Kepemudaannya Pemuda, Pemudanya Pemuda

Semilirnya terhempas menggema
Tapak sepuluh jari-jemari bergantian terangkat dan menurun
Berbidang datar bahu berbalut jahit, nampak kokoh
Dialah yang terlihatnya seperti pemuda?
Bukan, bukan!

Ini yang lebih, api boleh menyala dengan warna merah orangenya
Namun ini tak ada duanya lagi
Pondasi-pondasi tiang apartement boleh berdiri dengan kaki-kakinya
Namun ini tanpa kakipun tak ada alasan

Jiwa..
Kepercayaan..
Optimisme..
Tak kendur seperti karet yang ditahan
Menggelora..
Menerjang..

Wahai yang disebut para pemuda, kaulah penggenggam negeri
Wahai yang disebut agen perubahan, dimana perubahannya?
Apa yang sudah kau lakukan untuk negerimu?
Persegi panjang merah putih itu harus tetap berkobar dengan landasannya
Namun kau masih asik duduk hanya sebagai penikmat
Dimana rasa kepemudaanmu?
Dimana pemudanya para pemuda?

Haruskah para pejuang gigih dengan ayuhan sepeda lagi yang harus melangkah?
Lagi?
Tidak! Dimana regenarasimu Indonesia?

Mari sadarlah! Jaman telah berganti
Tak tengokkah kau ketetanggamu yang sudah melangkah lebih dulu?
Persatuan serta kesatuan, yang menjadi leluhurnya
Bak bapak Budi Utomo, kobarkan kepemudaan wahai Pemuda Negeri

Leave a Comment