Perbedaan Pola Pikir Laki-laki dan Perempuan dalam Cinta

Laki-laki memiliki pola pikir yang berbeda dengan perempuan. Begitu pula dengan perempuan yang sangat berbeda dengan laki-laki. Maka hal yang membuat keduanya menjadi selalu salah paham adalah menyamakan cara berpikir perempuan seperti laki-laki dan begitu pula sebaliknya.

Dalam persoalan relasi antara laki-laki dan perempuan, terutama dalam persoalan cinta kita harus memahami apa yang diinginkan laki-laki terhadap perempuan, dan apa yang diinginkan perempuan terhadap laki-laki.

Harapan laki-laki terhadap perempuan tentu saja yang pertama adalah kasih sayang, tidak ada yang memungkiri hal ini. Selanjutnya selepas kasih sayang adalah pemenuhan hasrat sexual. Bagaimanapun dalam sudut pandang laki-laki cinta tanpa berhubungan badan adalah hal yang mustahil. Anda boleh menaifkan pernyataan ini. Tapi ini adalah anugerah dari Tuhan agar manusia terus bereproduksi. Hasrat ini dianugerahkan lebih besar kepada laki-laki.

Dalam persoalan ini manusia bisa disamakan dengan hewan, karena hewan juga memiliki nafsu. Bila kita melihat kucing, akan jelas bahwa kucing jantan mengejar betina sampai seolah berkelahi. Manusia ada akal yang menjadikan malu. Maka hasrat itu sedikit terkendali. Tapi jika ada satu kesempatan, laki-laki sepuluh kali akan memanfaatkan. Maka marak kasus hamil di luar nikah, karena hal yang mustahil nafsu dari laki-laki dihilangkan. Dalam aspek inilah perempuan memiliki kesalahan terhadap pola pikir laki-laki. Dianggapnya laki-laki hanya butuh cinta. Jika Anda berkata demikian, cobalah diajak ke tempat yang sepi, apa yang kemudian akan terjadi?

Laki-laki selanjutnya menyenangi persahabatan. Di sinilah perempuan mengisi sebagai seorang sahabat yang sangat setia terhadap laki-laki yang selalu memberi kepedulian. Laki-laki mungkin bisa menghadapi kesendirian. Tapi laki-laki sangat butuh dengan orang yang selalu mengurusinya. Laki-laki tidak bisa sepenuhnya mengurusi diri sendiri. Maka betapa takut seorang suami jika istri meninggalkannya meskipun ada wanita lain yang dimilikinya. Semua karena khawatir kepeduliannya tidak sebesar yang sudah menemaninya sekian lama.

Cinta, sex, dan ingin ditemani juga hadir dalam diri seorang perempuan ketika mencintai laki-laki. Tapi cinta perempuan lain dengan cinta laki-laki. Dia benar-benar menikmati rasa cinta yang dirasakan bersama pasangannya. Dia rela menjadi lilin demi cinta kepada pasangannya. Laki-laki mengetahui ini, bagi laki-laki jahat, biasanya memanfaatkan aspek ini dari perempuan. Maka sex yang dilakukan perempuan juga demi cinta, masa bodoh dengan masa depannya berantakan, yang penting cinta. Bisa dikatakan perempuan hidup demi cinta.

Namun lebih dari tiga hal itu perempuan juga mengharapkan unsur lain, yaitu dilindungi dan dinafkahi. Perempuan sangat membutuhkan perlindungan, rasa cintanya yang besar sangat membutuhkan balasan perlindungan. Bagi perempuan, pelindung terbaik adalah laki-laki yang bukan hanya mengamankan, tapi melindungi dengan dasar penuh kasih sayang.

Wanita juga sangat butuh untuk dinafkahi. Meskipun mereka juga bisa mencari nafkah sendiri atas dasar cinta besarnya kepada keluarga, tapi naluri mendasar dari perempuan adalah dinafkahi. Mereka ingin terus menikmati cinta, bersama keluarga, suami, anak, dan orang-orang yang didekatnya, agar leluasa melakukan itu, ia butuh dinafkahi. Hal ini pula yang menjadikan cinta perempuan terus membara, dan terus melakukan yang terbaik untuk pasangannya.

Terkadang laki-laki tidak tidak mampu melakukannya. Pada akhirnya justru membiarkan perempuan mencari nafkah. Wanita mampu, namun mereka memiliki kelemahan pada kekuatan. Sehingga rasa lelah selepas kerja yang dimiliki perempuan jauh lebih besar dari laki-laki. Bisa dibuktikan ketika pulang kerja, perempuan sangat sedikit yang kembali keluar jalan-jalan. Tapi laki-laki bisa dengan mudah pulang kerja kembali berangkat kerja lagi.

Efeknya adalah kualitas pelayanan yang menurun. Bagi laki-laki itu salah perempuan, kenapa tidak seperti dulu. Kenapa tidak lagi melayaninya dengan baik. Dan perempuan tidak mengetahui apa-apa. Yang dia tahu hanya mengerjakan segalanya dengan cinta. Kepayahan yang begitu dalam kadang tidak begitu dipikirkan, yang diinginkan laki-laki adalah pelayanan yang sama. Hal inilah yang selanjutnya memicu friksi-friksi kecil dan akhirnya berharap mendapatkan sesuatu seperti dulu dengan mencari pelampiasan di tempat lain.

Memang seandainya laki-laki memahami apa yang dipikirkan perempuan semua akan damai. Begitu juga sebaliknya, seandainya perempuan mengetahui apa yang ada di kepala laki-laki semuanya menjadi tenteram dan selalu penuh kasih sayang.

Leave a Comment