Punya Sedikit Barang

Manusia itu tidak akan pernah bisa memuaskan seluruh nafsunya. Selalu ingin lebih, dan lebih. Kecuali untuk mereka yang bisa memahami hakikat hidup di dunia.

Saya. Ya saya hanya seorang hamba yang berusaha memahami hakikat tersebut, terus belajar dan berusaha mengamalkannya.

Saya sama istri sepakat untuk tidak menumpuk (kepemilikan) barang, apalagi barang yang manfaatnya hanya untuk kepentingan pribadi, sudah pasti masuk daftar untuk disedekahkan di gelombang berikutnya.

Meski barang itu masih mulus, masih fungsi normal, kalau sudah jarang dipake ya selalu diusahakan untuk dimanfaatkan oleh orang lain.

It’s so simple:

Kami tidak mau barang itu nanti memberatkan di hari Hisab.

Siapa tahu, penerima barang itu bisa maksimalkan dan kami dapat jariyahnya.

Pasti, kami pilih kandidat penerima barang juga sih. Supaya kalkulasinya relevan dengan tujuan kami mempunyai sedikit barang.

Buat yang sering ketemu sama saya, tidak usah bingung kalau barang-barang yang saya pakai dari dulu ya itu-itu aja. Sampai ada temen yang komentar, “Baju lu itu-itu aja Ki..”
Ya ngga apa-apa.

Buat kami, barang itu yang penting fungsinya, bukan harganya, dan bukan keren atau tidak-nya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *