Persiapan Mental Menjelang Pernikahan bagi Wanita

Wanita menghadapi pernikahan sama artinya mau berlayar lautan tapi tidak pernah naik kapal. Ada rasa deg degan yang besar. Ketakutan, bahkan kekhawatiran berlebihan. Atau paling jauh, kebahagiaan yang kelewatan sampai tidak tahu apa yang sebenarnya harus disiapkan perempuan sebelum pernikahan.

  1. Masuk Dunia Baru

Persiapan mental menjelang pernikahan yang paling utama untuk wanita adalah memahami bahwa dirinya memasuki dunia baru. Dunia bersama, bukan lagi individu. Ya, Anda harus memikirkan dia, dia juga harus memikirkan Anda. Tidak bisa lagi mengatakan aku adalah aku, kamu adalah kamu. Harus melebur menyesuaikan menjadi satu kesatuan. Ingat, rata-rata masalah dalam menikah muncul karena masih mementingkan dirinya sendiri, belum berpikir bagaimana bersama. Apalagi Anda sebagai wanita, terkadang harus banyak mengalah untuk menaklukkan lelaki.

  1. Menghadapi Masalah

Menikah memang akan menemukan kebahagiaan-kebahagiaan, tapi jangan dilupakan juga bahwasanya menikah juga berarti menghadapi masalah-masalah yang belum pernah Anda temukan sebelumnya. Hanya karena meletakkan barang sembarangan saja bisa bertengkar. Belum lagi kalau sudah tidak punya uang bersama. Tapi jangan mengira bahwa Anda makhluq paling apes sedunia yang tertimpa masalah demi masalah, salah. Semua menghadapi, dari situlah kemudian menapaki dunia kedewasaan. Anda bukan dituntut menghindari masalah, tapi bagaimana Anda menyelesaikan masalah dengan dua insan yang berbeda tapi hidup satu rumah.

  1. Bukan Pacaran

Biasanya orang yang pacaran sebelum menikah, akan menganggap pernikahan tidak jauh berbeda dengan pacaran, perbedaannya hanya sudah halal saja. Tunggu, sebelum menikah, Anda hanya hidup beberapa jam dengan pasangan Anda. Sedangkan menikah, Anda akan hidup 24 jam. Saat itulah Anda akan lebih tahu banyak hal tentang pasangan Anda. Jika belum siap mental menikah, maka sebelum menikah cinta setengah mati, setelah menikah menjadi benci setengah mati. Menikah bukanlah pacaran, banyak kekurangan yang akan ditemukan dalam diri pasangan Anda. Belum lagi persoalan nafkah, jika pacaran masih minta kepada orang tua, saat menikah, Anda harus bekerja, wajib.

  1. Sex

Bagi laki-laki kata ini salah satu yang menjadi tujuan, menyalurkan hasrat seksual. Bagi perempuan, ini adalah hal yang paling mendebarkan. Persiapan mental yang harus Anda siapkan bukanlah untuk menikmati sex, bukan. Namun yang harus Anda ketahui adalah tanggung jawab lebih besar setelah hubungan sexual. Dalam penelitian, hubungan sexual paling lama 30 menit. Maka ada 23 jam 30 menit waktu untuk tanggung jawab terhadap pasangan. Artinya sexual bukanlah tujuan utama. Anda akan memiliki anak. Anda harus mencari nafkah. Anda harus terus bertahan hidup. Banyak yang belum siap mental menikah, justru setelah menikah leha-leha tidak mau bekerja, karena punya anak, istri yang terpaksa harus bekerja.

  1. Jangan Lupakan Tujuan

Ini yang sering dilupakan. Sebelum menikah harus mengetahui lebih dulu apa tujuan menikah yang paling utama. Hal ini jangan sampai bergeser, apalagi sampai hilang dari ingatan Anda. Tujuan menikah bukanlah untuk sexual, bukan pula untuk terus menikmati cinta. Tujuan menikah adalah mencari teman untuk berjuang dalam hidup bersama-sama. Ibarat Anda akan berkelahi, ketika

 

Anda sendirian dan lawan Anda ada sepuluh, ada ketakutan dalam diri Anda. Tapi kelau Anda berdua, paling tidak ada teman kalau kalah, ada pegangan kalau memang terus ingin menyerang. Begitulah menikah, ibadah untuk berjuang bersama-sama.

  1. Bukan Sinetron

Kenapa saya tulis yang keenam bukan seperti sinetron. Ya, karena semakin banyak orang yang menonton sinetron, semakin banyak bayangan di kepala istri konflik-konflik seperti yang ditayangkan dalam sinetron. Ketika terjadi betulan, ujung ceritanya seperti di sinetron, cerai, mudah sekali untuk cerai, bahkan tidak jarang dibunuh. Ingat, sinetron hanyalah skenario agar cerita menarik. Jika belum siap mental melewati jembatan gantung, baru selangkah sudah mundur. Begitulah pernikahan, sekarang terjadi, menikah dengan pesta mewah, eh baru enam bulan sudah gugat cerai. Sebelum menikah menganggap sempurna, setelah menikah dianggap makhluk paling tercela. Semua karena mental yang masih belum siap.

Leave a Comment