Dapatkan Referensi Wisata yang Objektif Bersama TravelBlog.id

Wisata adalah kebutuhan semua manusia. Sebahagia apapun pekerjaan yang dilakukan seseorang, sekaya apapun harta yang dimiliki seseorang, sebanyak apapun teman yang dekat dengan seseorang, seluas kesempatan seseorang untuk berkumpul bersama keluarga, senyaman apapun tempat tinggal yang dihuni seseorang, dan semenarik apapun hiburan yang disediakan oleh dunia maya, tetap saja seseorang perlu menjernihkan pikirannya, membuka matanya, dan memperluas wawasannya dengan pergi berwisata baik ke destinasi domestik maupun internasional. Setiap orang belum tentu menikmati wisata ke suatu destinasi meski orang lain begitu menyukainya, bahkan bisa jadi destinasi tersebut membuat hatinya semakin kesal alias tujuan wisata untuk membuat hati senang menjadi gagal total. Demi kegiatan berwisata yang nyaman, lancar, dan menyenangkan, segala sesuatunya harus dipersiapkan dengan baik dan matang sesuai selera, keinginan, dan kocek pribadi.

Dalam rangka menciptakan kegiatan wisata yang nyaman dan sesuai keinginan, seorang pelancong membutuhkan referensi, tips, dan trik yang relevan dari pengalaman pelancong lain agar bisa mendapatkan pengalaman terbaik dan menjauhi hal-hal tidak diinginkan yang bisa dihindari. Liburan spontan memang terasa seru dan menyenangkan, tetapi jika kita bisa mengetahui hal-hal yang tidak seharusnya dilakukan dari pengalaman pelancong lain, mengapa kita harus melakukannya dan pada akhirnya membuat wisata kita berakhir tidak menyenangkan. Kita tentunya ingin mendapatkan referensi yang objektif dan berimbang, artinya satu destinasi wisata ditinjau dari berbagai sudut pandang oleh orang-orang berbeda yang memang benar-benar melancong ke sana dan menilai menurut perasaannya, bukan satu orang yang dibayar khusus untuk mempromosikan atau menjatuhkan destinasi wisata tertentu.

Di satu sisi, banyak orang tidak tertarik untuk mengunggah konten berisi narasi atas perjalanannya karena dianggap menghabiskan waktu dan tidak menguntungkan. Andaikata berminat, mereka pun cenderung mengunggah foto atau videonya saja di Instagram untuk pamer, bisa juga berupa multimedia dan narasi di blog pribadi untuk AdSense atau lomba blog. Semua konten ini tersebar di berbagai situs dan platform media sosial tanpa ada pihak yang melakukan kurasi terhadap keandalan referensi yang mereka berikan. Jadi?

Resepnya simpel, kumpulkan para pelancong yang gemar dokumentasi, menulis, dan berbagi pengalaman ini di sebuah platform khusus referensi wisata. Berikan mereka platform yang interaktif untuk menuangkan rangkaian kata, video, dan foto dengan cara mengunggah yang mudah, hadirkan kurator untuk memberikan aturan main dan menilai kelayakan tayang artikel mereka, kelola situs web sehingga senantiasa menyenangkan pengunjung, dan berikan penghargaan kepada para penulis yang bisa dikenang, bermanfaat, serta mampu memompa semangat mereka lebih baik lagi. Peluang inilah yang dilirik oleh situs web untuk saya ulas kali ini, yaitu TravelBlog.id. Didirikan sejak 2014, situs ini mengajak para pengunjungnya untuk saling berbagi baik sebagai pembaca maupun kontributor dan mengimbanginya pula dengan tulisan yang diunggah oleh tim redaksi sendiri untuk menghadirkan referensi yang lengkap, bervariasi, dan berimbang.

Poin 1 : Melakukan Whois Lookup

Tak kenal maka tak sayang, saya ingin mengetahui dulu siapa pengelola di balik situs TravelBlog.id ini dengan melakukan Whois Lookup. Hal ini dilakukan mengingat pihak pengelola tidak memberikan deskripsi lengkap mengenai siapa diri mereka dan hanya memberikan email untuk contact person. Hasilnya cukup menyedihkan, penulis hanya mengetahui bahwa situs ini menggunakan layanan hosting dari Nama Hosting asal Bandung, Jawa Barat. Masa depan situs ini masihlah panjang, mengingat domain baru kadaluarsa pada 2024 dan ini menunjukkan keseriusan pengelola untuk memertahankannya dalam jangka panjang.

Poin 2 : Berkunjung ke homepage TravelBlog.id dengan smartphone Android

Baiklah, kita langsung saja berkunjung ke situsnya. Perangkat utama yang saya gunakan adalah ponsel Xiaomi Redmi 4X dengan sistem operasi Android Nougat 7.1.2, peramban Chrome 63, dan layanan internet broadband dari First Media.

Alamat blognya begitu mudah diingat dan cepat untuk diketik, sayangnya tampilan baru muncul secara penuh sekitar lima sampai enam detik setelah loading untuk pertama kalinya. Meski hal ini lebih cepat dibandingkan rata-rata situs lokal, tetap saja kalah cepat dengan waktu loading YouTube yang hanya sekitar dua sampai tiga detik. Mungkin, pengelola bisa berpikir lebih keras untuk meningkatkan kecepatannya. Jika Anda sudah sampai di tampilan dengan logo burung camar terbang, latar belakang putih, dan kotak-kotak biru, benar bahwa Anda sedang mengunjungi Travel Blog Indonesia.

Di pojok kiri atas, Anda bisa menjelajahi menu yang berisi tautan ke tiga media sosial TravelBlog.id (Facebook, Instagram, dan YouTube), empat kategori artikel (jalan-jalan, kuliner, tips dan info, juga seni dan budaya), aturan main dan panduan (ketentuan membuat artikel, TOS, privacy policy, dan disclaimer), serta akses login akun kontributor.

Di pojok kanan atas, Anda bisa memanfaatkan mesin pencari internal untuk menemukan artikel di situs itu berdasarkan kata kunci yang diinginkan.

Turun sedikit, kita menemukan banner yang sangat menarik untuk mengajak para pengunjung mengikuti lomba review situs ini. Jika tadinya akan berakhir di awal Januari, penyelenggara memutuskan menunda hingga akhir Februari 2019. Tertarik mengikuti? Silahkan klik “info lebih lanjut” dan Anda akan menemukan penjelasan yang sangat menarik serta mudah dipahami. Hadiahnya sangat menarik, yaitu satu unit Samsung Galaxy A6+ untuk juara pertama (incaran saya yang sedang butuh ponsel baru), satu unit Xiaomi Redmi Note 3, dan satu unit tas wisata.

Kembali lagi ke halaman utama, turun lagi kita akan menemukan empat artikel rekomendasi, satu dari masing-masing kategori. Penentuannya tentu berdasarkan selera kurator dan editor TravelBlog, jika berbeda pendapat ya tidak masalah.

Turun lagi sedikit, kita akan menemukan artikel per kategori. Di tengah-tengahnya ada daftar sebagian kontributor lengkap dengan foto profil, jumlah unggahan, jumlah komentar, dan tautan situs pribadi yang mereka miliki. Jika ingin melihat lebih jauh, Anda bisa klik “lihat semua kontributor”.

Ke bawah lagi, kita bisa menemukan kumpulan artikel terbaru yang diunggah oleh para kontributor.

Di akhir, kita menemukan penjelasan tentang TravelBlog.id, contact email, tautan media sosial, dan formulir untuk subscribe newsletter.

Poin 3 : Melihat dua bentuk artikel, artikel panjang dengan foto dan artikel pendek dengan video untuk menarik kesimpulan mengenai fitur situs secara keseluruhan

Saya penasaran dengan artikel-artikel di sini. Pertama, saya akan membaca artikel yang terdiri dari teks dan foto. Anda akan menemukan judul, nama penulis, tanggal unggahan, jumlah views, dan jumlah komentar.

Artikel dilengkapi dengan featured image dan caption-nya sebelum dimulai dengan paragraf pembuka, paragraf-paragraf berikutnya, dan gambar-gambar pendukung yang bisa dinikmati dengan melakukan infinity scrolling alias terus menggulir layar hingga artikelnya selesai dibaca. Untuk membuat tampilan menjadi menarik, gambar-gambar tidak langsung ditampilkan tetapi didahului dengan adanya efek transisi. Baik jika ponselnya memiliki spesifikasi yang memadai, tidak jika terjadi kondisi sebaliknya. Tak lupa di bagian akhir artikel, kita bisa mendapatkan informasi mengenai lokasi destinasi yang diulas melalui peta digital, mengenal penulisnya sedikit lebih jauh, melihat artikel terkait dan artikel lain dari penulis yang sama, serta tentunya memberikan komentar dengan memberikan identitas berupa nama, alamat surel, dan website.

 

Rasanya tidak afdol jika informasi yang kita terima sebatas teks dan gambar, saya ingin menengok materi lain yang melibatkan video. Bisa dilihat bahwa video tidak diputar secara otomatis tetapi menggunakan streaming dari YouTube, dibubuhkan sedikit deskripsi, dan kita bisa memberikan komentar kemudian. Jika ponsel digunakan dalam posisi portrait, tentu tampilan video terasa kecil sehingga pengalaman terbaik adalah menonton materi video dalam posisi full screen dan landscape.

 

Poin 4 : Melihat setiap kategori yang ada di TravelBlog.id

Sebagaimana disebutkan sebelumnya, TravelBlog.id menyediakan empat kategori artikel berbeda yaitu jalan-jalan (berisi jurnal dan pengalaman liburan penulis ke destinasi tertentu), kuliner (rekomendasi tempat dan hidangan yang enak bagi para pecinta kuliner seperti saya), tips dan info (petunjuk untuk pelancong pemula), serta seni dan budaya (menampilkan kreativitas dan kearifan lokal di destinasi tersebut).

Kategori pertama yang akan dilirik sekaligus merupakan kategori dengan jumlah unggahan terbanyak adalah jalan-jalan, tepatnya tersedia sampai 19 halaman daftar artikel dengan artikel pertama di kategori ini terunggah pada 27 Desember 2014 oleh kontributor bernama Mico Wendy. Sepertinya beliau ini juga menjadi kontributor dengan unggahan terbanyak saat ini yaitu 195 unggahan.

Kategori kedua adalah kuliner, inilah kategori favorit saya sebagai pecinta kuliner karena pastinya memberikan referensi untuk memanjakan lidah dan semakin membuat perut saya tambah buncit. Sayang, baru ada total dua halaman daftar artikel yang tersedia dengan artikel pertama di kategori ini juga diunggah oleh Kang Wendy yaitu “Pokatiam Pasir Kaliki” pada 6 Januari 2015. Jika dilihat, Anda bisa membagikan artikel melalui Facebook, Twitter, Google+, Path, dan WhatsApp. Akan tetapi, karena Google+ dan Path tutup, fitur ini menjadi tidak ada gunanya dan sebaiknya pengelola menggantinya dengan fitur share melalui LINE yang banyak digunakan oleh anak-anak muda Indonesia.

Kategori ketiga adalah tips dan info dengan ketersediaan daftar artikel hanya dua halaman dan artikel pertamanya lagi-lagi diunggah oleh Kang Wendy, berisi hari libur nasional dan cuti bersama selama tahun 2015. Meskipun demikian, variasi artikelnya cenderung kaya mulai dari persiapan liburan, merencanakan liburan low budget, sampai ulasan perangkat gadget yang membantu dokumentasi ciamik selama liburan.

