Kisah Setahun Pembuka Perjalanan Kapal

“Sempurna itu tak bercela dan yang tak bercela itu tiada”

Bukan tipikal yang romantis itulah ia suami sekaligus ayah dari anak (anak ku).
Penuh kejutan adalah kebiasaan yang sering beliau lakukan.
Mulai dari hal yang kecil sampai besar pun membuat hati ini selalu deg degan.

Jazakallah khairan katsiran kak buat setahun ini. Telah memperlakukan kami sebaik baik perlakuan.
Telah memuliakan kami sebaik baik pemuliaan.
Penuh kasih ia menjelma.
Penuh cinta ia terasa.
Bukan tanpa masalah kita berjalan, bukan tanpa tempaan kita memulai awalan.
Tetapi kita selalu yakin bahwa Tuhan menitipkan apapun sesuai dengan amal dan perbuatan.

Setahun bukanlah waktu yang cepat. Lembar perjalanan pun telah berhasil kita buku kan. Per lembar berbagai kisah berhasil kita tuliskan.
Perjuangan melengkapi setiap kisah kehidupan.
Tangis tawa menambah warna rekam jejak pernikahan.
Tak jarang selisih paham, pendewasaan, pengertian menjadi pelengkap kita dimasa depan.
Namun sejatinya masing masing mendapat tempat disanubari perasaan.
Sampai akhirnya buah cinta menjadi kesempurnaan yang Dia titipkan.

Jazakallah Yah, telah menjadi imam dan ayah yang luar biasa untuk kami.
Menjadi teman dalam setiap fase likunya perjalanan.
Tanjakan, turunan, gelombang bahkan tikungan pun bergandengan selalu kita hadapi.
Engkau teman dalam berjalan.
Engkau teman dalam setiap pelajaran.
Dan engkau adalah teman terbaik dalam kehidupan yang telah Tuhan pilihkan.

Masih panjang perjalanan ini.
Masih terlalu dini untuk menikmati.
Masih berliku jalan yang harus kita lalui.
Jika sendiri aku bisa, namun berdua akan lebih bermakna.
Jika sendiri aku bijak, namun berdua akan lebih bijaksana.
Bimbing dan pimpin selalu disetiap detik perjalanan waktu.
Hingga sampai pada akhir darinya perjalanan, bukan maut yang memisahkan, namun surga menjadi pertemuan dalam membangun pernikahan.

Kembali teringat setahun yang lalu, saat dimana kisah kita bermula. Tidak butuh waktu lama untuk memulai.

Taarufan dengan sebaik baik perkenalan

Tiga bulan proses untuk saling memantapkan. Dalam doa dia selalu mengudara, jika dia yang Allah pilihkan maka dekatkan, namun jika bukan dia maka jauhkan.
Pun dalam sujud selalu mengalir bulir bulir darinya pasrah.
Harap hanya padaNya, membentang kisah pun atas ijin dariNya.

Khitbah dengan segenap keberanian mendatangi wali seorang diri

Jawa sumatera bukanlah jarak yang memakan waktu begitu lama. Perjuangan dari pulau seberang, berbekal tekad dan bermodal keberanian itulah yang membuat ku semakin yakin untuk memilih mu. Datang mengkhitbah saat hati mu sudah meyakini bahwa aku adalah teman yang akan setia untuk menemani. Dengan gagah nya engkau berkata “maksud dan tujuan ingin meminang anak bapak”. Ditahap ini boleh lah aku sedikit berharap bahwa memang engkau lah yang Tuhan pilih untuk setia sehidup sesurga. Karena Jalur ini bukanlah tol yang bebas hambatan, jadi wajarlah jika pada akhirnya asam garam ujian kita rasakan sampai ditahap ini. Namun, kita selalu ingat bahwa di tengah tengah kita masih ada Dia dan kuasaNya. “Jika Allah berkehendak maka tiada yang tidak mungkin untuk terjadi.

Bukan tanpa cela perjalanan ini
Bukan tak beretak kisah kita ini
Tak hanya tawa pembalut cerita
Tak melulu air mata mewarnai kisah
Karena pada prinsipnya “Sempurna itu tak bercela dan yang tak bercela itu tiada”

Dan inilah kisah setahun pembuka perjalanan kapal kita
Sekali lagi jazakallah khairan katsiran suami 😊.

#terimakasihsudahmenjaditeman #tahunpertama

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *