GARUDA ADALAH PEDANG PATIMURA

Demi ksatria aroma langit menggadaikan padang bunga
Meski proklamasi hanya berupa mantra yang banyak menyuarakan sedu sedan
Soekarna dan Hatta
Barangkali suara sumpah sang batara hanya sementara
Lahir kasidah air mata, Indonesia sia-sia
Lalu, seperti biasa aku temukan kekerasan di dekat jendela
Dengan cara kuno yang mencabik-cabik Soekarno
Sekaligus terus menerus memahat jiwa Raden Prajaya tanpa upacara
Atau kita hanya memuja dan memuji kepada mereka yang bermain dasi
Sementara lupa pada harta Indonesia,
Yang di buang begitu saja tanpa menghiraukan nyawa
O, pemuda bangsa
O, garuda
O, pedang Patimura
Bila merah putih gagal menjadi merpati
Negeri takkan pernah suci
Dan segala janji hanya menjadi imaji

Leave a Comment