Kategori keempat alias kategori terakhir adalah seni dan budaya yang sesungguhnya sangat menarik untuk diperhatikan karena selama ini tidak banyak referensi wisata yang mengulasnya. Akan tetapi, kesedihan harus berlanjut karena kategori ini baru diisi oleh dua artikel saja, keduanya diunggah oleh kontributor bernama Yopi Andika Putra pada Desember 2018. Akhirnya, dominasi Kang Wendy sebagai pengunggah pertama di setiap kategori terpatahkan!

Setelah membaca beberapa artikel, saya merasa bahwa informasi yang diberikan oleh para kontributor di sini sangatlah lengkap, rinci, dan mudah dipahami. Bahasanya sangat sopan dengan tetap mengikuti kaidah kebahasaan yang baik tetapi dibawakan dengan gaya yang lebih santai dan dekat terhadap para pembaca. Materinya sangat bermanfaat dan ditulis secara objektif meskipun pengunjung tidak perlu membayar sepeserpun untuk mengaksesnya di mana saja dan kapan saja.

Poin 5 : Belajar menjadi kontributor dan memanfaatkan fitur khusus user

Untuk menyediakan referensi dalam jumlah banyak dengan sudut pandang yang berbeda, objektivitas yang tinggi, dan biaya yang rendah, TravelBlog.id mengandalkan jasa para kontributor lepas yang dengan sukarela mendaftarkan diri dan berbagi pengalaman di sini. Mengunggah artikel tentunya tidak dilakukan dengan sembarangan karena kontributor harus punya akun dan mendaftarkan terlebih dahulu dirinya menggunakan data pribadi yang cukup jelas seperti nama, alamat surel, tanggal lahir, dan lokasi domisili.

 

Setelah selesai mendaftar, silahkan verifikasi pendaftaran Anda dengan memasukkan kode yang diterima melalui surel dan kemudian melakukan login untuk masuk ke dasbor kontributor. Di sisi kirinya, Anda bisa memperbaharui profil, mengganti kata sandi, membuat artikel dan video baru, melihat koleksi konten draft, pending, dan sudah diterbitkan, informasi tentang poin dan penukarannya, tata cara penulisan, serta laman untuk menghubungi pengelola.

Apa yang bisa dilengkapi dengan profil? Kita bisa mengunggah wajah terbaik kita sebagai foto profil, memberikan sedikit deskripsi tentang siapa diri kita, dan menyebarkan tautan terkait media sosial serta akun YouTube milik pribadi. Siapa tahu, bertambahlah followers dan subscribers kan?

 

Baiklah, sekarang kita akan belajar membuat artikel maupun video. Akan tetapi, sebelumnya kita akan melihat dulu ketentuan-ketentuan yang ada di sini. Sebenarnya cukup sederhana, yaitu penggunaan bahasa yang sopan, konten pribadi tanpa melanggar hak cipta orang lain, tidak mengandung unsur pornografi dan SARA, bisa dipertanggungjawabkan, serta ditulis oleh pihak yang berusia lebih dari 13 tahun atau di bawah 13 tahun dengan pengawasan orang tua. Sederhana untuk ditaati, bukan? TravelBlog.id pun menjamin keamanan dan privasi para kontributornya dengan tidak akan menjual informasi pribadi kepada pihak lain.

Oke, sekarang kita belajar membuat artikel dan video. Struktur dan cara kerjanya hampir sama, perbedaannya terletak pada permintaan URL YouTube untuk kategori video dan jumlah kata minimum untuk materi (300 untuk video, 500 untuk artikel). Sisanya kurang lebih sama, Anda harus memberikan judul, materi (bisa dilakukan formatting seperti memberikan huruf tebal, garis bawah, atau garis miring), kategori, tags, dan bisa dilengkapi dengan foto-foto (jangan lupa memberikan caption sebagai keterangan singkat untuk foto tersebut).

