Efek Samping Drama Korea Bagi Remaja Wanita

Saya mengetahui betul bagaimana drama korea memang memiliki kisah-kisah yang cukup bagus. Kisahnya unik, meski kadang impossible, tapi cenderung terkesan orisinil. Gadis-gadis Indonesia sampai sekarang demam dengan film-film dari negeri ginseng tersebut. Padahal film Korea mengandung satu pengaruh buruk bagi para remaja.

Coba kita perhatikan seksama bagaimana kisah-kisah cinta yang ada di film korea. Umumnya peran utama selalu dititik beratkan kepada wanita, rakyat biasa dapat orang kaya, atau orang gendut dapat membius pria tampan, gadis masih smp jatuh cinta pada gurunya. Namun pernahkah Anda melihat betul-betul bagaimana sosok pria dalam film-film Korea?

Hampir mayoritas pria-pria dalam film Korea memiliki tiga sifat utama, Postur Ideal, Cool, dan Tampan. Dan lagi seringkali punya unsur tambahan yang umumnya adalah laki-laki tajir, atau keturunan konglomerat, plus romantis. Meski hanya sebatas film, tapi gambaran sosok ini selalu merasuk di hati penontonnya. Efeknya adalah, mereka sangat terobsesi dengan sosok yang ada di film tersebut.

Maka laki-laki kere, sudah dicoret dari pribadi mereka. Paling tidak tampan dikit lah biar tidak memalukan diajak jalan-jalan. Atau punya tunggangan, motor cakep, mobil lebih disukai. Sosok yang hanya bisa naik sepeda atau angkot, lewat.

Kalau kita sadari betul-betul, laki-laki dengan kriteria tersebut, pasti memilih gadis yang super baik, dan cantik. Dua kriteria utama ini menjadi pilihan teratas. Mereka berkutat pada kriteria tersebut. Kalaupun ada peluang untuk bersaing, maka saingannya juga kelas atas dalam kebaikan, kecantikan. Ketika Anda, mohon maaf, berwajah pas-pasan, atau tidak punya prestasi, maka sudah tereliminasi. Anda tidak akan dianggap sebagai cinta, tapi hanya penggemar saja.

Efek besarnya tentu saja jodoh tidak mudah mendekat. Laki-laki berwajah tampan, sedikit. Itu anugerah Allah untuk beberapa orang. Memilih laki-laki yang kaya, sangat sulit, rata-rata anak muda baru mulai bekerja, itu pun dengan hasil pas-pasan. Sangat jarang ada laki-laki menikah sangat mapan.

Lebih baik menerima kenyataan. Jika Anda bernilai 6, maka jodoh Anda bernilai tidak jauh berbeda. Nilai ini bukan hanya persoalan kecantikan, tapi akumulasi dari kecantikan, kekayaan, kecerdasan, kebaikan, dll. Ketika Anda berharap laki-laki yang bernilai 9, maka sesungguhnya laki-laki tersebut mencari jodoh yang bernilai tak jauh berbeda, dia akan mencari wanita bernilai 8 atau 10. Anda hanya sebatas menjadi teman.

Banyak yang tidak menyadari bahwa rumah tangga adalah bangunan yang tidak instan. Maka ada rumah yang dibangun membutuhkan kerjasama, dan dengan filosofi tangga yang harus pelan-pelan dari pijakan paling bawah menuju ke pijakan selanjutnya hingga ke atas. Anda sebagai wanita harus memegang tangga agar tidak jatuh, laki-laki menaiki tangga tersebut sampai ke puncaknya.

Ingatlah bahwa Allah memberikan kelebihan manusia dalam hal yang berbeda. Ketika seseorang justru sibuk mencari orang lain yang penuh dengan kelebihan, maka justru kelebihan Anda sendiri yang dilupakan. Cinta yang indah ketika bisa hidup bersama dari titik paling nadir menuju titik paling sempurna. Dari hidup bersama-sama dalam kontrakan sepetak, menuju hari tua di rumah bertingkat.

Leave a Comment