Kiblat Model Jilbab di Indonesia

Fenomena jilbab di atas tahun 2010 begitu berkembang pesat. Hal ini ditandai dengan banyaknya model jilbab yang keluar sebagai variasi pilihan bagi penggunanya. Landasannya lebih banyak bersifat model. Faktanya ketika muncul film Ayat-ayat Cinta dan novelnya mewabah hingga jutaan pembaca, model jilbab ala Aisyah muncul dengan ada cadar di jilbabnya.

Untungnya artis di Indonesia yang kemudian berjilbab justru tidak meredup. Justru semakin populer dan mengambil segmen tersendiri bagi penggemarnya. Contoh: Inneke Koesherawati. Artis yang dulu dikenal negatif justru semakin melejit ketika muncul berjilbab. Hingga pada akhirnya muncul model jilbab Mba’ Inneke.

Belum lagi kini muncul fenomena jilbab lebar ala Teh Ninih dan semacamnya. Jilbab model seperti ini kemudian diikuti sampai pada era film Ketika Cinta Bertasbih yang menggunakan jilbab sangat lebar. Bisa ditebak, masyarakat kemudian cenderung mengikuti hingga pada akhirnya kita menemukan sangat banyak gadis berjilbab. Kini jilbab sudah menjadi tren anak muda.

Memang kemudian muncul kesimpulan bahwa kiblat jilbab di Indonesia adalah tren jilbab yang sedang marak di kalangan artis itu sendiri. Untungnya artis juga semakin banyak yang mulai memakai jilbab dan menjadi kiblat dari perempuan-perempuan masa kini.

Efeknya adalah munculnya dua kiblat frontal mode baju perempuan, berjilbab vs buka-bukaan. Jika ingin melihat hal ini cukup datang ke mall-mall. Sangat kontras terlihat bagaimana perbedaan dua gaya besar cara berpakaian. Semua sudah menjadi tren, dan sudah menjadi mode yang harus diikuti. Bahkan iklan shampoo yang harusnya menunjukkan kemilau rambutnya, sekarang bintang iklannya sudah berjilbab. Semua karena komunitas jilbab sudah semakin marak.

Leave a Comment