Mengenal Penyembuhan Luka Berdasar Warna

Warna seringkali dijadikan tanda ataupun peringatan akan sesuatu. Sebut saja lampu lalu lintas ataupun tanda kegawatan. Warna juga dapat digunakan untuk menilai kondisi terkini dari proses penyembuhan luka. Dari warna ini akan membuat kita hati-hati saat mengalami luka.

Warna Merah

Menurut referensi dari Hanbook of Primary Care Procedure, warna merah dapat diartikan bahwa kondisi luka dalam proses penyembuhan yang normal. Luka sedang membentuk jaringan baru/granulasi pada kondisi yang tepat. Perawatan luka pada kondisi dimana menjaga kebersihan luka, menjaga kelembapan luka dan mencuci dengan cairan infus (NaCl 0,9%). Gunakan verban atau balutan sederhana dan menambahkan salep antibiotik jika diperlukan.

Warna Kuning

Warna kuning atau kehijauan pada luka dapat menandakan eksudat dan terkumpulnya bakteri/mikroorganisme pada luka. Luka yang mayoritas berwarna kuning ini sering disebut luka bernanah, kondisi luka ini adalah luka yang terkontaminasi dan juga berupa jaringan mati. Perawatan pada kondisi ini dianjurkan adalah pengangkatan jaringan mati berwarna kuning atau pengeluaran cairan yang tertimbun pada luka dengan menggunakan balutan modern atau pengangkatan manual.

Warna Luka Hitam

Warna ini yang sangat perlu anda waspadai. Luka berwarna kehitaman adalah pertanda luka mengalami kematian jaringan (Nekrosis). Luka nekrosis kehitaman ini terjadi akibat supplai darah dan oksigen terhambat menuju luka, akibatnya mengalami kematian jaringan. Jaringan nekrosis ini harus segera diangkat, jika tidak maka akan memicu terjadinya infeksi ataupun menghambat penyembuhan luka disekitarnya. Pengangkatan jaringan mati ini dapat menggunakan balutan modern atau pengangkatan manual.

Sumber :
Springhouse. 2002. Handbook of Primary Care Procedure. Us : Springhouse

Advance tissue

Maggot Therapy dan Perawatan Luka Modern

Luka diabetes merupakan masalah besar yang harus diatasi setiap penderitanya. Perawatan luka diabetes sebenarnya memiliki tujuan utama yaitu meningkatkan kualits hidup, motivasi, percepatan penyembuhan, mengurangi biaya perawatan yang mahal, mengurangi resiko amputasi ataupun infeksi. Pada penderita diabetes, fungsi persyarafan tepi dan pembuluh darah rawan mengalami kerusakan. Akibatnya jika mengalami luka bahkan tidak terasa sama sekali bagian tubuh sedang mengalami luka tersebut akibat kerusakan fungsi persyarafan. Belum lagi rusaknya pembuluh darah sekitar yang akan memperlama proses penyembuhanluka.

Maggot Therapy
Sekian banyak pusat diabetes dan perawatan khusunya diabetes di dunia untuk menemukan metode paling pas dan efisien untuk perawatan luka. Selain balutan modern, terapi lain seperti Maggot Therapy kian menjadi pembicaraan.

Maggot Therapy/ Maggot Debridement Therapy merupakan terapi menggunakan larva belatung (Green Bottle Fly/ Lucilia sericata) untuk mengangkat jaringan mati seperti slough, nanah yang mengering, nekrotik dll tanpa membuat jaringan sehat terserang. Larva ini dikembangkan dan dijaga pada kondisi tertentu agar larva tetap dalam kondisi steril.

Prosedur Pelaksanaan Maggot Therapy
Kulit disekitar permukaan luka yang sehat di batasi dan dilapisi dengan balutan hidrokoloid. Hal ini dilakukan untuk mencegah enzim proteolitik dari belatung yang mampu merusak jaringan sekitar khusunya jaringan yang sehat. Kemudian, Larva ditempatkan pada luka dan ditutup dengan net/jaring-jaring khusus agar larva tidak keluar dari luka yang diterapi. Kemudian larva dan net tersebut dibalut dengan kassa lembab yang diganti setiap sehari sekali untuk mencegah kondisi luka kering. Kassa yang lembab ini dianjurkan untuk diganti setiap hari.

