Musibah : Ujian atau Adzab?

Setiap manusia pasti pernah merasakan pengalaman yg pahit. Pengalaman pahit itu bisa datang dari mana saja, dari urusan pertemanan, urusan sekolah, urusan kantor, bahkan urusan rumah tangga/pernikahan. Kita yg tadinya lupa sama Allah, tiba-tiba jadi inget Allah krn saking inginnya mendapatkan solusi. Kita yg tadinya merasa tinggi hati, ternyata musibah itu seperti menampar pipi kita krn kita bisa sadar bhw kita bukan siapa-siapa, hanya makhluk hina. Kita yg tadinya terlalu berpesta pora, gembira, banyak tertawa, kedatangan musibah rasanya seperti jatuh tersandung batu.
.
Mungkin, tidak ada yg siap dg kedatangan musibah, kecuali orang-orang yg hatinya sudah terpaut dg nama Allah. Ya, bukankah semua ujian itu butuh ilmu? Mengerjakan ujian sekolah pun butuh belajar rutin, apalagi ujian hidup. Jika tidak belajar atau tidak punya ilmunya, bisa jadi ujiannya gagal alias tidak lulus.
.
Musibah itu ujian atau adzab? Bagi yg punya ilmunya, bisa jadi itu memang ujian. Namun, jika faktanya hati kita tidak siap atau bahkan kita tidak punya ilmunya, pasti ujian tsb terasa sangaaatt berat. Bisa jadi, itulah adzab.
.
Kita tidak tau apakah itu ujian atau adzab. Namun, jika kita merasakan itu cukup berat, tidak ada salahnya dan memang lebih baik kita beristighfar krn semua manusia pasti pernah berdosa. Husnuzhan kpd Allah adalah jalan menuju ketenangan. Allah mencintai orang-orang yg bertaubat. Yakinlah ada ‘pelangi setelah badai hujan’ di langit yg cerah asalkan kita mau bertaubat dan husnuzhan kpd Allah. Bisa jadi, dg bertaubat, derajat kemuliaan kita naik di hadapan Allah dan inilah karakteristik ujian.

Tinggalkan Balasan