Dampak Negatif Pacaran Terlalu Lama

Beberapa laki-laki atau perempuan seringkali konsultasi dengan saya terkait hubungan sebelum menikah dengan pasangan yang tiba-tiba kandas, padahal pacarannya sudah lama. Si dia tiba-tiba menikah sama atasannya. Lalu apa sisi negatif pacaran terlalu lama sehingga tidak jarang justru kandas di ujung jalan?

Pacaran terlalu lama saya ilustrasikan di sini lebih dari satu tahun. Saat ini semakin jarang orang bisa berhubungan sebelum pernikahan melebihi satu tahun. Sudah terlalu banyak godaan, ada yang lebih ganteng cantik, ada yang lebih tajir.

Dampak negatif utama pacaran terlalu lama adalah munculnya kebosanan. Hubungan pacaran terjadi dengan pola yang sama, seperti itu-itu saja. Jalan-jalan berdua, janjian di sana sini, berjanji di tempat-tempat romantis, polanya tetap, sehingga tidak ada suasana baru yang menjadikan pasangan berada pada titik kejenuhan.

Pola baru akan terjadi ketika memasuki dunia pernikahan. Di dunia pernikahan polanya tidak tetap, selalu berganti-ganti. Baru setengah tahun bersama istri sudah mengandung, pola pendekatan dan komunikasi berbeda. Sudah satu tahun setengah ada anak yang lahir, pola interaksi tidak hanya dua arah, tapi sudah tiga arah dengan interaksi yang lebih komplek. Seterusnya akan terjadi perbedaan dan variasi hingga timbul tantangan-tantangan baru.

Pola hubungan yang tidak sekomplek pernikahan membuat pacaran membosankan. Salah satu dari pasangan pasti menanyakan, “Kapan nikahnya?” Sehingga salah satu pasangan mengajak terus untuk menikah, sedangkan pasangan yang satunya selalu mencari alasan untuk menolak pernikahan. Pada posisi ini, pasangan yang menginginkan menuju pernikahan sudah mulai mencari alternatif.

Di masa inilah kemudian seringkali terjadi kejutan. Ada orang lain masuk di antara kalian berdua, menyela dengan keadaan siap untuk menikahi atau dinikahi. Maka daripada berlama-lama pacaran tanpa ujung, dia kemudian memilih orang yang sudah sangat siap untuk mengarungi dunia pernikahan.

Anehnya, pada saat seperti ini kemudian muncul konflik. Dikatakan tidak setia, dikatakan mata duitan karena yang datang lebih mapan. Dikatakan ingkar janji karena dulu sudah janji berdua sampai mati. Padahal keadaannya adalah, yang datang lebih berani mengajak ke jenjang pernikahan. Ibaratnya Anda dijanjikan terus naik kapal, tapi terus disuruh menunggu. Ketika ada kapal merapat siap berlayar, Anda jangan kecewa ketika penumpang Anda hilang.

Biasanya pihak perempuan yang memisah diri dan memilih laki-laki lain yang siap untuk menikahi. Sedangkan pihak laki-laki adalah yang ditinggal. Hal ini terjadi karena perempuan objek dari janji-janji laki-laki yang tidak berani cepat mengajak ke pernikahan. Ingat, perempuan ada keterikatan usia, semakin lama menunda, usia semakin tua. Sehingga ia ingin cepat menikah.

Kedua, wanita menganggap laki-laki yang hanya berjanji dan berjanji bukanlah laki-laki jantan. Perempuan lebih menyukai laki-laki yang sedikit berjanji tapi membuktikan. Oleh sebab itu dampak negatif pacaran yang terlalu lama adalah lebih banyak kemungkinan gagal ke dalam pernikahan.

Dampak negatif lain pacaran yang terlalu lama adalah kecenderungan hubungan ke arah negatif. Ketika terlalu lama pacaran, pola hubungannya semakin lama akan mengarah seperti pola hubungan suami istri. Awalnya mungkin hanya berjalan bersama pegangan tangan. Pegangan tangan menjadi biasa, sehingga mencoba pola yang lain.

Berpelukan, ketika dilakukan sering, akan menjadi sebuah kebiasaan. Di sinilah selanjutnya sering terjadi hubungan yang lebih sering dan menjurus ke hubungan suami istri meski belum menikah. Uniknya keduanya sama-sama menerima. Namun ketika kenyataan bahwa perempuan hamil, laki-laki ternyata enggan menikahi, maka perempuan menjadi satu-satunya pihak yang sangat dirugikan. Mengadu ke orangtua malu, meminta dinikahi ternyata si laki-laki justru mencari perempuan baru.

Ketiga, hubungan pacaran yang terlalu lama memiliki dampak negatif akan cenderung tidak menuju ke pernikahan. Alasannya, ketika semakin lama pacaran masing-masing pihak justru semakin tahu kekurangan dan kelemahan masing-masing pihak. Ternyata suka belanja, padahal semua perempuan suka belanja. Ternyata laki-laki suka tidur, padahal durasi tidur laki-laki memang lebih lama dari perempuan.

Pada akhirnya ingin mencari pasangan baru yang jauh lebih sempurna. Padahal tidak ada satu pun di dunia ini manusia yang hadir sangat sempurna. Sehingga pacaran terlalu lama justru memungkinkan Anda putus hubungan dengan si dia. Oleh sebab itu saran kami, jangan terlalu lama pacaran jika sudah menemukan kecocokan. Langsung menikah saja, sebelum justru salah satu ditinggal dan sakit hati.

Leave a Comment