ADALAH ENGKAU

Purnama di bulanku seberapa cahaya jika kupendarkan di hatimu, biar terang seluruh ruang hingga pojok paling sunyi. Di sana aku menjadi pertapa dalam semedi teramat khusyuk, dan terlupa kita adalah dua jiwa yang menjelma satu.

Bintang di langitku seberapa kerlip bila kusematkan di matamu, biar kilau serupa laut bermandi jingga sampai merah paling senja. Di sana aku menjadi kelana meniti pada titian hari teramat renta, dan kusadari artimu tak semata jarum.

Embun di malamku seberapa sejuk jika kubasuhkan di keningmu, biar menetes hingga membasuh serautmu yang kemarau. Di sana kuharap basahnya menzahirkan anak-anak kasih yang berayun-ayun di pelupuk netra sebelum tidurku.

Purnama, bintang, juga embun. Melebur diri menjadi rindu tanpa wajah. Yang ada hanya cinta, adalah engkau!

Leave a Comment