Bagaimana jika Anda ingin menghubungi pengelola terkait permasalahan pada dasbor atau sekadar memberikan komentar dan saran untuk kemajuan situs? Sayangnya, mereka tidak memberikan nomor telepon yang bisa dihubungi sehingga pilihan yang tersedia hanya surel, contact form, atau media sosial. Tidak apa-apalah, toh telepon juga tidak bisa mengirimkan gambar dan membebankan biaya yang mahal kan? Ketiga solusi yang tersedia lebih cepat, lebih murah, dan memberikan penjelasan yang lebih kaya.

 

Apa sih keuntungan yang bisa kita peroleh dengan menjadi kontributor? Anda akan memperoleh poin sesuai ketentuan dan bisa ditukar dengan keperluan berwisata. Pengelola akan mengirimkan hadiah yang Anda pilih ke lokasi dengan mengisi formulir untuk memberikan data-data yang dibutuhkan. Teruslah menulis sesuai syarat dan ketentuan yang berlaku serta jangan lupa menukarnya karena masa berlaku poin hanya satu tahun. Jangan coba-coba melanggar karena meski telah dipublikasikan, artikel Anda bisa saja diturunkan bahkan akun Anda disuspensi atau di-ban dan selamat kehilangan seluruh poin.

Poin 6 : Melakukan penilaian terhadap website dari sisi teknis

TravelBlog.id memiliki tampilan yang menarik dan simpel untuk dioperasikan. Konsepnya sangat menjanjikan untuk menjadi sentra referensi wisata masyarakat Indonesia dengan kualitas artikel yang dijamin kebaikannya. Dari sisi teknis, apakah website ini memiliki kelemahan? Kembali ke poin dua, ingat bahwa loading time yang dibutuhkannya lebih lama dibandingkan YouTube. Apakah kejadian ini juga terjadi di versi desktop? Ya dan lebih parah lagi. Saya mencoba menggunakan koneksi WiFi publik dan waktu yang dibutuhkan untuk loading situs TravelBlog mencapai 14 detik, jauh lebih lambat dibandingkan Detikcom yang hanya membutuhkan waktu 6 detik atau YouTube yang hanya membutuhkan tujuh detik. Selebihnya, dari sisi tampilan oke-oke saja bahkan pastinya lebih menarik dibandingkan versi smartphone.

 

Untuk itu, penulis akan meminta bantuan beberapa tools penilai website kenamaan yang banyak digunakan oleh para web programmer di seluruh dunia dan berikut hasilnya. Tool pertama adalah Website Grader yang memberikan nilai 74/100 untuk situs TravelBlog.id. Meskipun tampilannya oke untuk penggunaan di smartphone, ramah SEO, dan memberikan keamanan yang baik, segmen performa masih tergolong buruk dengan page size di atas rata-rata dan loading time yang lambat yaitu 7.2 detik (jauh lebih lambat dibandingkan batas average yaitu 3 detik, apalagi perfect yaitu 1 detik).

Nilai lebih buruk diberikan oleh tool kedua yaitu GTMetrix. Hal yang disarankan kepada pengelola adalah melakukan optimasi terhadap ukuran gambar (image compression), melakukan minify terhadap JavaScript dan CSS, mengurangi intensitas DNS lookup dan HTTP requests, serta menambahkan expire headers.

Tool terakhir adalah Google PageSpeed Insights yang memberikan nilai 15/100 untuk versi mobile dan 72/100 untuk versi desktop. Saran yang diberikan kepada pengembang adalah image compression, optimasi JavaScript dan CSS, dan menerapkan render blocking untuk menekan page size sekaligus menurunkan loading time hingga 7,35 detik. Rekomendasi dari tiga tools ini haruslah diperhatikan mengingat pengunjung cenderung malas untuk menunggu website yang lambat dan menghabiskan banyak kuota data, terlebih lagi mereka dengan perangkat berspesifikasi rendah dan koneksi internet yang lambat serta terbatas.

