3 Masalah Literasi dalam Keluarga

Seringkali kita berkunjung ke rumah sahabat, kerabat, tetangga atau saudara. Pernahkah kita perhatikan apa isi dari rumah nya? Perabot rumah tangga, hiasan rumah dan lain-lain. Bila pun ada lemari pun, isi dari lemari itu adalah deretan piring dan gelas antik yang berjejer rapi.

Agak jarang adanya rumah yang memajang buku-buku bacaan. Buku-buku bagi keluarga Indonesia masih dianggap hal yang tak biasa. Hal itu terjadi karena sejak awal dari silsilah keluarga di atasnya kurang atau bahkan tidak mengenalkan buku, dan faktor lain bisa terjadi karena lingkungan sosial tidak akrab dan mengenal buku.

Minat baca anggota keluarga bisa dipicu dari ketersediaan buku-buku bacaan di dalam rumah. Berawal dari kesadaran salah satu anggota keluarga. Terutama ayah atau ibu, yang berperan mengarahkan anggota keluarga membaca. Orang tua menyediakan dan memajang buku-buku di rumah. Misal buku dongeng, komik untuk anak-anak, buku resep dan menu masakan untuk ibu, buku pertanian untuk ayah dan lain-lain.

Untuk awalan letakan saja buku-buku itu pada ruang keluarga tempat berkumpul di ruang TV, atau tempat strategis lain yang mudah terlihat anggota keluarga. Tahap selanjutnya, Ibu, ayah bisa memulai gerakan ini dengan mengajak anak-anak membaca. Bila mereka enggan maka bacakan buku itu kepada Sang Anak. Proses pembacaan dilakukan intensif, lama-kelamaan akan timbul minat membaca buku.

Problem Literasi Keluarga

Setidaknya ada tiga hal yang menghambat literasi dalam keluarga :

1. Tak ada bacaan
Seperti yang sudah kita singgung di paragraph awal, solusi problem ini dengan meyediakan pojok baca di ruang keluarga. Lingkup luasnya, pihak keluarga dapat bekerja sama dengan TBM ( Taman Baca Masyarakat) setempat meminjam buku-buku.

2. Malas Baca
Problem klise dan musuh besar literasi adalah malas baca. Perangi problem ini dengan gerakan atau program membaca. Berupa program kampanye baca yang sederhana misal 10 menit membaca, satu hari baca buku, dll.

3. Budaya Oral
Budaya oral imbangi dengan budaya baca, membuat diskusi khusus menguls buku dalam keluarga, konsep basa-basi ringan yang mengarahkan pada ulasan buku tertentu.

Leave a Comment