Penggantian larva ini dilakukan seminggu sekali setelah larva dewasa diangkat menggunakan pinset dan juga diguyur dengan larutan NACL 0,9%. Penggunaan larva ini dapat digunakan hingga luka memasuki fase granulasi. Setelah memasuki fase ini, terapi menggunakan larva dihentikan dan beralih menggunakan balutan modern yang sesuai.

Indikasi Penggunaan
Pada tahun 2004, US Food Drug Administration mulai memberikan ijin penggunaan larva belatung ini untuk digunakan pada luka nekrotik, gangeren, ulkus vena, ulkus kaki neuropatik, ataupun luka pasca bedah non penyembuhan.

Cara Larva Bekerja pada Luka
Pertama, debridemen atau pengangkatan jaringan mati. Dengan adanya enzim proteolitik yang dikeluarkan oleh larva, jaringan mati /nekrotik yang terangkat lebih akurat dan menyesuaikan dengan bentuk luka daripada pembedahan karena menjangkau daerah-daerah yang lebih sempit. Selain itu, larva ini dapat menyerap pus/nanah, infeksi, cairan dll pada luka.

Kedua, pencucian luka. Pencucian luka disini berkaitan dengan cairan yang digunakan untuk mencuci luka khusunya pada luka yang telah terpapar infeksi. Beberapa mikroorganisme penyebab infeksi pada luka mengalami resisten (kebal/tak mempan) akan antibiotik tertentu. Tentunya jika tidak teratasi, infeksi akan menyebar ke seluruh tubuh.

Pada awal tahun 1957, faktor antibiotik tertentu ditemukan pada enzim larva belatung dan diterbitkan dalam jurnal Nature.Secretions diyakini memiliki spektrum luas aktivitas antimikroba termasuk allantoin, urea, asam fenilasetat, phenylacetaldehyde, kalsium karbonat, enzim proteolitik, dan banyak lainnya. Bakteri tidak dibunuh oleh sekresi ini kemudian tertelan dan segaris dalam belatung.

Source :

Knowles Et all. 2002. Management of a diabetic foot ulcer using larval therapy. US: worldwidewounds.com.

Image :
http://www.worldwidewounds.com/
http://www.btmcl.com/eng/

Saatnya Menuju Kesembuhan dan Harapan Baru

Penderita diabetes di Indonesia kini mecapai sekitar 12 juta penduduk. Setengah diantaranya mengalami komplikasi berupa luka diabetes. Luka ini dapat dengan cepat merembet, tak jarang infeksi, amputasi, atau bahkan kematian dapat diawali dari luka tersebut.

Berawal dari luka tak kasat mata
Luka tersebut dapat berawal dari hal kecil semisal tergigit nyamuk, tergaruk, tergores, terkena percikan minyak dll. Pada kondisi sehat, luka seperti ini dapat segera pulih. Namun, pada penderita diabetes luka demikian dapat berlangsung lama penyembuhannya.

Masalah saat komplikasi datang
Saat kondisi sudah menjadi nekrotik, borok bernanah, ataupun infeksi pastinya semakin berat biaya perawatannya. Belum juga harus kesana-kemari siapa yang akan mengantar, stress karena penyembuhan yang lama ditambah stres karena antrian panjang di klinik atau rumah sakit tertentu.

Perawatan di Rumah
Kabar BAIKNYA, 85% luka dan komplikasi ini dapat dicegah ataupun diobati. Saat ini telah terdapat layanan dimana spesialis luka diabetes dan luka yang lain dapat dihadirkan ke rumah untuk memberikan perawatan (rizkarizki.com/homecare) . Luka lebih cepat sembuh dengan perawatan modern, harga murah perawatannya, dan waktu kunjungan bisa disesuaikan dengan kebutuhan.

Konsultasi GRATIS
Kabar HEBOHNYA, konsultasi luka dengan spesialis ini tidak dipungut biaya alias GRATIS TAK ADA SYARAT APAPUN. Anda dapat menghubungi langsung melalui telepon, sms, WA ke 0857-1617-8676 atau kunjungi situsnya di www.Rizkarizki.com/homecare

Nutrisi dan Penyembuhan Luka Diabetes

Nutrisi merupakan faktor penting didalam proses penyembuhan luka. Tidak  cukup hanya dengan perawatan luka, optimalisasi penyembuhan luka memerlukan nutrisi pada tiap tahapan penyembuhan luka. Penyembuhan luka memerlukan protein, lemak, karbohidrat dll untuk menunjang penyembuhan luka khususnya luka diabetes.

Protein

Protein dalam makanan dapat berfungsi sebagai pembentukan imunitas/kekebalan, pembentukan kolagen, aktivasi sel darah putih sebagai bagian dari pertahanan tubuh, membentuk kolagen dan remodeling luka. Kebutuhan protein ini berkisar 1,0-1,5 g/kg berat badan dalam waktu 24 Jam. Protein contohnya dapat ditemukan di putih telur, ikan patin, ikan lele, daging, keju dll.

Lemak

Lemak berfungsi untuk membentuk dan stabilisasi dinding sel baru, inflamasi dan cadangan energi. Lemak dibutuhkan 1%-2% Kcal dimana dapat ditemukan pada kacang, minyak, susu, ataupun ikan yang berminyak.

Karbohidrat

Karbohidrat dapat berfungsi sebagai energi pada limfosit (Sel darah beperan sebagai sistem imun), makrofag, pemisahan protein, produksi laktat, dan pembentukan sel darah baru. Kebutuhan karbohiodrat berkisar 35-40 kcal/kg/BB/24 Jam. Dapat ditemukan pada beras merah, gandum, kentang, ubi, singkong, roti dll.

Vitamin A

Berperan dalam pembentukan jaringan epitel, penutupan luka, respon peradangan, pembentukan pembuluh darah baru, dan kolagen. Kebutuhan vitamin A 750g . Vitamin A ditemukan pada wortel, bayam, brokoli, melon dll.

Vitamin B

Memicu pembentukan enzim, repon imun, sintesis protein, lemak, dan karbohidrat. Kebutuhan vitamin B 3 mg. Vitamin B dapat ditemukan pada daging, susu, ataupun ikan.

Vitamin C

Menjaga keutuhan dinding pembuluh darah, fungsi imun, antioksidan, dan sintesis kolagen. Dibutuhkan 100-1000 mg. Ditemukan pada sayur dan buah-buahan.

Vitamin E

Berperan sebagai antioksidan. Ditemukan pada minyak sayur, telur, ataupun sereal.

Zat Besi

Pembentuk kolagen, transportasi oksigen, dan fungsi imunitas. Kebutuhan berkisar 20-30mg. Ditemukan pada daging, telur dll.

Zink

Pembentukan kolagen, sintesis protein, menjaga stabilisasi memberan sel, dan pertahanan tubuh. Dapat ditemukan pada daging, keju dll dan dibutuhkan sektar 15-30mg.

 

 

Sumber :

Arisanty, Irma P. 2011. Konsep Dasar Manajemen Perawatan Luka. Jakarta: EGC

Nutrisi Super untuk Penyembuhan Luka

Nutrisi merupakan aspek penting dalam kehidupan. Nutrisi dapat beperan dalam penyediaan energi yang dibutuhkan tubuh untuk menjalankan fungsinya. Nutrisi juga faktor yang dapat mempercepat penyembuhan luka.  Saat mengkonsumsi  buah atau sayuran tertentu  dapat membantu sistem kekebalan tubuh, meningkatkan proses pembentukan jaringan baru, dan mempercepat proses penyembuhan luka. Berikut ini beberapa makanan super yang dapat anda konsumsi untuk mempercepat penyembuhan luka anda.

Tomat

Tomat memiliki kandungan lycopene dimana berfungsi sebagai antioksidan. Kandungan lycopene dalam tomat dapat melindungi tubuh dari oksidasi yang merusak jaringan, serta berperan dalam membangun sistem imunitas pertahanan tubuh yang baik.

Oleh karena itu, tomat juga memiliki peranan penting khusunya dalam megurangi resiko infeksi pada luka.

Brokoli

Brokoli merupakan sayuran dimana mengandung phytonutrien. Menurut National Institute of Health, kandungan tersebut dapat mengurangi peradangan dan meningkatkan fungsi imunitas. Selain itu kandungan vitamin C pada brokoli berperan dalam perbaikan jaringan yang mengalami kerusakan.

Kedelai

Nutrisi lain yang penting dikonsumsi untuk penyembuhan luka terdapat pada kedelai. Kedelai memiliki kandungan vitamin A, C, D,E, K dimana menyehatkan fungsi pencernaan, meningkatkan fungsi kekebalan tubuh, dan kesehatan kulit. Kedelai memiliki kandungan protein yang tinggi sehingga sangat baik untuk pembentukan jaringan baru.

Kacang Hitam (Black Beans)

Kacang hitam (Black Beans) merupakan makanan super untuk  penyembuhan luka. Menurut U.S Departement of Agriculture, ½ sendok kacang hitam mengandung 8 gram protein.

Selain itu, kacang hitam juga memiliki kadar garam dan lemak yang rendah. Kandungan protein yang tinggi ini, sangat dibutuhkan tubuh untuk pembentukan jaringan baru.

 

Source:  advancetissue.com

Luka Anda Lama Sembuh? Ini Dia yang Faktor Mempengaruhi

Luka pada sendirinya dapat sembuh. Luka akan lebih lama proses penyembuhannya jika mengalami kegagalan akibat faktor penghambat luka sehingga sulit sembuh. Faktor yang mempengaruhi penyembuhan luka tersebut dipengaruhi oleh dua hal utama yaitu faktor lokal dan faktor umum.

Faktor Lokal

Faktor lokal merupakan faktor yang dapat mendukung penyembuhan luka atau bahkan memperlama penyembuhan luka. Adapun faktor lokal yang mempengaruhi penyembuhan luka diantaranya sebagai berikut.

Hidrasi Luka

Hidrasi luka dikaitkan dengan kondisi kelembabapan luka. Dimana kondisi luka yang lembab, tidak terlalu basah ataupun kering dapat mendukung penyembuhan luka. Luka yang terlalu kering dapat menyebabkan luka membentuk jaringan ikat yang mengeras, membentuk keropeng kering.

Sementara luka yang terlalu basah justeru menyebabkan sel sehat yang seharusnya tumbuh menjadi terbuang ataupun rusak.

Penanganan Luka

Penanganan luka yang tepat dapat mempercepat penyembuhan luka, sebaliknya penanganan luka yang sembarangan justeru menghambat penyembuhan luka. Penting adanya spesialis luka yang mengerti betul kondisi luka anda dan kebutuhan perawatan yang sesuai dengan luka anda. Kebersihan luka, kumpulan lemak dan kotoran pada sekitar luka penting sekali diperhatikan dan selalu dibersihkan dengan baik. Pemilihan jenis cairan untuk mencuci luka serta balutan yang sesuai juga mempengaruhi penyembuhan luka anda.

Temperatur Luka

Proses pembelahan sel untuk penyembuhan luka dapat optimal pada temperatur yang stabil (37o C) dimana dapat meningkatkan proses pembelahan sel secara mitosis 108% pada luka. Oleh sebab itu, penggantian balutan dan mencuci luka dianjurkan pada kondisi hangat.

Tekanan dan Gesekan

Tekanan dan gesekan balutan penting untuk diperhatikan. Gesekan dan tekanan yang terlalu kencang pada luka seringkali mennyebabkan sumbatan dan kerusakan pembuluh darah yang sangat tipis. Selain itu tekanan yang terlalu kencang dapat menyebabkan hambatan aliran darah yang akan berujung pada kematian jaringan.

Benda Asing

Adanya benda asing pada luka dapat menghalangi proses pertumbuhan jaringan baru, atau dapat pula menyebabkan komplikasi infeksi. Benda asing yang biasanya ditemukan pada luka seperti jaringan mati, sisa jahitan, kotoran, rambut, sisa kassa, kapas, serta adanya bakteri. Benda asing tersebut harus segera disingkirkan agar luka segera menutup.

Faktor Umum

Faktor umum merupakan faktor internal yang dapat menghambat penyembuhan luka. Bahkan, faktor umum jika tidak diperhatikan dengan baik akan mengubah luka yang tadinya akut menjadi luka kronik.

Usia

Lanjut usia pastinya mengalami penurunan fungsi tubuh termasuk diantaranya kemampuan sel tubuh untuk melakukan penyembuhan luka. Akibatnya pada lansia luka penyembuhannya lebih lambat. Selain itu kondisi luka yang kering, keriput, dan tipis lebih sering mengalami luka karena gesekan dan tekanan.

Penyakit Penyerta

Penyakit penyerta seperti diabtes meilitus, jantung, masalah ginjal, gangguan pembuluh darah dapat memperlama penyembuhan luka. Pasalnya kondisi tersebut memperberat kerja sel dalam memperbaiki luka sehingga penting adanya kolaborasi dan terapi untuk penyakit tersebut untuk mengatasi penyulit penyembuhan. Pada diabetes meilitus, kadar gula darah yang tinggi melambatkan aliran darah menuju sel-sel, gagal jantung juga memperlambat aliran darah, serta gangguan ginjal dapat banyaknya cairan instra sel menghambat pertumbuhan sel baru.

Peredaran Darah

Fungsi peredaran darah dan pembuluh darah yang baik mampu mengantarkan oksigen dan nutrisi hingga sel yang paling ujung. Sumbatan pada pembuluh darah arteri dapat menurunkan oksigen, nutrisi ke sel yang mendukung penyembuhan luka.

Nutrisi

Asupan nutrisi penting sekali untuk penyembuhan luka. Sebaliknya, nutrisi yang buruk dapat menghambat penyembuhan luka yang dapat berujung menjadi infeksi.

Nutrisi yang dibutuhkan untuk penyembuhan luka adalah protein, lemak, karbohidrat, vitamin C, A, B Kompleks, D, K, E, zink, besi, magnesium dan air.

Kegemukan

Kegemukan atau obesitas menghambat penyembuhan luka, khususnya luka dengan tipe primer (adanya jahitan). Pada kegemukan, timbunan lemak tidak memiliki banyak pembuluh darah. Sebaliknya lemak berlebihan dapat mempengaruhi aliran darah ke sel.

Status Psikologis

Kecemasan, stres, dan depresi dapat menurunkan kerja sistem imun tubuh sehingga penyembuhan luka terhambat.

Terapi Radiasi

Terapi radiasi khusunya pada kanker tidak hanya merusak sel kanker saja, namun dapat merusak sel-sel disekitarnya. Efek yang dapat dijumpai sperti kulit rentan, kemerahan, ataupun panas pada sekitar luka.

Konsumsi  Obat

Beberapa obat yang dapat mempengaruhi penyembuhan luka seperti non steroid anti inflamation drug/NSAID (menghambat sintesis prostaglandin), sitotoksik (merusak sel sehat), kortikoseroid (menekan fungsi sel darah merah dan pertumbuhan sel), imunosupresan (menurunkan kinerja sel darah putih, penisilin (menghambat kolagen untuk berikatan/resistensi bakteri pada luka).

Penasaran Bagaimana Proses Penyembuhan Luka? Ini Dia Tahapan dan Faktor yang Mempengaruhi

Penyembuhan luka adalah proses yang kompleks dan dinamis dengan perubahan lingkungan luka dan status kesehatan individu. Fisiologi dari penyembuhan luka yang normal adalah melalui 4 tahapan yaitu:

Hemostatis

Pada penyembuhan luka kerudakan pembuluh darah harus di tutup. Pada proses penyembuhan luka, paltelet atau keping darah akan bekerja menutup kerusakan pembuluh darah tersebut

Inflamasi

Pada fase penyembuhan kedua ini akan menampilkan, kemerahan, peningkatan suhu dan pembengkakkanyang sering memicu nyeri. Tahap ini biasanya terjadi hingga 4 hari sesudah injuries.

Poliferasi

fase granulasi berawal dari hari keempat sesudaah terjadi luka dan biasanya berlangsung hingga hari ke 21. Secara kasat mata ditandai oleh adanya jaringan yang berwarna merah pada dasar luka.

Remodeling

Setelah strukturdasar komplit mulialah finishing interior. Remodeling dapat membutuhkan waktu 2 tahun sesudah terjadinya  luka.

Proses penyembuhan luka dipengaruhi oleh beberapa faktor:

Vaskularisasi

Mempengaruhi penyembuhan karena luka membutuhkan keadaan peredaran darah yang baik untuk perbaikan sel.

Anemia

Memperlambat proses penyembuhanluka mengingat perbaikan sel membutuhkan kadar protein yang cukup.

Usia

Kecepatan perbaikan sel berlangsung sejalan dengan pertumbuhan, kematangan usia seseorang

Nurtisi

Merupakan unsur utama dalam membantu perbaikan sel terutama karena kandungan gizi yang terdapat di dalamnya.

Obat obatan, merokok, stress dapat membpengaruhi penyembuhan luka

Cara Perawatan Luka di Rumah

Penyembuhan luka merupakan sebuah proses alami yang terjadi dalam kehidupan manusia. Pada umumnya, luka secara bertahap akan menutup dengan normal sesuai dengan tahapan   penyembuhan luka. Proses penyembuhan luka selain itu dapat dipengaruhi oleh beberapa hal yang dapat  mempengaruhi lama tidaknya penyembuhan luka seperti kelembapan luka, tidak terjadi infeksi serta perawatan luka secara berkala.

Faktor Yang Mempengaruhi Penyembuhan Luka   

  1. Oksigenasi ke area luka
  2. Infeksi
  3. Usia
  4. Stress
  5. Penyakit Lain pada Peredaran darah seperti : (Diabetes , Kolesterol dll)
  6. Kegemukan (Obesitas)
  7. Merokok
  8. Konsumsi Alkohol
  9. Nutrisi dan Gizi yang cukup

Bagaimana Cara Kita Agar Luka  Tidak Terinfeksi?

  1. Mencukupi diet Tinggi Karbohidrat Tinggi Protein
  2. Cuci tangan sebelum menyentuh area sekitar luka
  3. Berikan Balutan Sesuai Kondisi Luka
  4. Kolaborasi pemberian antibiotik jika diperlukan
  5. Tidak terkena air saat mandi atau membersihkan tubuh dengan air
  6. Menjaga Kebersihan Tubuh

Persiapan Alat

Air matang yang sudah dingin, kapas, kasa streril, plester, gunting, kantong plastik, dan NaCl 0,9%.

 

Langkah-Langkah:

  1. Atur posisi senyaman mungkin
  2. Siapkan alat yang diperlukan dan dekatkan dengan pasien.
  3. Keluarga yang akan melakukan ganti balutan mencuci tangan dengan sabun.
  4. Balutan lama dibuka dan dibuang ke kantong plastik

perawatan luka konvensional-advance tissue

Bersihkan Luka

  1. Cuci luka dengan kasa yang diberikan air matang dingin sebelumnya.
  2. Keringkan luka dengan kasa steril
  3. Jika luka masih basah, kompres luka dengan kasa yang diberi NaCl
  4. Tutup luka yang diikompres kasa   yang diberi NaCl dengan kasa kering
  5. Plester ataupun berikan balutan dengan verban ataupun perekat
  6. Cuci tangan anda setelah membalut luka

Hal-Hal Yang Perlu Diketahui Oleh Pasien

  1. Dibutuhkan kassa steril dan kering untuk jangka waktu tertentu
  2. Jaga jangan sampai luka tergesek-gesek oleh pakaian.
  3. Tetap jaga kelembapan luka
  4. Langsung hubungi spesialis luka jika tempat atau lokasi bekas luka terlihat membangkak, demam tinggi, nyeri hebat, dan pengeluaran nanah yang berlebih.

Olahraga Untuk Penyembuhan Luka Diabetes

Luka kecil pada penderita diabetes dapat menjadi luka kronik serius yang berbahaya. Para peneliti berupaya untuk meminimalkan dampak berkelanjutan dari luka diabetes agar tidak menjadi komplikasi yang lebih serius, mengurangi nyeri, serta harga perawatan yang begitu mahal. Para ahli mulai meneliti seperti penggunaan sepatu/sendal khusus, pemenuhan nutruisi yang menunjang penyembuhan luka serta olahraga.

 

Olahraga ringan kini mulai dibicarakan dan diteliti efektifitasnya khususnya untuk penyembuhan luka. Studi eksperimen terbaru yang dilaksanakan Keylock et all 2017 di Bowling Green State University, Bowling Green Ohio Amerika serikat menemukan bahwa luka yang terjadi pada tikus dewasa dimana diberikan aktifitas fisik ringan menunjukkan durasi penyembuhan lebih cepat (10 Hari) dibandingkan dengan tidak diberikan aktivitas (>14 Hari) dan diberikan olahraga berat (14 Hari).

Manfaat Olahraga Ringan

Olahraga ringan memiliki beberapa manfaat diantaranya menurunkan tekanan darah, gula darah, meningkatkan level energi dan keseimbangan untuk mencegah terjadinya jatuh. Olahraga ringan yang dilaksanakan secara teratur tidak akan menambah beban pikiran karena tubuh secara perlahan dapat beradaptasi secara perlahan.

Olahraga  Ringan untuk Penyembuhan Luka

Olahraga ringan seperti jalan kaki, bersepeda, senam, ataupun yoga yang dilaksanakan teratur bermanfaat untuk penyembuhan luka. Seperti penelitian terhadap tikus yang dimaksud diatas, bahwa pada tikus yang diberikan latihan ringan lebih cepat sekitar 4 hari daripada yang tidak beraktivitas ataupun aktivitas yang berat.

Anjuran Olahraga Ringan

Olahraga ringan dianjurkan 30 menit sampai 2 jam menit sehari secara rutin dapat meningkatkan sirkulasi, peredarah darah, manurunkan tekanan darah, serta menurunkan gula darah. Beberapa manfaat yang dijelaskan ini tentunya sangat memberikan kontribusi khususnya pada tubuh untuk mengoptimalkan proses penyembuhan luka.

Source:

Keeping the Intensity Low for Diabetic Wound Healing. 2018. US: www.advancedtissue.com

Keylock T et all, 2017. Low-intensity Exercise Accelerates Wound Healing in Diabetic Mice. US: Wounds

7 Olahraga Ringan Ini dapat Bugarkan Kondisi Pasca Operasi Sesaria

Tubuh Anda akan banyak mengalami perubahan selama kehamilan. Perubahan postur, peningkatan berat badan, ligaments become relaxed making it easier to sustain injury. Setelah operasi Caesar ada beberapa perubahan bertahap untuk kembali seperti normal. Penting bagi Anda melakukan olahraga untuk mengembalikan tubuh Anda. Berikut beberapa latihan yang aman untuk dimulai pada hari ke-1 sampai ke-2 setelah operasi Sectio Sesaria.

