SAAT LANGIT SEDIH, AKU BAHAGIA

** Saat langit sedang menangis Aku terjebak dalam pahitnya kopi Menemani meja dan kursi Hingga kau datang menghancurkan sepiku “Boleh aku duduk di sini?” katamu Aku tak sanggup berkata-kata Hanya senyum dan anggukan yang mewakili Entah kenapa, aku menjadi bisu di depanmu Cerita demi cerita pun dimulai Langit yang sedang sedih di luar sana Tak … Read moreSAAT LANGIT SEDIH, AKU BAHAGIA

SAAT LANGIT SEDIH, AKU BAHAGIA

** Saat langit sedang menangis Aku terjebak dalam pahitnya kopi Menemani meja dan kursi Hingga kau datang menghancurkan sepiku “Boleh aku duduk di sini?” katamu Aku tak sanggup berkata-kata Hanya senyum dan anggukan yang mewakili Entah kenapa, aku menjadi bisu di depanmu Cerita demi cerita pun dimulai Langit yang sedang sedih di luar sana Tak … Read moreSAAT LANGIT SEDIH, AKU BAHAGIA

Luka Tak Terlupa

Rasa berbalut luka Luka perih nan dalam Bentakan, hentakan mengecewakan Menenggelamkan pahit getir kehidupan Luka terus menganga Membengkakkan kelopak mata Tangis merajalela Membias tawa Bentak terus terasa Tak pernah terlupa Terus terbaca Dalam memori kepala Sakit mendekap Seperti dilap kuat Sekujur tubuh mengilap Dilap kecaman bentakan Khilaf milik manusia Tapi semua ingin sempurna Sempurna milik … Read moreLuka Tak Terlupa

Benarkah Aku Mencintaimu

Menjelang kedatanganmu, aku gembira Kusambut dengan ucapan, marhaban bergetar jiwa saat bertemu. Hari berlalu bersamamu tanpa terasa…begitu cepat Kusadar kedatanganmu memang aku nantikan kepergianmu memang buatku sedih. Namun, aku dihinggapi keraguan, apakah benar aku mencintaimu? apakah benar aku ingin selalu bersamamu? Sedangkan, masih sepuluh malam terakhir hawa nafsu itu mulai bergejolak lagi suasana hari raya … Read moreBenarkah Aku Mencintaimu