Masyarakat Literat Indonesia, Tanggung Jawab Bersama

Tingkat literasi warga negara merupakan salah satu indikator kemajuan sumber daya manusia suatu bangsa. Semakin literat sumber daya manusia (SDM), semakin maju bangsa-nya. Begitu pula sebaliknya.

Lalu bagaimana dengan bangsa Indonesia? Tidak lagi menjadi rahasia umum peringkat literasi Indonesia masih tergolong memprihatinkan. Sedikit melihat data dari PISA pada tahun 2015, Indonesia menempati peringkat 64 dari 70 negara. Sangat miris tentunya.

Padahal aspek literasi digital dalam penggunaan media sosial seperti Twitter, Facebook dan lain-lain, Indonesia menempati posisi lima besar. Tidak mengherankan Indonesia menjadi pangsa pasar terbesar perusahaan telekomunikasi dunia. Namun sayangnya, kuantitas literasi digital berbanding terbalik dengan kualitas kebermanfaatan penggunaan literasi digital tersebut. Dominasi pemanfaatan media sosial masih sebatas hiburan, belum mengarah pada aspek edukasi dan informasi.

Fakta tersebut menjadi tantangan terbesar kita di masa depan. Seiring semakin pesatnya perkembangan dinamika dan globalisasi dunia. Tanpa dibekali SDM yang literat kita akan semakin terpuruk. Kebangkitan literasi Indonesia sangat dinanti peranannya.

Masyarakat literat terlihat dari peradaban yang maju. Literasi mencakup segala sisi kemanusiaan dan kehidupan. Bukan sekedar tentang pengurangan buta aksara.

Jauh melebihi itu literasi yang menyandarkan masyarakat pada kecakapan dan kecerdasan bangsa. Sehingga mampu bersaing di dunia global.

Kesepakatan World Economic Forum 2015

Menurut kesepakatan World Economic Forum 2015 menyebut enam penguasaan literasi dasar bagi suatu negara, yang meliputi :

1. Literasi numerasi adalah kemampuan menginterpretasikan simbol dan angka, serta informasi dalam bentuk grafik, table, dan diagram

2. Literasi finansial adalah kemampuan untuk mengelola keuangan

3. Literasi baca tulis adalah kemampuan memahami teks, audio, video, dan gambar, serta menuangkan ide dalam tulisan.

4. Literasi sains pemahaman fenomena alam sekitar dengan metode berpikir inkuiri.

5. Literasi digital adalah kemampuan berkomunikasi dan menggunakan konten positif melalui media dunia digital dengan bijak.

6. Literasi budaya dan kewrgaan adalah pemahaman dan sikap keragaman budaya Indonesia.

Pehaman dan penerapan hak dan kewajiban sebagai warga masyarakat.
Implementasi penguasaan 6 literasi dasar ini sangat bergantung pada sinergisitas seleruh elemen meliputi keluarga, sekolah, lingkungan masyarakat dan pemerintah. Semua berperan dan memiliki porsi tanggungjawabnya. Mencetak masyarakat literat jelas menjadi tanggung jawab kita bersama. Ayo bersatu!

Leave a Comment