Pelvic Floor Muscles (otot dasar panggul)

Latihan otot dasar panggul membantu menguatkan kandung kemih dan organ internal lain setelah mengalami prolapse selama kehamilan. Latihan ini juga membantu mengontrol kandung kemih dan fungsi pencernaan dan mencegah leakage of urine, wind, or faeces.
Walaupun Anda tidak melahirkan melalui vagina, latihan ini sangat penting untuk menguatkan otot-otot yang kendur selama kehamilan. Terdapat dua tipe gerakan di dalam latihan otot dasar panggul: gerakan otot kontraksi cepat untuk mencegah kelemahan otot ketika batuk, tertawa, ataupun bersin, gerakan otot lambat untuk menjaga kekuatan otot setiap hari.
a. Gerakan kontraksi otot lambat
1. Kencangkan otot-otot di sekitar bagian dubur Anda seolah-olah menghentikan angin yang lewat.
2. Kemudian angkat otot-otot ke atas seolah-olah menghentikan buang air kecil.
Sekarang tahan. Sebagai permulaann Anda dapat menahan selama 2 detik, kemudian tingkatkan intensitasnya hingga 10 detik.
3. Ulangi 10 kali.
b. Gerakan kontraksi otot cepat
1. Kencangkan dan angkat otot seperti di atas, sekuat dan kencang mungkin. Lalu rileks.
2. Catat berapa lama yang dapat Anda lakukan. Target hingga mencapai 10 detik, awalnya Anda bisa mencapai 4 atau 5 detik sebelum otot, otot akan semakin kuat dengan latihan.
3. Jika ini tidak nyaman awalnya maka lakukan angkat lembut dan lepaskan, ulangi sebanyak 10 kali.

Ketika melakukan latihan tersebut Anda jangan menahan nafas, gunakan otot perut atau bokong.Tidak akan ada yang tahu ketika Anda melakukan latihan tersebut, jadi Anda dapat melakukannya dimanapun dan kapanpun Anda mau. Diharapkan latihan ini menjadi rutinitas harian, minimal tiga kali sehari. Anda dapat melakukan pelvic floor exercise pada posisi tubuh yang berbeda; berbaring, saat duduk, berdiri, maupun berjalan.

Tummy  Muscle Training

latihan ini membantu menguatkan dan membentuk otot perut Anda, menjaga tulang belakang dan menstabilkan postur. Ulangi 10 kali setiap kali latihan dengan frekuensi tiga kali sehari.

Berbaring terlentang dimana lutut Anda menekuk dan kepala datar. Tempatkan angan Anda pada perut di bawah pusat. Tarik nafas melalui hidung, buang nafas melalui mulut. Tahan perut Anda selama 10 detik.

Pelvic Tilt

berbaring dengan lutut menekuk, tarik perut Anda, kencangkan otot-otot dasar panggul, tahan 3-5 detik dengan nafas normal, kemudian relaksasi.

Leg slides

Berbaring dengan lutut menekuk, tarik perut Anda kencangkan otot dasar panggul, kemudian luruskan salah satu kaki secara bergantian dan ulangi.

Single knee fall out

Berbaring dengan lutut menekuk, tarik perut Anda dan kencangkan otot dasar panggul. Jaga panggul dan perut pada posisi tersebut, kemudian salah satu kaki pelan-pelan dijatuhkan ke salah satu sisi. Kembalikan lutut ke posisi awal pelan-pelan. Ulangi pada kaki satunya.

Knee bends

Berbaring dengan lutut menekuk, tarik perut dan kencangkan otot dasar panggul. Secara perlahan angkat salah satu kaki menopang pada lutut yang menekuk, tahan 10 detik, kemudian secara perlahan kembali ke posisi semula. Ulangi pada kaki yang satunya.

Clam

Berbaring pada salah satu sisi lutut menekuk dan saling bertumpu, tarik perut dan kencangkan otot dasar panggul. Buka lutut saling menjauh namun mata kaki tetap berdempetan tahan selama lima detik, kemudian kembali pada posisi semula. Ulangi pada kaki satunya.

Ingat Anda baru saja selesai operasi dan memerlukan beberapa waktu untuk proses penyembuhan, jadi tingkatkan level aktivitas Anda secara berkala semampu Anda.

Sumber:
NHS. 2016. Exercise and advice following a caesarean birth pdf.