Jarak dan Keberpihakan

Pura pura pada kesengajaan, adalah sebuah kisah yang memilukan. Namun bahagia bisa menyisakan sedikit banyak waktu bersama dengan mu adalah anugerah yang patut disyukuri. Terimakasih pak suami untuk waktu yang telah dilalui, entah kenapa aku jadi melow saat perpisahan ini tidak bisa dicerna oleh sekedar logika.

Jauhnya jarak membuat tidak sebanding dengan kesenangan kita masing-masing saat berjauhan. Susah senang bersama adalah prinsip dasar kita membangun rumah tangga. Karena melewati setiap kejadian adalah seninya menjadi suami dan istri.

Saat kita berkehendak, namun Dia memutuskan akan pilihan lain. Seberapa keras pun usaha untuk mempertahankan, tetap akan kalah. “Mengalah pada kehendakNya” adalah parade kehidupan yang harus kita lakukan sekarang. Saat kehamilan menginjak 29 minggu atau lebih kurang 7 bulan. Terpaksa jarak dan kehendak kita tidak bisa dipaksakan. Berjauhan adalah kehendakNya untuk kebaikan di masa depan.

Demi engkau dan si buah hati. Itulah episode hidup yang tengah kita jalani saat ini. Maaf ya uda, jarak memisahkan tapi hati kita jangan ?

Tinggalkan komentar