Category Archives: Wonderful Journeys

Perempuan dan Pendidikan

Ibu adalah madrasah pertama, mungkin kita tidak asing dengan kalimat tersebut. Ibu dan Pendidikan, memang tidak bisa dilepaskan. Salah satu peran yang menjadi kewajiban bagi seorang perempuan adalah mendidik. Jika rumah diibaratkan sekolah, maka kepala sekolah adalah ayah dan ibu adalah gurunya. Namun peran teknis terbesar ada pada ibu. Pendidikan yang diberikan kepada anak sebenarnya bukan dilakukan setelah… Read More »

Tentang Menjadi Suami

Menjadi seorang suami bukan berarti menjadi seorang jenderal yang bila memerintah harus dipatuhi, ditakuti dan dikhawatirkan kedatangannya, yang harus terlihat keras. Tapi bukan pula yang tunduk pada semua kemauan istrinya, plin plan tak punya pendirian, tak bisa mengambil keputusan dan terlihat lemah tak punya wibawa. Menjadi suami adalah diantara keduanya, agar dihormati dan mendapatkan tempat bernilai di hati… Read More »

Perempuan di Balik Soekarno

Jika kita jeli melihat secara luas proses kepemimpinan seseorang pastilah ada orang-orang yang support dibelakangnya. Sebagaimana sejak jaman dulu sampai jaman now peran perempuan baik secara langsung maupun tidak, Baik secara kasat mata maupun tersembunyi, harus mampu kita ukur sebagai bentuk perwajahan sejarah yang nyata. Sebagaimana saat ini kita membahas Inggit Garnasih. Ia di lahirkan di Kabupaten Bandung,… Read More »

Perempuan dan Pergerakan

Membicarakan perempuan dan gerakan memang menarik, apalagi sejak dahulu, sejarah telah merekam bagaimana jejak perempuan dan gerakan itu sendiri. Dari jaman Rasulullah, kita akan senantiasa ingat bagaimana peran Khadijah R.A sebagai best supporting system perjuangan Nabi. kita juga akan senantiasa ingat bagaimana peran Asma’ binti abu bakar yang rela hamil tua naik gunung demi mengantarkan logistik untuk nabi… Read More »

Mendekat lah

Ada cinta di antara keduanya. Ada rindu yang mulai tidak terkira. Entah pertemuan tapi kami tak harapkan perpisahan. Biarlah tabir rahasia mendekatkan padanya tatap akan datangnya sang penerus.  Kami rindu akan hadir mu. Kami menanti kedatangan mu. Antara Ramadhan dan kelahiran, ada engkau yang kami selipkan dalam harapan wahai sang pewaris peradaban.

Berbuat Baik Itu Seperti Bercocok Tanam

Berbuat baik itu ibarat seperti menanam pohon. Setiap engkau berbuat baik maka satu bibit telah engkau tanam. Saat engkau berbuat baik yang lain, satu bibit lagi engkau tanam. Begitulah seterusnya. Anggap saja engkau seorang petani. Engkau disediakan sebuah kebun luasnya tidak terbatas. Setiap engkau berbuat baik, engkau tanam satu bibit pohon jeruk di kebun itu. Begitulah seterusnya, setiap… Read More »

Dengki, Ujian Terbesar Penuntut Ilmu

Adalah imam syafi’i pernah mengatakan bahwa salah satu ujian terbesar para penuntut ilmu itu adalah dengki. Pun juga Ibnu Taimiyah dalam Majmu’ Al Fatawanya mengatakan “Setiap jasad tidaklah bisa lepas dari yang namanya hasad (dengki). Namun orang yang berpenyakit (hati) akan menampakkannya, sedangkan orang yang mulia akan menyembunyikannya”. Jika hasad dengan manusia sebagaimana semut dengan gula, sebagaimana hujan… Read More »

Membaca Lewat Sudut Rumah

“Tidak perlu berkeliling dunia, cukup duduk tenang ditempat mu saja. Karena jika kau bukan orang berpunya, agak mustahil untuk mewujudkannya”. Peribahasa lama, membaca adalah membuka jendela dunia. Tanpa harus mengeluarkan lebih banyak pundi pundi barang tentunya. Terlahir di sebuah perkampungan yang boleh dibilang jauh dari peradaban kemajuan membuat aku hanya bisa mengais sedikit mimpi tanpa pernah tahu kapan… Read More »

Tinta Ulama Menggoreskan Peradaban

“Sejarah islam hanya tertulis dalam dua warna tinta, hitam dan merah. Tinta hitam telah ditorehkan oleh tinta para ulama, dan tinta merah yang telah ditorehkan oleh darah para syuhada, dimanakah kita sekarang?” (DR. Abdullah Azzam) Kalimat tersebut menusuk ke dalam relung hati kita semua sebagai aktivis dakwah di zaman ini, apa yang sudah kita lakukan dalam membangun sebuah… Read More »

Intelektual Publik, Perempuan, Florence Nightingale

Pengantar Apa yang saya tulis di sini mungkin tidak sampai 1% dari keseluruhan biografi Florence Nightingale yang bisa kita akses secara bebas di internet maupun literatur-literatur cetak. Jadi, bisa dikatakan, tulisan ini hanyalah ringkasan dari pengantar untuk mendalami kisah hidup Florence secara utuh. Saya telah beberapa kali menulis tentang Florence Nightingale di media dan blog, dan itu pun… Read More »

Siluet Senja Di Gaza

Senja di Ghaza. Kota di mana aku dilahirkan dan dibesarkan. Aku mengendap-endap menyelinap ke sebuah bangunan kumuh dan tak terawat. Pintunya berderik keras ketika dibuka, Di sudut ruangan tergeletak sebuah lemari reot dipenuhi tumpukan buku-buku yang telah berdebu. Sepasang kursi malas mengapit lemari itu, yang tak kalah tua dan usangnya. Kuletakkan senjata laras panjang di atas bangku itu… Read More »

Terima Kasih : Karena Anda Semua Pernikahan Kami Berlangsung Lancar

“Terlabuhkan sudah… lelah ini, Tersandarkan sudah… rindu ini, Terima Kasih Ya Rabbi… atas pernikahan ini, Belahan jiwa lelah kunanti… telah kujumpai” (Seismic) Sebuah ikhtiar menjemput cinta dari langit, dan menebarkannya keseluruh penjuru bumi. Sebuah tagline yang kami ambil menjadi jiwa dan ruh dalam pernikahan kami. Tentu dalam perjalanannya, ikhtiar tersebut tidak bisa kami perjuangkan sendiri, banyak pihak yang… Read More »