Alasan Laki-laki Menghamili Pacarnya

Dulu pacaran itu datang ke rumah perempuan dan ngobrol, berdua-duaan sendiri di luar rumah takut. Namun sekarang nilai-nilai pacaran sudah bergeser sangat besar. Bahkan beberapa hal yang seharusnya dilakukan di dalam pernikahan justru seperti kebanggaan jika dilakukan sebelum pernikahan, seperti hubungan suami istri. Sepertinya nyawa dan keperawanan hilang harganya.

Hal ini karena laki-laki memiliki beberapa alasan yang menjadikan pacaran sebagai lahan berhubungan seperti pernikahan. Pertama, nafsu laki-laki tidak mudah disembunyikan. Ada semacam keinginan yang melonjak dari laki-laki ketika sudah bersama perempuan. Seandainya tidak tersalurkan akan terus menyala.

Kedua, zaman sekarang banyak alat pengaman. Kampanye kondom yang merajalela, sebenarnya sebuah blunder untuk pergaulan zaman sekarang. Laki-laki tidak takut lagi untuk berhubungan intim dengan wanita, mengingat ketika melakukan hubungan intim bisa tidak hamil. Maka laki-laki tidak takut untuk diminta tanggung jawab, wong ga’ hamil.

Ketiga, gengsi pacaran sudah bergeser. Dulu pacaran akan bergengsi ketika sanggup menikahi, sekarang pacaran paling tidak bisa jalan-jalan, kalau pacaran paling tidak bisa ciuman, kalau pacaran paling bergengsi kalau sudah begituan. Sayangnya perempuan juga mengamini. Sehingga dua kutub bertemu dan mereka tidak berpikir akibatnya.

Keempat, laki-laki tidak pernah takut diputus. Ini yang kadang salah paham. Perempuan menganggap memberikan kehormatan adalah bukti cinta. Padahal itu sebagai cara bahwa dengan demikian perempuan akan takut meninggalkan laki-laki tersebut, soalnya sudah diajak seranjang. Akhirnya laki-laki tersebut dengan semaunya bertindak ini dan itu. Kalau perempuan minta putus, laki-laki pada akhirnya tidak berpikir panjang, langsung putus, bisa cari yang lain. Di pikiran laki-laki, “Siapa yang mau menerima gadis sudah ditiduri?”

Kelima, perempuan terlalu percaya kepada lelaki meski belum menikah. Ini yang sering menjadikan pertahanan perempuan mudah terbongkar. Laki-laki cukup mengatakan, “Aku janji akan menikahi”, perempuan sudah klepek-klepek. Padahal di pernikahan saja butuh wali bagi perempuan, dan harus ada saksi. Semua agar laki-laki bertanggung jawab, tidak hanya sebatas bicara. Lha kalau pacaran, siapa walinya? Siapa saksinya? Giliran sudah mlendung ngadu ke orang tua. Kasihan orang tua, sudah ngurus susah-susah, datang-datang hamil di luar nikah.

Alasan-alasan inilah yang menjadikan laki-laki menghamili perempuan sebelum pernikahan.

Leave a Comment