Ibu dan Parenting : Cara Mendidik Anak

By | April 22, 2019

Setiap ibu punya caranya sendiri untuk mendidik anaknya. Kadang meskipun anak sendiri, beda anak beda cara mendidiknya, ya kan? Karena memang Allah ciptakan manusia dengan keunikannya masing-masing. Tidaklah sama antara 1 ibu dengan ibu lainnya. Pahamilah, meskipun cara mendidiknya mirip belum tentu hasilnya sama. Kita tidak bisa memaksakan diri supaya seperti si ibu A yang menurut kita cara mendidiknya super sekali, anak-anaknya tampil keren. Alih-alih dapat hasil yang sama, yang terjadi justru stres sendiri. Dan akhirnya malah berantakan dalam mendidik anaknya.

Kalau ada ibu yang mendidik anaknya keren cukuplah ambil ilmunya, tidak perlu memaksakan diri supaya bisa menjadi seperti ibu itu. Karena kita tidak tahu bagaimana proses kesabarannya. Apakah level kesabaran kita sudah setara dengan beliau? Karena mendidik anak perlu modal sabar yang tidak sedikit. Karena kita tidak pernah tau air mata tersembunyi dibalik proses ia mendidik anaknya. Karena kita tak pernah tahu bagaimana si ibu selalu berfikir cerdas dan kreatif dalam mendidik anaknya. Karena kita tidak pernah tahu proses dibaliknya. Tidak salah jika kita ingin seperti dia. Tapi pahami setiap orang punya air matanya masing-masing.

Tapi sadarkah bahwa ketika kita menjadi seorang ibu itu sudah sepaket Allah turunkan langsung fitrah keibuan kepada kita. Bagaimana Allah menurunkan apa yang orang-orang sering bilang naluri dan insting seorang ibu. Ketika melihat ibu lain kok kayaknya enak banget yah mendidik anaknya, mungkin kita lupa bahwa kita pun mampu dan bisa lebih dari dia.

Yang jadi pertanyaannya sudahkah kita memaksimalkan fitrah keibuan yang telah Allah berikan? Sudahkah kita melihat potensi diri sendiri, potensi lingkungan, potensi anak? Kadang kita hanya iri dengan orang tapi kita sendiri tidak sadar bahwa kita pun punya sesuatu yang berbeda.

Bagaimana memulainya? Kenali potensi diri sendiri. Buka mata hati fokus pada cahaya yang telah Allah berikan. Tuliskan kelebihan-kelebihan yang kita miliki, jangan karena sibuknya iri sama orang lain kita lupa dengan kelebihan dan fokus dengan kekurangan kita. Percayalah, pasti kita memiliki sesuatu yang unik. Lalu lihat potensi luar kita misal passion dan keahlian kita, ilmu yang kita kuasai. Fokus saja dengan itu. Lalu pelajari karakter anak, ini harus betul-betul dipelajari. Ibu itu ibarat remotnya anak, mau anak kayak apa tergantung ibunya. Tapi jangan lupakan bonding, karena ini penting sekali. Bonding inilah yang nantinya akan mengatur emosi antara ibu dan anak, bagaimana meredakan satu sama lain ketika emosi. Misal ibu sedang ngomel-ngomel, setelah ngomel masih sisa kesel diubun-ubun kemudian anak datang dengan wajah polosnya terus meluk, cium minta maaf. Ini tidak akan terjadi kalau bonding antara ibu dan anak tidak tumbuh, yang ada malah perang dingin. Berikutnya adalah banyak doa, pasrah dan biarkan cahaya Allah datang memberikan petunjuk apa yang harus kita lakukan. As simple as that.

Kalau ibu sadar dengan fitrahnya saya yakin ada banyak sekali cara mendidik anak yang keren. So fokuslah pada kelebihanmu mak. You are great with your own way.

3 thoughts on “Ibu dan Parenting : Cara Mendidik Anak

  1. Anggi

    “You are great with your own way.” Saya catat besar2 mbak. Saya tuh kebanyakan liat ig parenting, anak2nya bisa anteng main montessori sedangkan anak saya enggak malah cepet bosen kwkwk beda anak beda pengasuhan 😀

    Reply
  2. Irvan Fauzi

    Iya benar, anaknya punya watak yang beda tapi dipaksa diperlakukan sama seperti yang lain malah gk jadi. Paling tidak kitanya juga ikut memahami anak. Kalau menurut saya sih begitu.

    Reply
  3. monstanima

    mendidik anak itu memang susah susah gampang, anak saya masih bayi, semoga saya bisa mendidik nya dengan baik

    Reply

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *