Malu Bertuan

Sering tersipu atas semua rencanaMu.
Acap kali malu akan keputusanMu.
Sedari dulu semua masa adalah abu-abu, sampai detik membawa ku pada dekapMu.
Harap manusia mengecewakan ku, padaMu pusara rindu tak pernah pilu.

Dan kembali aku tersipu untuk pengulangan waktu. Neraca waktu Kau beri untuk ku benahi, baik buruk masa lalu untuk ku perbaiki. Sejarah mengulang kebaikan di masa depan, bukan buruk yang akan dilanjutkan.

Rahman
Rahiim
Lembut sentuh Mu tepat di ubun ubun ku.
Belai kasih Mu menggetarkan relung hati ku.
Gersang kembali berbunga, gugur kembali ke tangkainya.
Aiih, rasa tak terbendung padaMu saja.
Labuh akan harap dan jua temu tak kuasa ‘tuk ku bungkam, memuncak pada rindu tak tertahankan pada Mu Tuhan yang ku Agung kan.
Kala rindu menyapa namun sepi tajuk ceritra, kembali padaNya adalah getaran cinta yang buat hidup kan terpana.
Lewat Dia ah sudahlah, semua muara adalah bahagia.

#catatanharianistri

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *