07 Mei

Niat

“Setiap amalan tergantung niatnya”. Malu dan teramat malu saat niat tak pernah bermuara kepadaNya. Hanya memuaskan pundi pundi dari nafsu besar pada dunia. Lupa bahwa hidup akan kembali ke dalam tanah.

Simple memang, dalam menentukan “pilihan” yang belum tentu menjadi sebuah keputusan. Sebut saja melanjutkan study ke jenjang yang lebih tinggi. Namun diiming iming dengan bisikkan “penggoda”. Mendapatkan gelar, terlihat keren, diakui lebih “berilmu”, menjadi panutan, dan masih banyak lagi ketidak ikhlasan dalam memulai menjalaninya.

Disinilah tumpuan itu kini berada, dipersimpangan jalan antara lanjut dengan niat yang belum tentu arah tujuan atau tetap dengan pengalihan kepada hal yang dianggap biasa saja oleh manusia. Berfokus kepada keahlian, memijakkan kaki pada keinginan adalah dua buah hal yang sebenarnya tidak menjadi sebuah permasalahan. Namun banyak menghasilkan pertentangan, terutama dari dalamnya hati dan perasaan.

Ya Rabb, saat pijakan ini goyah, saat arah ini tak menentu, hadapkan kembalikan pada porosnya pada pasaknya, agar kami tidak salah arah dalam melangkah. Agar setiap pusaran cita dan cinta ini selalu bermulai dan bermuara hanya padaMu.

Related Posts

Leave A Comment