Alasan Pria Belum Siap Menikah

Ada beberapa konsultasi yang masuk ke saya menanyakan tentang betapa sulitnya membujuk pria untuk menikah. Alasannya sederhana, belum siap untuk menikah. Maka wanita sering bertanya-tanya, apa alasan pria hingga belum siap untuk menikah? Apalagi jika belum siap menikah hingga usia 35 tahun.

Pertama, alasan pria belum siap menikah adalah persoalan secara finansial. Saat ini sudah menjadi sebuah kewajiban pada calon mertua untuk menerima menantu yang sudah memiliki pekerjaan tetap. Mau diberi makan apa nanti anaknya kalau belum bekerja? Pertanyaan ini yang sering muncul di benak calon mertua.

Ternyata, pertanyaan paling ditakutkan oleh calon menantu adalah “Apa pekerjaanmu?”. Belum lagi kalau ada mertua yang mengukur kesejahteraan dari sisi gaji. Maka laki-laki cenderung mundur sebelum maju. Tahu diri. Padahal kenyataannya tidak sesadis itu. Bahkan penulis juga belum bekerja ketika melamar. Ada banyak orangtua yang mau menerima calon menantu yang belum bekerja, dan justru mertua yang mencarikan pekerjaan pada menantunya. Tugas Anda sebagai calonnya tentu saja meyakinkan, atau paling tidak silaturahim lebih dahulu kepada orangtua Anda. Kadang kenyataan tak begitu mengerikan.

Kedua, alasan pria belum siap menikah adalah belum tercapainya cita-cita. Bagi sebagian pria, cita-cita harus digapai terlebih dahulu sebelum menikah. Setelah menikah adalah saatnya untuk menikmati hasil dari cita-cita. Padahal justru karena pemikiran inilah saat ini cita-cita seseorang tidak pernah tercapai.

Pikiran pria sekarang bahwa kehidupan rumah tangga dan beristri tidak mendukung untuk mencapai cita-cita, padahal justru ketika ada istrilah biasanya dorongan untuk mencapai cita-cita lebih besar karena ada motivasi lebih. Salahnya adalah, mendapatkan calon yang tidak mendukung cita-cita. Seharusnya, calon Anda harus benar-benar mengerti apa yang sedang Anda lakukan dan apa yang dicita-citakan. Sehingga dia mendukung Anda.

Ketiga, Belum mendapatkan yang pas. Laki-laki sekarang dengan adanya media sosial, mudahnya mengakses internet sangat terobsesi dengan perempuan-perempuan yang ada di media-media sosial. Tampak cantik-cantik dengan kemolekan tertentu. Ketika mengharap kecantikan saja, maka cukup mudah bagi laki-laki mendapatkan. Tapi laki-laki ingin menggabungkan sosok yang cantik, plus baik. Inilah tingkat kesulitan yang tinggi.

Masalahnya, belum tentu laki-laki tersebut tampan, dan baik perangainya. Tapi namanya laki-laki sekarang punya keinginan, jika tidak ketemu maka harus mencari yang pas. Prinsip bagi laki-laki, perempuan masih banyak. Sayangnya laki-laki sering lupa, perempuan yang mau dengan dia tidak banyak.

Keempat, lingkungan tidak mendukung untuk segera menikah. Sekarang umumnya laki-laki menikah di atas 25 tahun. Maka ketika lingkungan mendukung untuk menikah di atas 25 tahun, maka Anda sebagai wanita harus siap untuk menunggu usia laki-laki yang lebih dari 25 tahun. Kenapa demikian? Usia 25 laki-laki sekarang kadang belum bekerja, bahkan terkadang belum dewasa.

Belum dewasa terjadi karena tidak terbiasa menghadapi masalah. Belum terbiasanya memikul tanggungjawab, belum terbiasa mencari nafkah. Sehingga ada ketakutan untuk langsung memasuki dunia pernikahan. Bahkan sekarang laki-laki umumnya menikah di usia 26 tahun. Bisa jadi, di masa yang akan datang usia menikah lebih tua. Bahkan salah satu kalimat yang sering dicari di internet adalah, alasan laki-laki belum menikah di usia 35 tahun. Artinya sangat banyak sekarang laki-laki yang belum menikah di usia 35 tahun.

Kelima, punya trauma masa lalu terhadap perempuan. Biasanya dikhianati, atau ditinggal menikah. Masalahnya, trauma laki-laki terhadap masa lalu dalam persoalan cinta bisa mengakibatkan enggan untuk menikah. Hal berbeda terjadi pada perempuan. Jika perempuan trauma, mau dijodohkan. Tapi laki-laki lain. Kadang sangat teguh untuk tidak menikah.

Bahkan meskipun sudah menjalin hubungan pra nikah, tapi ketika diajak menikah tetap enggan. Hal ini karena pernah mengalami sesuatu dan buruk. Tugas perempuan selanjutnya adalah mengorek apakah laki-laki yang akan dinikahi punya derita masa lalu atau tidak. Jika memiliki, maka perempuan harus bisa memaafkan dan meyakinkan bahwa Anda bisa menjaga hatinya.

Keenam, alasan pria belum siap menikah biasanya pria itu sudah mendapatkan kepuasan seksual. Sudah menjadi rahasia umum jika menikah merupakan sebuah sarana bagi laki-laki untuk menyalurkan hasrat seksualnya. Oleh sebab itu, ketika hasrat seksual sudah tersalurkan kadang laki-laki enggan untuk memiliki hubungan resmi yang ribet.

Contoh, jajan di pelacur, atau sekamar dengan pacar, atau bahkan dengan cara yang lainnya. Pria yang sudah mendapatkan kepuasan seksual cenderung menghindari pernikahan. Alasannya, sudah puas dan bebas. Puas dalam hal seksual pada pelacur, bebas dalam arti tidak terikat oleh tanggung jawab yang panjang terhadap istri dan anak. Maka Anda harus selidiki terlebih dahulu. Jika alasannya adalah ini, maka lebih baik Anda mendoakannya dan memilih laki-laki lain, karena tipe ini biasanya memiliki fantasi seks diluar batasan tertentu.

Terakhir, menikmati dunia kerja. Jika alasan pertama karena belum mendapatkan pekerjaan, tapi justru ketika sudah enjoy dengan pekerjaan, ada banyak laki-laki yang justru enggan untuk menikah karena benar-benar menikmati pekerjaannya. Biasanya dia berada pada pekerjaan yang memang sangat dia suka. Pada kondisi ini, justru pekerjaannya yang menjadi pendamping hidupnya. Istri dikhawatirkan justru menghambat.

Leave a Comment