Membedakan Cinta dan Nafsu

Beberapa perempuan menyatakan, “Laki-laki kalau sudah dekat perempuan bawaannya hanya nafsu”. Padahal kedekatan itu muncul karena cinta, bahkan perempuan juga rela didekati atas dasar cinta. Lalu, nafsu muncul setelah cinta atau nafsu mendahului cinta?

Ada satu tanda-tanda sederhana memilah cinta dan nafsu. Jika laki-laki yang mendekati karena nafsu maka ia terdorong karena sifat lahiriah saja, jasad saja. Misalnya cantik, seksi, dan bahenol. Kalau sudah dekat maka yang diinginkan biasanya memegang, dan mencium.

Oleh sebab itu cinta yang muncul karena pandangan pertama sangat tidak mungkin terjadi. Pandangan pertama hanya perantara. Kalau sekali pandang saja sudah cinta, yang timbul hanyalah nafsu belaka. Anda lihat bagaimana di film-film barat laki-laki yang langsung jatuh cinta pada perempuan berakhir di ranjang. Selanjutnya laki-laki dan perempuan berpisah dan saling melupakan.

Faktanya, banyak sekarang gadis-gadis cantik justru hamil di luar nikah. Atau sudah melakukan hubungan seksual di luar nikah. Bahkan saya mendapatkan cerita ada seorang gadis yang sangat cantik, hingga semua orang ingin mendapatkannya, namun justru sekarang menimang anak dan ayahnya tidak ada (lari tidak mau menikahi). Ini berarti hanya nafsu.

Penelitian Australian National University dan Universitas Indonesia (UI) yang diambil dari 3.600 responden membuktikan bahwa 20,9 persen remaja hamil di luar nikah. Yogyakarta lebih sadis lagi, di kota pelajar ini, dalam setahun ada hampir 1000 pelajar yang hamil di luar nikah. Ini berarti pacaran yang sedang tren di antara remaja bukan mengantar cinta, tapi nafsu saja.

Masalahnya objek nafsu adalah perempuan. Perempuan selalu menjadi korban dari laki-laki ketika diminta membuktikan cintanya. Mereka menjadi korban karena seringkali laki-laki tidak mau bertanggung jawab, bahkan pergi meninggalkannya. Ada yang harus menggugurkan, padahal sakitnya bukan main. Apakah ini cinta?

Laki-laki pasti memiliki nafsu, dan salah satu tujuan menikah bisa menyalurkan nafsunya. Tapi penyaluran hawa nafsu hanya salah satu unsur sangat kecil dari spektrum cinta. Bahkan ikatan antara ibu dan anak juga dikatakan cinta. Artinya spektrum cinta sangatlah luas. Tidak berputar pada kisaran nafsu laki-laki dan perempuan belaka.

Ketika laki-laki mendekati dan menjurus pada hal-hal yang berbau seks, maka itu bukan cinta yang mendekati Anda, nafsu yang sedang meraba Anda. Cinta laki-laki akan terbukti ketika Anda tidak mau dipegang, tapi masih mencintai, tidak mau dicium, tapi masih mencintai. Ketika tidak ada seks tapi masih mau untuk bersama. Karena spektrum cinta luas.

Dulu, cinta disembunyikan begitu rapi, hubungan sebelum menikah hanya lewat surat-suratan di atas kertas begitu harum. Yang mereka inginkan adalah cinta, hubungan ikatan hati yang ditanam dengan penuh kerelaan. Mereka tidak sudi membukanya di hadapan umum.

Sampai ada slogan, dulu cinta membawa rindu, kini cinta membawa benci. Dulu cinta berakhir dengan penuh kebersamaan. Sekarang banyak nafsu diartikan cinta, sehingga diawali dengan cinta justru berakhir dengan benci, sudah disetubuhi ditinggal, sudah hamil di luar nikah tidak diakui.

Bisa dikatakan nafsu berasal dari mata, cinta berasal dari hati. Sehingga ada anjuran menundukkan pandangan agar nafsu tidak merasuki.

Leave a Comment