Mengapa Perempuan Sering Menangis

Jika Anda sering berhadapan dengan perempuan, sudah menjadi kepastian jika kemudian menemukan perempuan tiba-tiba menangis tanpa sebab. Lebih unik lagi ketika ditanya “Kenapa menangis?” jawabnya justru gelengan kepala.

Pada dasarnya perempuan menangis karena beberapa hal. Pertama karena unsur kesedihan. Alasan ini bisa terjadi pada laki-laki dan perempuan. Namun ketika perempuan tertimpa sedikit saja kesedihan, sudah dapat dipastikan air matanya akan meleleh dengan cepat.

Kedua, kalau perempuan sedang marah. Kemarahan perempuan paling tinggi akan diekspresikan dengan sebuah tangisan. Bukan dengan kemarahan yang membabi buta, fisiknya tidak begitu kuat. Kalaupun dia mampu marah, tetap dibarengi dengan air mata.

Ketiga, dalam keadaan terharu atas kebahagiaan. Anda pernah melihat bagaimana seorang ibu menangis melihat anaknya bisa tampil di sebuah panggung? Itu terjadi karena seorang ibu mendapatkan kebahagiaan tak terhingga. Kebahagiaan ini membangkitkan emosi ibunya dan menjadikannya menangis.

Keempat, tersentuh dengan apa yang dilihat, atau didengar. Jika perempuan mendapatkan perlakuan begitu istimewa, hatinya mudah tersentuh, puncaknya jika perempuan itu menangis. Oleh sebab itu perempuan menyukai sesuatu yang romantis and mellow habis, karena keduanya menyentuh. Sekali tersentuh kesan yang tertancap sulit untuk dihapus apalagi dibuang.

Oleh sebab itu kalau diperhatikan baik-baik, sebenarnya perempuan tidak menangis tanpa alasan, dia memiliki empat hal di atas, entah sedih, bahagia, atau tersentuh. Namun satu hal yang seringkali tidak dimengerti adalah, bagaimana perempuan sangat sulit mengekspresikan semua itu dengan tindakan atau dengan perkataan. Sehingga satu-satunya yang bisa difungsikan adalah air mata sebagai wujud dari ekspresi dari hati yang paling dalam.

Air mata bagi perempuan memiliki fungsi tidak sebatas meluapkan perasaan, tapi juga berfungsi seperti sebagai air yang menyiram bara api belum padam. Ya, jika perempuan memiliki gejolak dalam hati, maka ketika itu ada bara yang membakar. Namun ketika air mata perempuan meleleh, maka seolah-olah air mata itu menyiram dan membuat perempuan merasa lega.

Sehingga di dalam air mata perempuan pada hakikatnya ada masalah-masalah, ada luapan-luapan yang harus dikeluarkan demi membuat hati menjadi tenang dan tenteram. Pada aspek ini perempuan jauh lebih terhormat karena tidak perlu melibatkan orang lain untuk menyelami masalah yang dialaminya, tapi ia membiarkan dirinya sendiri yang merasakan melalui lelehan air matanya.

Maka ketika perempuan menangis tidak ada yang bisa dilakukan untuk menghentikan air matanya, kecuali hanya membiarkan perempuan berhenti meneteskan air mata dan melihat sosok perempuan seolah sudah terhapus masalah pribadinya.

Leave a Comment