Salam kepada manusia Kota

Orang-orang kota kenapa berlalu begitu saja? Membuang pagi lewat cerobong kendaraan yang dipanaskan Melalaikan denting cangkir kopi dapur mengepul harum Berkejaran dengan kertas2 tertumpuk di kotak kehidupan Apa mereka lupa bila ada kita diujung gang? Perempuan Kumal di emper toko tengah menyenandungkan hujan Mereka tergelak melihat senyum yang setengah pura-pura Pada bibir manusia pekerja Aku … Read moreSalam kepada manusia Kota

PUISI UNTUKMU

Rasanya seperti membakar seluruh jiwa… Rasanya seperti memanah seluruh buruan…. Rasa hati yang mati… Rasa pikir yang tua…… Obat tak menjadi penawar luka… ……………. Tak peduli darah bercucur… Membuas menuai luka… Menghancurkan benteng kekuatan… Membakar habis seluruhnya …. Kau tak tahu rasanya menangis pada bahagia… Sebab hitam pada hati tak lagi tampak Sinarnya… Pergi…. Pergi … Read morePUISI UNTUKMU

Ampas kopi dan kerinduan

Fajar yang indah tlah merekah.. Jauh di ufuk timur memerona indah.. Matahari pub tlah menunjukkan sinar indahnya.. Segelas kopi menemaniku bersma kelezatannya.. Kawan, ini bukan kopi biasa.. Kala ampasnya saja bahkan mengingatkan tentang kerinduan.. Kerinduan syahdu bersama nya. Ia yang kini hanya meninggalkan nama.. Tuhan, betapa indah karunia ciptaan mu.. Hingga kala ia pergi menyisakan … Read moreAmpas kopi dan kerinduan

Rindu

Menyapa kerinduan dalam bait do’a yang dipanjatkan Membunuh sepi dikala sesaknya rindu tak terbendung lagi Tegar diri tawa canda memang tampak dimata Namun hati yang selalu merindu siapa tahu… Rindu… Kau mengiris kalbu.. Mengusik ketenanganku.. Menyakiti bathinku.. Terbayang semu wajahmu…tergurat hanya sebatas rindu.. Rindu… Diurai kata-kata, tak cukup untuk mengungkapkannya… Didendangkan suara saja, tak mampu … Read moreRindu

Untukmu, yang pernah begitu ku perjuangkan

Harus ku akui, Sosokmu pernah begitu ku cintai Kehadiramu pun masih selalu ku nanti Tetapi, tidak bisa ku pungkiri Aku menyerah dalam perjuangan ini Sebab luka hati tidak lagi mampu ku tahan sendiri Jika ku ingat kembali ke masa silam Aku tidak pernah berhenti untuk berjuang Begitu banyak hal yang telah ku korbankan Termasuk juga … Read moreUntukmu, yang pernah begitu ku perjuangkan

MASJIDKU SEPI

Sudah beberapa hari ini mesjid di tempatku sepi. Entah karena cuaca yang tak bersahabat atau karena iman dalam dada yang sedang tak bersahabat. Pandanganku menyapu setiap sudut tak kutemui pemuda atau pemudi di sepanjang mataku memandang. Tetiba ada yang menyentuh bahuku dari belakang. Seraya berkata “Nak kamu ngapain di gereja subuh subuh” “Anu pak.. eh … Read moreMASJIDKU SEPI

Kepemudaannya Pemuda, Pemudanya Pemuda

Semilirnya terhempas menggema Tapak sepuluh jari-jemari bergantian terangkat dan menurun Berbidang datar bahu berbalut jahit, nampak kokoh Dialah yang terlihatnya seperti pemuda? Bukan, bukan! Ini yang lebih, api boleh menyala dengan warna merah orangenya Namun ini tak ada duanya lagi Pondasi-pondasi tiang apartement boleh berdiri dengan kaki-kakinya Namun ini tanpa kakipun tak ada alasan Jiwa.. … Read moreKepemudaannya Pemuda, Pemudanya Pemuda

Dari Ibumu – PERTIWI

Anakku… Bangun sayang… Jangan kau sia-siakan kesempatan yang Tuhan beri Makan minum ilmu penuh perjuangan hakiki Sayang Untuk apa kau masih peduli pada bapak berdasi Jika telinganya tuli akan kalimatmu Matanya buta akan jabatan Dan hatinya beku oleh dinginnya politik Sayang Jika bapak berdasi itu salah Percayalah kau bukan dia Cukup sekali duakali kau mengingatkan … Read moreDari Ibumu – PERTIWI

TANAH KELAHIRANKU

Indonesia tempatku menjelajah Tumbuh penuh dengan cerita Suka,duka telah ku lalui Tanpa menghiraukan apapun yang terjadi Di tempat inilah aku di lahirkan Di besarkan dengan rasa cinta Di bimbing dengan rasa hormat Hingga ku tahu arti tanah kelahiranku Walau di luar sana banyak cerita Cerita fiktif tanah kelahiranku Tetap saja diriku bangga Di lahirkan di … Read moreTANAH KELAHIRANKU