Kepemimpinan Itu Dibentuk dan Dilatih

Ketika mendengar pemimpin itu dibentuk dan dilatih, ia menjadi sebuah narasi yang sudah tak asing lagi di telinga. Sebuah narasi yang mungkin cukup kontradiktif dan menuai perdebatan diantara sebagian orang. Benarkah seorang pemimpin itu hanya bisa tercipta dari proses pembentukan saja. Apakah mungkin jika pemimpin memang terlahir dengan karakter diri, atau mungkin terlahir atas kemauan pribadi yang inginkan dirinya mampu menjadi pribadi yang lebih?

Berkaca dari kondisi tersebut, maka sebuah diskusi terkait bagaimana pemimpin itu berasal bisa dan akan selalu menarik untuk didiskusikan

Membentuk Karakter Pemimpin VS Bakat Pemimpin

Terdapat perdebatan dalam narasi darimana pemimpin berasal utamanya dalam dunia kepemimpinan. Dimana bagi mereka yang ingin memimpin tim atau organisasi, menjadi yang terdepan dari sebuah gerakan, atau membantu orang lain dalam mencapai potensi terbaik yang dimiliki, merupakan salah satu pencapaian diri, sebuah prestasi yang berarti.

Sebagian orang percaya bahwa pemimpin itu terlahir begitu saja. Pemimpin yang dilahirkan secara alami dengan memiliki jiwa karismatik, pengaruh yang besar, serta mampu membawa orang-orang disekitarnya untuk menorehkan prestasi. Namun ada juga yang meyakini bahwa jiwa karismatik, pengaruh, dan kepemimpinan itu perlu dilatih dan diasah serta tidak mampu dimiliki begitu saja.

Lantas bagaimana, melihat kondisi tersebut maka topik bahasannya akan dipisah menjadi 2?

 

Pemimpin Itu DILAHIRKAN

 

Senada dengan Great Man Theory, dimana teori ini mengatakan pemimpin besar (great leader) itu dilahirkan, bukan dibuat (leader are born, not made). dan dilandasi oleh keyakinan bahwa pemimpin merupakan orang yang memiliki sifat-sifat luar biasa dan dilahirkan dengan kualitas istimewa yang dibawa sejak lahir dan ditakdirkan menjadi seorang pemimpin di berbagai macam organisasi. Dalam berbagai studi, terdapat berbagai keterangan bahwa di setiap zaman, pasti terlahir sesosok pemimpin yang dibutuhkan dan hadir untuk menyelesaikan permasalahan-permasalahan yang ada, atau sekadar mengatasi masalah yang ada sehingga tidak terlalu buruk terasa.

Ada perbedaan yang signifikan antara belajar keterampilan dan menguasai suatu keterampilan. Sebagian orang dilahirkan dengan bakat atletik yang begitu hebatnya atau bakat musik yang luar biasa. Mereka akan unggul secara alami di beberapa bagian ini, tetapi yang lain akan merespon seperti “ikan keluar dari air” yang mungkin berjuang sedikit lebih keras untuk mencapai titik yang sama. Pemimpin yang dilahirkan (alami) berbeda dengan pemimpin yang dibuat (pemimpin buatan). Semua pemimpin yang luar biasa memiliki sejarah besar di belakang mereka. Mereka adalah pemimpin yang lahir di awal perjalanan hidup mereka.

Argumentasi yang kedua adalah

Pemimpin Itu DIBENTUK

Argumentasi kedua menyatakan bahwa pemimpin itu dibentuk dan diasah, bukan dilahirkan begitu saja. Yang kemudian sebuah Teori Perilaku tercipta bahwa orang dapat menjadi pemimpin melalui proses pengajaran, pembelajaran, serta pembinaan. Mengingat bahwa kepemimpinan adalah seperangkat keterampilan yang dapat dipelajari dengan pelatihan, persepsi, praktik, dan pengalaman diri dari waktu ke waktu.

Pembelajaran kepemimpinan adalah aktivitas seumur hidup. Pemimpin yang baik mencari peluang pengembangan diri yang akan membantu mereka mempelajari keterampilan baru.

Untuk menunjukkan bahwa para pemimpin tidak “masuk ke dunia” (dilahirkan) dengan dukungan luar biasa (kemampuan memimpin) adalah dengan menyiratkan bahwa orang-orang “memasuki dunia” (dilahirkan) dengan kemampuan yang sama, dengan talenta yang setara. – Thomas Carlyle

Yang menjadi penting bahwa pemimpin itu dibentuk adalah peranan soft skills yang memang mampu dijelaskan dan diterangkan, namun tidak dapat diberikan dan diwariskan. Kemampuan untuk mengelola diri dan orang lain dalam mencapai sebuah tujuan membutuhkan lebih dari presentasi  yang canggih. Ia membutuhkan lebih dari sekadar beberapa kata pada kartu nama Anda.

Kepemimpinan dapat dipelajari oleh siapa pun yang memiliki dasar sebagai seorang pemimpin. Di satu sisi, banyak sekali unsur kepemimpinan yang tidak dapat diajarkan. Beberapa melakukannya dengan baik tetapi yang lain menemukan diri mereka tidak dilengkapi dengan kemampuan-kemampuan istimewa.

Terakhir dalam bahasan kali ini, semua buku bacaan, kelas pendidikan dan juga pelatihan tidak akan dapat mengubah seorang “pengikut” – mereka yang takut mengambil tanggung jawab seorang pemimpin – akan selalu menjadi seseorang yang dipimpin. Maka beranikanlah diri, kenali diri sendiri, dan jadilah pemimpin sejati!

Memang tiap diri dilahirkan sebagai pemimpin, tetapi untuk mampu menjadi pemimpin yang hebat, diperlukan pembinaan dan tempaan yang berkelanjutan.

Terakhir, carilah lingkungan dan lingkaran yang mampu mendukung dan menyinari kepemimpinan diri. Jika ingin berjalan lebih cepat, maka berjalanlah sendiri. Namun jika ingin berjalan lebih jauh, jangan pernah berfikir untuk berjalan seorang diri. Mari bersama kita bersinergi dan berkolaborasi. Menciptakan Harmoni lewat pemimpin dan pribadi muslim yang baik. Serta mampu mengubah dunia agar tercipta manfaat yang jauh lebih terasa.

Waallahu a’lam bisshowaf.

Tinggalkan komentar