Proyeksi Pendidikan Abad 21

Kemenangan dan kesuksesan itu disiapkan di ruang-ruang keluarga dan di ruang-ruang kelas. Jadi selain anaknya yang sekolah, orang tua juga harus terlibat aktif dalam pendidikan anak.

Saat ini kita sudah di abad 21, tinggalkan pola pendidikan abad 20. Di abad 21 kita dituntut untuk mengembangkan 3 pilar pendidikan:

1. Pembentukan karakter (akhlak dan adab)

a. Karakter kinerja: kerja keras, ulet, tangguh, tidak gampang menyerah, tuntas.

b. karakter moral: jujur, baik, dermawan, iman taqwa, rendah hati.

 

2. Mengembangkan Kompetensi

Ada empat kompetensi yang perlu dikembangkan :

berpikir kritis, kreatif, komunikatif, dan kolaboratif

 

3. Mengembangkan budaya Literasi agar memiliki keterbukaan wawasan

a. literasi baca, di indonesia minat baca tinggi tapi daya baca rendah, suka baca sosmed, wasap dan berita-berita hoax tapi rendah untuk baca buku dan literatur. contoh wasap. Suka baca wasap tapi klo ada artikel panjang dikit pasti di skip, hehe.. Budayakan anak gemar membaca.. Today reader tomorrow Leader.

b. Literasi budaya, ajarkan anak bahwa budaya itu beragam, ada yang sama dengan kita ada juga yang beda, agar timbul rasa saling menghormati dan menghargai. Biar tidak ada lagi masalah penghinaan SARA seperti hari ini.

c. Literasi teknologi, udah tau lah ya..

d. Literasi keuangan. Ajarkan anak ilmu keuangan sejak kecil.. Cara kerja uang, cara uang bekerja, tentang perbandingan harga, tentang apa itu mahal, tentang menahan kesenangan sesaat untuk kebahagiaan yang lebih besar

Jangan tanya ke anak kamu mau jadi apa ketika besar, tapi tanyakan mau membuat (karya) apa.

Kemenangan itu disiapkan di ruang-ruang keluarga dan diruang-ruang kelas. Kalau ini dikerjakan dengan serius. Dengan fokus 3 pilar pendidikan diatas, Insya Allah anak-anak kita bisa kita lepas dan terbang. Kita tidak perlu khawatir dengan masa depannya jika kita menyiapkan itu semua mulai hari ini.

Anak adalah Asset amal jariyah kita, proyek besar kita di dunia ini, yang akan dimintai pertanggungjawaban nya.

Harus digarap serius. Biar Asset ini ga berubah menjadi liabilitas nantinya.

 

Masih belajar menjadi baba yang bisa menjadi teladan buat Ibrahim Fatih.

Bismillah.. Semoga Allah mudahkan..

Tinggalkan komentar