SUDAH

Sudah 89 tahun
Sejak Leimena menyapa ramah Kartasoewirya
Mengerami telur emas bersama lainnya

Sudah 89 tahun
Sejak Sie Kong Liong ikhlas meminjamkan rumahnya
Namun kini kutengok teman-temanku berteriak usir cina

Sudah 89 tahun
Sejak ikrar pemuda nusantara tak tahan terus dihina Belanda
Namun kulihat kini arab batak minang dan jawa enggan duduk bersama

Sudah 89 tahun
Sejak Supratman menggesek harapannya dengan biola
Namun belum kudengar merdu dari tawa anak bangsa

Sudah 89 tahun
Sejak Soenario-Yamin berbual mengetikkan ide berlembar hingga jadi tumpukan syarah
Namun kini ketikan kami hanya protes tanpa arah, cacian atau serapah pada pemerintah

Sudah 89 tahun
Sejak Soegondo mengetuk palu
Namun nurani kami masih batu

Sudah berapa tahun
Sejak pelajar yang pergi ingin berbakti kembali
Namun kini berapa dari kami yang tidak ingkar janji

Ah, sudahkah lewat seratus tahun
Sejak gus dur mencari nasi menjadi kuli
Kulihat tetap maling dan korupsi tak dianggap sama mencuri

Ah, perlu berapa tahunkah
Sejak poetra dan poetri mengaku satu
Hingga hati kami nanti benar-benar bisa berpadu

Leave a Comment