Teladan di Masa Depan

Mirisss mengiris menyanyat hati…
Ketika kini guru tidak dihargai..
Bukann..bukan krn sy kini menempuh pendidikan di keguruan…
Tapi yaa miris mengiris menyayat hati..
Ketika jasa mulia dibalas penjara…
Ketika cukur rambut penerapan kedisiplinan Dan kerapihan…
Dianggap mengganggu psikologis kejiwaan,…
Ujung2nya saksi hukum menjadi jawaban…

Pak..Bu Guru…
Jika kau tak ulurkan tanganmu kepadaku,apa aku akan pandai membaca Dan berhitung?
Pak..Bu Guru…
Andai kau tak lontarkan kemarahan kasih sayangmu…
Apakah aku bs menjaga akhlaq ku?
Pak..Bu Guru…
Maafkan..
Maafkan diri yg tak tahu diri..
Kini berani mengangkat kepala merasa Hukum ham sebagai senjata.
Maafkan..karena telah durhaka,
Cubitan darimu kami anggap siksaan,
Tanpa mengingat air mata,senyuman,pengorbanan ilmu yang kau berikan..
Cukuran rambut kami anggap hinaan..
Tanpa mengingat betapa kau mengharapkan diri ini menjadi tauladan di masa depan

Leave a Comment