Lima Kunci Sukses di Dunia Digital : Inspirasi Startup Unicorn Indonesia

Sekarang sudah eranya digital. Siapa saja yang tidak melek digital maka akan tertinggal. Sering saya temukan kalimat itu tetapi memang ada benarnya. Mau bisnis, sekarang ada toko online. Mau belajar, sudah ada e-learning, dan pastinya every single part of your life is going to be easy. Karena memang sesungguhnya kita sudah dimudahkan dengan adanya teknologi digital.

Hampir semua bisnis di Indonesia menyentuh ranah digital. Apa sebabnya? Karena setiap bisnis harus ada improvement, progress, dan how to reach the goal pastinya. Tidak ada bisnis yang tidak mau sukses. Dimulai dari ide, aksi, sampai dengan hasilnya. Semuanya harus berkesinambungan untuk mendapatkan kesuksesan.

Katanya sukses itu relatif. Tetapi menurut saya, sukses itu jelas definisinya. Sukses itu bisa membawa kebermanfaatan untuk banyak orang dengan sesuatu yang dia miliki. Jika dikorelasikan dengan dunia digital, maka bagaimana dunia teknologi yang canggih ini bisa berdampak positif untuk diri sendiri dan orang lain.

Sekarang mari kita pelajari kesuksesan start-up asal Indonesia yang menjelma menjadi unicorn. Label Unicorn sendiri merupakan “jerih payah” yang diberikan kepada start-up yang sudah memiliki valuasi senilai 1 miliar dollar Amerika atau setara dengan Rp 13,1 triliun lebih. Angka yang sangat fantastis untuk start-up asal Indonesia yang bisa bersaing dengan perusahaan start-up luar negeri.

Kemudian dari sanalah saya mulai mempelajari beberapa  kunci sukses dari para CEO start-up unicorn dalam meniti karirnya di dunia digital. Sehingga bagaimana kemudian mereka bisa berkembang pesat, berikut ulasannya :

Berani Memulai

 

Tidak ada kesuksesan tanpa keberanian memulainya. Seperti yang dialami oleh Nadiem Makarim, CEO Go-Jek yang berani memulai bisnis yang semula dianggap “biasa” tetapi ternyata sekarang menjadi luar biasa. Beliau memulai bisnis yang bisa jadi belum terpikirkan oleh orang lain.

Dari “nongkrong” dengan tukang ojek, mendengarkan keluh kesahnya, dan kemudian menjadikan inspirasi untuknya mendirikan perusahaan start-up Go-Jek. Bukan hanya berani memulai tetapi Nadiem berani turun ke bawah. Sehingga dari “blusukan” bisa mengerti apa yang diinginkan para tukang ojek dan konsumennya.

Jangan buang waktu

 

Senada dengan Nadiem, Achmad Zacky yang merupakan CEO dan Founder Bukalapak pernah mengatakan bahwa “Jangan buang waktu untuk menunggu inspirasi. Mulailah, dan inspirasi akan menemukanmu.”

Ketika masih banyak orang yang lalai akan waktu. Maka jadinya bukan kita yang mengatur waktu tetapi malah waktulah yang mengatur kita. Sudah saatnya kita memanfaatkan waktu sebaik mungkin untuk mengejar cita-cita. Entah itu bisnis, karir di perusahaan, atau yang lainnya. Jika kita menyia-nyiakan waktu, tinggal menunggu “kepunahan” kita. Terlekang oleh waktu atau tertelan oleh bumi.

Pantang Menyerah

 

Mungkin kunci sukses ini ditemukan di berbagai buku bisnis. Tetapi memang menjalani bisnis itu bukan perkara yang mudah. Dalam perjalanannya pasti merasakan pasang surut. Pantang menyerah adalah sikap entrepreneur yang wajib dimiliki ketika dalam kondisi terpuruk.

Tetap semangat untuk orang-orang tercinta. Demi mendapatkan kebahagiaan dan kebermanfaatan atas hasil kerja keras kita. Achmad Zacky pun memberikan wejangan kepada yang sudah punya bisnis supaya PANTANG MENYERAH. Terus berjuang cari jalan karena jalan ke depan kian menantang.

Beliau juga pernah mengatakan tentang menghadapi krisis dalam bisnis. Mindsetnya harus dirubah, krisis bukan waktunya untuk pesimis. Ia justru sering menghadirkan peluang manis. Itu mungkin nasihat terbaik untuk menjalani karir di dunia bisnis.

Jadilah Pembelajar

 

Menjadi pribadi pembelajar adalah ciri khas Nadiem Makarim. Go Jek yang sudah melanglang buana ke seantero negeri bahkan mancanegara, didapat bukan dengan cara yang instan tetapi proses belajar dari pengalamannya. Seperti terlibat dengan perusahaan digital seperti McKinsey, menjabat Managing Director di Zalora, bergabung dengan Rocket Internet, dan Inisiator Young Leaders  for Indonesia.

Deretan pengalamannya membuat bekal yang cukup untuk mendirikan sebuah perusahaan yang sekarang digandrungi oleh masyarakat Indonesia. Belajar dari perusahaan ke perusahaan kemudian mendirikan perusahaan sendiri tanpa pernah berpikir untuk cukup atau berhenti belajar.

Fokus pada Solusi

 

Ini yang menjadi kunci sukses yang utama. Dengan memfokuskan pada solusi, seperti halnya Gojek, Nadiem mendirikan bisnis transportasi digital yang bukan sekedar mencari keuntungan. Lebih jauh lagi, bisnis yang dibangun sebagai solusi dari permasalahan yang ada di Indonesia. Mulai dari tarif yang tidak masuk akal, kenyamanan, dan keamanan belum maksimal membuat lahirnya Gojek di tengah-tengah masalah yang ada.

Ketika solusi ini diterima oleh masyarakat maka dengan seiring berjalannya waktu maka tidak mungkin banyak orang yang mulai menyukainya. Berbondong-bondong orang mulai mengunduh aplikasinya, menggunakan jasanya, dan menikmati manfaatnya. Itulah jika bisnis fokus pada solusi akan mendapat nilai lebih di mata masyarakat luas.

Itulah kunci sukses menurut saya merujuk pada start-up unicorn asal Indonesia (Gojek dan Bukalapak) Meskipun masih banyak kunci sukses lainnya tetapi kunci-kunci sukses dari kedua CEO tersebut sudah cukup membuat kita lebih melek di era digital ini.

Satu pemikiran pada “Lima Kunci Sukses di Dunia Digital : Inspirasi Startup Unicorn Indonesia”

Tinggalkan komentar