Semai Waktu

Tak ada detik yang bisa kembali ke waktu itu.

Tak ada masa yang bisa kembali ke masa lalu.

Tak ada ucap yang mengulang kejadian dulu.

Terjadi…sudahlah berlalu.. tak usah diingat jikalau hanya merusak qalbu.
Jika ada terlintas tentang kebaikannya maka tuntunlah menjadi teladan.

Jika buruk dirasa dalam perjalanan, proses belajar pun telah dimulai diterapkan.

Sejatinya semua tak sempurna, baik buruk, lebih kurang adalah pelajaran berharga.

Dalam mencapai JannaNya memang banyak ranjau yang dicipta, banyak jurang terjal diarungi, banyak uji coba harus dilewati.
Via WA

R1: kak aku gag jdi rapat ya?

R2: kenapa? Katanya semalam mau ikut?

R1: gimana mau ikut, kunci rumah kakak bawa kan?

R2: hehe…kebawa. kamu kan yang masukin tas? ?

R1: enggak kak. Bukan aku
Masih berlanjut

R2: aku pulang ya

R1: iya

R2: jadi ikutan rapat?

R1: jadi. Kakak gmn?

R2: nganterin aja ya

R1: gag sekalian?

R2: liat nanti aja
Di rumah

R2: kuuy, jalan

R1: kuuuy
Di jalan

R1: kak ada yang lupa ya?

R2: apa?

R1: helem

R2: rizkaaaaa…

R1: hehe…balik lagi ya??

R2: iya.

R1: kak helem nya aku taroh dimana ya?

R2: lah kan yang makai kamu

R1: aku lupa naroh kak

R2: ingat lagi, kemana aja dibawa. Terakhir makai kapan?

R1: seingat ku waktu itu, yg ke pameran. Itu kapan ya kak?

R2: kapan ya? Selasa atau rabu? Trus abis itu kamu kemana?

R1: lupa kak?

R2: rizka…rizka…

R1: oh iya kak, mungkin di warteg kak. Soalny aku sempet makan disana. Tapi apa iya ya?

Gimana dong kak?

R2: ya udah liat dulu, kalau gag ada ya kepaksa beli lagi.

Huuft…rizka…rizka…

Makanya lain kali dinamain, kalau perlu dikasih nomor hape sekalian?
R1: nah bener kan kak ternyata ketinggalan di warteg.

R2: huuft… untung cuma kamu ya?

R1: ? gag boleh marah yow
Singkat perjalanan kau akan tahu siapa nahkoda dan siapa awak kapalnya. Perjalanan nan akan melelahkan namun kita lillahi karena Allah. Kapal kita tlah berlayar dideru ombak, pun angin yang tak kan berkesudahan. Kencangkan sabuk, waspada selalu, akan riak dan juga gelombang. Semua tak lama, ombak akan reda, dan gelombang pun akan surut.

Semua ada waktunya dan semua ada masanya berdamai akan waktu.
Terimakasih kapteen

#catatanharianistri

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *