Cara Perawatan Luka di Rumah

Penyembuhan luka merupakan sebuah proses alami yang terjadi dalam kehidupan manusia. Pada umumnya, luka secara bertahap akan menutup dengan normal sesuai dengan tahapan   penyembuhan luka. Proses penyembuhan luka selain itu dapat dipengaruhi oleh beberapa hal yang dapat  mempengaruhi lama tidaknya penyembuhan luka seperti kelembapan luka, tidak terjadi infeksi serta perawatan luka secara berkala.

Faktor Yang Mempengaruhi Penyembuhan Luka   

  1. Oksigenasi ke area luka
  2. Infeksi
  3. Usia
  4. Stress
  5. Penyakit Lain pada Peredaran darah seperti : (Diabetes , Kolesterol dll)
  6. Kegemukan (Obesitas)
  7. Merokok
  8. Konsumsi Alkohol
  9. Nutrisi dan Gizi yang cukup

Bagaimana Cara Kita Agar Luka  Tidak Terinfeksi?

  1. Mencukupi diet Tinggi Karbohidrat Tinggi Protein
  2. Cuci tangan sebelum menyentuh area sekitar luka
  3. Berikan Balutan Sesuai Kondisi Luka
  4. Kolaborasi pemberian antibiotik jika diperlukan
  5. Tidak terkena air saat mandi atau membersihkan tubuh dengan air
  6. Menjaga Kebersihan Tubuh

Persiapan Alat

Air matang yang sudah dingin, kapas, kasa streril, plester, gunting, kantong plastik, dan NaCl 0,9%.

 

Langkah-Langkah:

  1. Atur posisi senyaman mungkin
  2. Siapkan alat yang diperlukan dan dekatkan dengan pasien.
  3. Keluarga yang akan melakukan ganti balutan mencuci tangan dengan sabun.
  4. Balutan lama dibuka dan dibuang ke kantong plastik

perawatan luka konvensional-advance tissue

Bersihkan Luka

  1. Cuci luka dengan kasa yang diberikan air matang dingin sebelumnya.
  2. Keringkan luka dengan kasa steril
  3. Jika luka masih basah, kompres luka dengan kasa yang diberi NaCl
  4. Tutup luka yang diikompres kasa   yang diberi NaCl dengan kasa kering
  5. Plester ataupun berikan balutan dengan verban ataupun perekat
  6. Cuci tangan anda setelah membalut luka

Hal-Hal Yang Perlu Diketahui Oleh Pasien

  1. Dibutuhkan kassa steril dan kering untuk jangka waktu tertentu
  2. Jaga jangan sampai luka tergesek-gesek oleh pakaian.
  3. Tetap jaga kelembapan luka
  4. Langsung hubungi spesialis luka jika tempat atau lokasi bekas luka terlihat membangkak, demam tinggi, nyeri hebat, dan pengeluaran nanah yang berlebih.

Olahraga Untuk Penyembuhan Luka Diabetes

Luka kecil pada penderita diabetes dapat menjadi luka kronik serius yang berbahaya. Para peneliti berupaya untuk meminimalkan dampak berkelanjutan dari luka diabetes agar tidak menjadi komplikasi yang lebih serius, mengurangi nyeri, serta harga perawatan yang begitu mahal. Para ahli mulai meneliti seperti penggunaan sepatu/sendal khusus, pemenuhan nutruisi yang menunjang penyembuhan luka serta olahraga.

 

Olahraga ringan kini mulai dibicarakan dan diteliti efektifitasnya khususnya untuk penyembuhan luka. Studi eksperimen terbaru yang dilaksanakan Keylock et all 2017 di Bowling Green State University, Bowling Green Ohio Amerika serikat menemukan bahwa luka yang terjadi pada tikus dewasa dimana diberikan aktifitas fisik ringan menunjukkan durasi penyembuhan lebih cepat (10 Hari) dibandingkan dengan tidak diberikan aktivitas (>14 Hari) dan diberikan olahraga berat (14 Hari).

Manfaat Olahraga Ringan

Olahraga ringan memiliki beberapa manfaat diantaranya menurunkan tekanan darah, gula darah, meningkatkan level energi dan keseimbangan untuk mencegah terjadinya jatuh. Olahraga ringan yang dilaksanakan secara teratur tidak akan menambah beban pikiran karena tubuh secara perlahan dapat beradaptasi secara perlahan.

Olahraga  Ringan untuk Penyembuhan Luka

Olahraga ringan seperti jalan kaki, bersepeda, senam, ataupun yoga yang dilaksanakan teratur bermanfaat untuk penyembuhan luka. Seperti penelitian terhadap tikus yang dimaksud diatas, bahwa pada tikus yang diberikan latihan ringan lebih cepat sekitar 4 hari daripada yang tidak beraktivitas ataupun aktivitas yang berat.

Anjuran Olahraga Ringan

Olahraga ringan dianjurkan 30 menit sampai 2 jam menit sehari secara rutin dapat meningkatkan sirkulasi, peredarah darah, manurunkan tekanan darah, serta menurunkan gula darah. Beberapa manfaat yang dijelaskan ini tentunya sangat memberikan kontribusi khususnya pada tubuh untuk mengoptimalkan proses penyembuhan luka.

Source:

Keeping the Intensity Low for Diabetic Wound Healing. 2018. US: www.advancedtissue.com

Keylock T et all, 2017. Low-intensity Exercise Accelerates Wound Healing in Diabetic Mice. US: Wounds

Empat Cara Ampuh Agar Penderita Diabetes Tidak Mengalami Luka

Luka ataupun ulkus pada penderita diabetes memang menjadi perhatian utama pada penderita diabetes. Pasalnya, turunnya aliran oksigen, nutrusi dan penuruanan fungsi persyarafan membuat luka diabetes ini kian lama proses penyembuhannya. Alih-alih sembuh, bisa saja terjadi infeksi serius yang berujung amputasi atau bahkan kematian penderitanya.

Pasien penderita diabetes sangatlah rentan mengalami luka serius dimana dapat berawal dari luka tak kasat mata seperti goresan, terbentur benda, terjatuh ataupun akibat gigitan nyamuk yang digaruk. Komplikasi luka diabetes ini dapat diperkirakan hingga 50% penderita diabetes. Perlu anda ketahui juga bahwa European Journal of Vascular & Endovascular Surgery menjelaskan bahwa lebih dari 85% penderita diabetes mengalami luka baik yang ringan (ulkus) ataupun berat (gangren).

Data di Ruang Perawatan Penyakit Dalam RS Ciptomangunkusumo tahun 2007 menunjukan, dari 111 pasien diabetes yang dirawat dengan masalah kaki diabetik, angka amputasi mencapai 35%, terdiri atas 30% amputasi mayor dan 70% amputasi minor. Jumlah angka kematian akibat amputasi tersebut sekitar 15%. Sayangnya, data 2010-2011 justru memperlihatkan peningkatan angka amputasi menjadi 54%. Sebagian besar merupakan amputasi minor, yakni bagian bawah pergelangan kaki sebanyak 64,7%, dan  amputasi mayor sejumlah 35,3%.

Berikut ini merupakan 4 cara yang dapat diparktekkan agar penderita diabetes agar tidak berujung pada ulkus, gangren ataupun amputasi.

Update Informasi dan Kondisi

Anda dianjurkan untuk selalu memantau terkait kondisi diabetes anda. Pemantauan dapat dilakukan dengan pemeriksaan gula darah berkala, memeriksa kondisi kaki, menggunakan alas kaki yang tidak terlalu sempit, ataupun memeriksa terjadinya luka sekecil apapun. Selain itu, anda juga update informasi terkini seputar pencegahan ulkus diabetes seperti senam kaki diabetes, spa kaki diabetes, pengaturan pola makan, dan olahraga.

Perawatan Kuku dan Kulit

Mengingat penderita diabetes mengalami penurunan di fungsi persyarafan, bagian tubuh khususnya kulit sering mengalami kering dan penurunan elastisitas kulit. Tak jarang, penurunan elastisitas ini membentuk kalus yang dapat membentuk luka jika tidak ditangani. Selain perawatan kulit, kuku juga perlu di rawat dengan baik. Apabila kuku tidak diperhatikan dan dirawat, akan memicu bakteri dan jamur mengendap di area sekitar kuku. Jika kuku masuk ke dalam jaringan atau tertusuk ke dalam, niscaya hal ini akan menjadi awal terjadinya ulkus. Maka dari itu penting dilaksanakannya perawatan kuku semisal SPA Kaki diabetes

Menggunakan Alas Kaki

Alas kaki termasuk salah satu cara mencegah terjadinya luka pada pasien diabetes. Luka kecil di kaki seringkali tidak dapat dirasakan penderita dengan baik akibat menurunnya fungsi syaraf di sekitar kaki. Penderita seringkali tak sadar jika kakinya telah terluka, menginjak benda tajam, lecet dll. Sebagian sadar saat luka kian membesar dan tak kunjung sembuh.

Melakukan Perawatan Luka

Jika luka telah terjadi, tiada lain selain perawatan luka oleh spesialis luka yang anda butuhkan. Seringkali jika dirawat sendiri di rumah dan tidak yakin, luka dabetes akan sulit bahkan gagal untuk disembuhkan. Penyebab kegagalan diantaranya komplikasi ke area tulang, perubahan susunan tulang, menurunnya peredaran darah pada luka serta infeksi yang sangat sulit ditangani. Untuk itu, penting sekali dalam mengkonsultasikan luka anda ke spesialis luka.

Sumber  :

Anonymous. 2018. Four Keys to Preventing Diabetic Foot Ulcers. Advance Tissue

Anonymous. 2011. Neuropati Diabetik Menyerang Lebih Dari 50% Penderita Diabetes. Jakarta : PD PERSI

Brownring et all. 2013. Evidence-based Management of PAD & the Diabetic Foot. Europe: European Society for Vascular Surgery