Untukmu, yang pernah begitu ku perjuangkan

Harus ku akui,
Sosokmu pernah begitu ku cintai
Kehadiramu pun masih selalu ku nanti
Tetapi, tidak bisa ku pungkiri
Aku menyerah dalam perjuangan ini
Sebab luka hati tidak lagi mampu ku tahan sendiri

Jika ku ingat kembali ke masa silam
Aku tidak pernah berhenti untuk berjuang
Begitu banyak hal yang telah ku korbankan
Termasuk juga beragam kebodohan yang pernah ku lakukan

Memang benar,
Tidak sepantasnya ku katakan demikian
Terlebih lagi jika yang saat ini ku rasakan adalah kepingan penyesalan
Sebab siapapun akan membandingkannya dengan makna dari ketulusan
Namun luka yang kau berikan hanya terus menuai kepiluan

Kau takkan pernah tahu keadaan hatiku kini seperti apa jadinya
Lebih dari sekedar patah
Hancur…. Bahkan tak ada lagi bagian yang jelas menyimpan nama yang dulu pernah ada
Entah itu cinta, rindu, benci, atau yang lainnya, terlalu semu untuk ku rasa

Mencintaimu, menyayangimu, merindukanmu
Itu semua tidak pantas ku selalkan
Sebab segalanya bukanlah sebuah kesalahan

Aku menyesal,
Karena pernah melakukan begitu banyak kebodohan
Mencari tahu segala tentangmu diam-diam,
Berusaha untuk masuk ke dalam duniamu dengan beragam cara dan alasan,
Mengorbankan banyak hal hanya agar bisa menjadi sosok yang kau harapkan,
Bahkan juga bersikeras untuk tetap bertahan dalam keadaan yang sudah jelas begitu menyedihkan

Salahku,
Tanpa sengaja aku pernah meninggikan mimpi, harapan, juga khayalan
Termasuk balasan cinta dan tempat di hatimu yang sempat ku dambakan
Kini derai air mata sudah mulai berkurang
Sebab yang tersisa hanyalah besarnya rasa penyesalan?

Leave a Comment