Poin 7 : Mengundang lebih banyak kontributor untuk menulis

Dibandingkan situs referensi wisata lainnya, TravelBlog.id tentu memiliki banyak kelebihan mengingat situs ini terbebas dari kepentingan para pelaku usaha di dunia bisnis untuk menyusupkan konten-konten bayaran yang bersifat promosi dan memengaruhi sehingga pengunjung mendapatkan referensi yang benar-benar objektif dari kontributor yang sudah pernah berkunjung dan merasakan sendiri dengan sepenuh hatinya. Situs ini pun memiliki empat kategori berbeda untuk memperjelas niat pengunjung dalam merencanakan kegiatan wisatanya dengan jelas dan matang sesuai keinginan, termasuk di antaranya kategori “seni dan budaya” yang jarang dibahas di situs lain untuk mempromosikan kekayaan budaya lokal khas Indonesia sehingga haruslah terus dilestarikan. Para kontributor bisa dilihat rekam jejak kepenulisannya dan pengelola pun memiliki data pribadi mereka untuk diminta pertanggungjawaban ketika artikelnya melanggar syarat dan ketentuan tertentu. Situs ini juga menerima dua bentuk materi yaitu artikel dan video yang terlebih dahulu diperiksa oleh tim kurator dan editor sebelum naik tayang untuk dibaca oleh publik.

Jika situs ini lestari dan ramai, publik Indonesia tentu merasakan manfaat yang luas yaitu mendapatkan referensi yang luas dan jelas mengenai destinasi dan petunjuk berlibur sehingga mereka memiliki petunjuk untuk berwisata dengan bahagia tanpa harus merasakan hal-hal yang tidak diinginkan. Lebih jauh lagi, hal ini sekaligus menjadi ajang promosi bagi destinasi wisata lokal dan karena situs ini bisa diakses dari seluruh dunia, lama-kelamaan kita akan mendapatkan ekspos dari pembaca asing yang pastinya meningkatkan kunjungan wisatawan mancanegara sekaligus devisa.

Sayangnya, saat ini artikel di situs ini masih sepi, cenderung didominasi oleh penulis tertentu, dan memusatkan ulasannya pada destinasi tertentu. Saya tidak menyalahkan Kang Mico Wendy dengan artikelnya seputar Kota Bandung, tetapi ini berarti pengelola situs harus berpromosi lebih gencar lagi sehingga kelebihan dan manfaat TravelBlog.id bisa menjangkau seluruh wilayah dan kalangan masyarakat di Indonesia. Bagaimana caranya? Tentu dengan meningkatkan jumlah kontributor dan unggahan yang mereka hasilkan. Para pelancong tentu tidak mau pengalaman dan dokumentasi wisatanya dibiarkan menumpuk dan memenuhi memori perangkat pintar tanpa adanya tujuan yang jelas, tetapi mereka juga menginginkan penghargaan yang menjanjikan atas kerja keras mereka meramu materi dan mengunggahnya. Oleh karena itu, saya mengusulkan kepada pihak pengelola untuk menambah variasi hadiah dengan harga lebih mahal yang bisa menunjang kegiatan wisata (misalnya smartphone, kamera GoPro, atau memory card) dan bahkan bisa jadi memertimbangkan pemberian uang tunai.

Inilah ulasan saya mengenai TravelBlog.id, salah satu situs referensi wisata yang sudah beroperasi sejak 2014 untuk membantu masyarakat Indonesia merencanakan dan melaksanakan liburan dengan pengalaman terbaik dan biaya yang murah baik di dalam maupun di luar negeri. Selamat menikmati dan segera bergabung menjadi kontributor untuk dunia pariwisata Indonesia yang lebih baik.