadap anakmu Bun. Jangan sampai anak merasa terabaikan di sekolahnya yang baru. Sekolah itu menyenangkan. Dia harus bahagia di sekolahnya.

14. Tanyakanlah terkait sistem pendidikan dan kurikulum sekolah. Pilihlah konsep sekolah yang ramah anak, sekolah yang menyenangkan dan tidak berorientasi kepada capaian nilai atau hasil akhir, tapi lebih kepada proses belajar sesuai karakter dan keunikan anakmu. Pilihlah sekolah yang ketika pulang sekolah semua anak tersenyum dan menangis ketika terlambat atau tidak bisa sekolah.

15. Lihatlah fasilitas dan sarana prasarana sekolah. Sekolah yang mempunyai area bermain seperti pasir, lapangan, dan permainan serta kolam renang turut mensuport perkembangan kecerdasan motorik, sosial, emosional dan kognitif anak. Kebersihan dan sistem keamanan sekolah lebih penting daripada kemewahannya. Bagaimana anak menunggu jemputan/sampai ke mobil jemputan sekolah, bagaimana kondisi toiletnya, dan bagaimana agar anak tidak jajan sembarangan.

16. Tanyakanlah kegiatan ekstrakurikuler untuk menunjang bakat anakmu. Tidak mengapa jika kegiatan ekstra kurikulernya tidak banyak, yang penting Bunda tahu minat bakat anak sehingga jika ekstrakurikuler tersebut ada di sekolahnya, potensinya bisa terwadahi dengan baik.

17. Berdoalah kepada Allah SWT agar bisa memilih sekolah dengan tepat. Allah lah yang paling mengetahui yang terbaik untukmu dan putra/putrimu Bun. Setiap sekolah pasti ada kelebihan dan kekurangannya. Setelah berdoa kepada Allah, yakinlah dan putuskan bahwa sekolah yang Bunda pilih adalah sekolah yang terbaik. Dukung program-program yang positif dan jadilah orang tua yang amanah. Kelemahan-kelemahan yang Bunda temui di sekolah nantinya, bicarakan kepada yang tepat untuk mencari solusi bukan jadi perbincangan yang asyik di kalangan wali murid. Sampaikanlah kepada Allah dan mintakan perlindungan dari segala hal yang tidak baik. Biarlah semua keberkahan mengalir untuk ananda.

Leave a Reply