Rindu sujud

Menjelang terbenamnya matahari
Hati ini semakin gaduh melihat eksakta tempat
Setajam mata melihat . .
Turunlah hitam kelabu yang membuat hancur lebur

Mata kosong seolah nyaring dalam kesunyian
Merenung, renungilah
Alhasil belum menemukan-Nya

Menenggak setetes air
Serasa licin dalam tenggorokan ini
Ku garuk-garuk
Tapi,
Mengalir setetes darah suci

Selang waktu berganti detik
Wau,
Kelihatan oportunisme, oportunis semakin rancu
Satu saja cukup

Aku lupa
Bagaimana membakar hati
Tuk jadikan keos-keos waktu
Aku mencari-Mu
Seiring sepi kelabu hati
Di sela-sela waktu senggangku
Aku menemukan keajaiban

Alhasil, hilang sesaat
Aku bingung
Melihat sepi sekeliling ruang

Aku berjalan, menuju sumber mata air
Kuambil setetes demi setetes air itu
Kan ku usapkan dalam wajah ini

Aku mulai rindu
Seberapa beratnya sujudku pada-Mu
Tolong, kembalikan tempat ibadahku

Leave a Comment