Katakan Saja

Terlalu malu dalam memulai kata, membuat manusia menjadi orang dengan hobi bungkam seribu bahasa. Bertemankan hape ah sudahlah, yang penting ada kegiatan atau sejenisnya. Padahal pengen sekali menyapa teman sebelah, mengobrol dengan banyak tentunya, tak lain tujuannya adalah agar suasana kembali mencair.

Ada yang berani memulai, namun banyak yang terlahir dengan diam. Padahal kalau dipikir pikir awal permulaan muncul di dunia adalah tangis dengan sejuta maknanya. Menandakan komunikasi lah yang sangat mendekatkan. 

Nambut lambat laun semuaanya berubah, saat abad semakin maju dengan penemuannya. Tak ada lagi tanya, dan tak ada lagi cerita antara dua wajah bertatap dalam pertemuan pertama (hanyakah saya yang merasa)

Dimana mana, saya sering perhatikan, entah itu di pinggir jalan raya, di kereta, di sekolah, di ruang kuliah, bahkan pengendara sepeda motor pun sibuk dengan gedgetnya saat mengendara.

Luar biasa ini zaman, atau kembali menjadi biasa sebenarnya. Saat katanya bisa mendekatkan yang jauh, tapi lebih terasa menjauhkan yang dekat.

Sebuah contoh kecil di dalam rumah tangga sekalipun, banyak masalah muncul dari komunikasi yang mulai satu arah. Kecewa saat pasangan memilih banyak menghabiskan kata yang ia punya lewat layar kecil di depan mata.

Kecemburuan bertubi tubi tak lagi padanya wanita penggoda. Sudah mengalahkan itu semua. Yang ada adalah cemburu tak bersebab padanya kotak yang mengubah dunia mereka berumah tangga.

Tinggalkan Balasan